<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sawit Sumbermas (SSMS) Teken Perjanjian Kerja Sama Rp124,1 Miliar untuk Laboratorium Sawit</title><description>PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Citra Borneo Indah (CBI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit"/><item><title>Sawit Sumbermas (SSMS) Teken Perjanjian Kerja Sama Rp124,1 Miliar untuk Laboratorium Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2022 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit-jDiBtLqXFR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SSMS tandatangani kerjasama afiliasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734928/sawit-sumbermas-ssms-teken-perjanjian-kerja-sama-rp124-1-miliar-untuk-laboratorium-sawit-jDiBtLqXFR.jpg</image><title>SSMS tandatangani kerjasama afiliasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Citra Borneo Indah (CBI). Perjanjian dilakukan melalui sejumlah anak usahanya yang mencakup penggunaan jasa analis di Laboratorium Sulung Research Station.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/12/2022), objek dalam transaksi ini yaitu jasa analis dalam laboratorium Sulung Research Station, yang akan memberikan jasanya dalam bidang penelitian, terkait dengan perkebunan dan pabrik kelapa sawit pada khususnya dan jasa analis laboratorium pada umumnya.
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Buyback Global Bond

Secara rinci, perjanjian kerja sama dengan CBI ini ditandatangani oleh perseroan dan enam anak usahanya yakni, antara CBI dengan perseroan dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan sebesar Rp36,09 miliar.
Lalu, antara CBI dengan PT Sawit Multi Utama (SMU) dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan Rp26,05 miliar, antara CBI dengan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan Rp18,64 miliar, serta antara CBI dengan PT Mirza Pratama Putra (MPP) dalam periode 12 bulan dengan total nilai Rp6,46 miliar.
BACA JUGA:Naik 51,9%, Sawit Sumbermas (SSMS) Raih Laba Rp1,55 Triliun

Selanjutnya, antara CBI dengan PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA) dalam periode 12 bulan dengan nilai Rp10,26 miliar, antara CBI dengan PT Mitra Mendawai Sejati (MMS) dalam periode 12 bulan dengan nilai total pekerjaan Rp15,09 miliar, juga antara CBI dengan PT Menteng Kencana Mas (MKM) dalam periode 12 bulan dengan nilai total pekerjaan Rp11,55 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Dengan adanya pemberian jasa riset dan pengembangan oleh CBI, maka  dapat memenuhi kebutuhan mendasar bagi emiten dan anak perusahaan emiten  atas jasa riset dan pengembangan, guna mendukung kegiatan usaha emiten  dalam bidang kelapa sawit,&amp;rdquo; tulis manajemen SSMS dalam keterbukaan  informasi, dikutip Selasa (27/12/2022).
Selanjutnya, CBI akan menjadi satu-satunya penyedia jasa riset yang  memadai di sekitar wilayah operasional emiten dan anak perusahaan  emiten.
Adapun, transaksi yang dilakukan merupakan transaksi afiliasi  sebagaimana didefinisikan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, di mana CBI  merupakan pemegang saham SSMS dengan kepemilikan sebesar 55,49%.  Sementara itu, SSMS merupakan pemegang saham langsung MMS dan KSA dengan  kepemilikan masing-masing sebesar 99,00%. SSMS juga merupakan pemegang  saham tidak langsung MKM, MPP, TSA, dan SMU dengan kepemilikan  masing-masing sebesar 99,00%.
Lebih lanjut, dengan dilakukannya transaksi ini, terdapat nilai  tambah atas penjualan yang mulai diperoleh perseroan pada tahun 2023  sebesar Rp234 miliar. Kemudian, nilai tambah penjualan terbesar  diperkirakan tercapai pada 2025, dengan perkiraan nilai tambah penjualan  sebesar Rp303 miliar.
&amp;ldquo;Selain itu, terdapat nilai tambah atas aset SSMS sebesar Rp153  miliar pada tahun 2023, dan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai  Rp571 miliar pada tahun 2026,&amp;rdquo; lanjut manajemen.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Citra Borneo Indah (CBI). Perjanjian dilakukan melalui sejumlah anak usahanya yang mencakup penggunaan jasa analis di Laboratorium Sulung Research Station.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/12/2022), objek dalam transaksi ini yaitu jasa analis dalam laboratorium Sulung Research Station, yang akan memberikan jasanya dalam bidang penelitian, terkait dengan perkebunan dan pabrik kelapa sawit pada khususnya dan jasa analis laboratorium pada umumnya.
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Buyback Global Bond

Secara rinci, perjanjian kerja sama dengan CBI ini ditandatangani oleh perseroan dan enam anak usahanya yakni, antara CBI dengan perseroan dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan sebesar Rp36,09 miliar.
Lalu, antara CBI dengan PT Sawit Multi Utama (SMU) dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan Rp26,05 miliar, antara CBI dengan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dalam periode 12 bulan dan total nilai pekerjaan Rp18,64 miliar, serta antara CBI dengan PT Mirza Pratama Putra (MPP) dalam periode 12 bulan dengan total nilai Rp6,46 miliar.
BACA JUGA:Naik 51,9%, Sawit Sumbermas (SSMS) Raih Laba Rp1,55 Triliun

Selanjutnya, antara CBI dengan PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA) dalam periode 12 bulan dengan nilai Rp10,26 miliar, antara CBI dengan PT Mitra Mendawai Sejati (MMS) dalam periode 12 bulan dengan nilai total pekerjaan Rp15,09 miliar, juga antara CBI dengan PT Menteng Kencana Mas (MKM) dalam periode 12 bulan dengan nilai total pekerjaan Rp11,55 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Dengan adanya pemberian jasa riset dan pengembangan oleh CBI, maka  dapat memenuhi kebutuhan mendasar bagi emiten dan anak perusahaan emiten  atas jasa riset dan pengembangan, guna mendukung kegiatan usaha emiten  dalam bidang kelapa sawit,&amp;rdquo; tulis manajemen SSMS dalam keterbukaan  informasi, dikutip Selasa (27/12/2022).
Selanjutnya, CBI akan menjadi satu-satunya penyedia jasa riset yang  memadai di sekitar wilayah operasional emiten dan anak perusahaan  emiten.
Adapun, transaksi yang dilakukan merupakan transaksi afiliasi  sebagaimana didefinisikan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, di mana CBI  merupakan pemegang saham SSMS dengan kepemilikan sebesar 55,49%.  Sementara itu, SSMS merupakan pemegang saham langsung MMS dan KSA dengan  kepemilikan masing-masing sebesar 99,00%. SSMS juga merupakan pemegang  saham tidak langsung MKM, MPP, TSA, dan SMU dengan kepemilikan  masing-masing sebesar 99,00%.
Lebih lanjut, dengan dilakukannya transaksi ini, terdapat nilai  tambah atas penjualan yang mulai diperoleh perseroan pada tahun 2023  sebesar Rp234 miliar. Kemudian, nilai tambah penjualan terbesar  diperkirakan tercapai pada 2025, dengan perkiraan nilai tambah penjualan  sebesar Rp303 miliar.
&amp;ldquo;Selain itu, terdapat nilai tambah atas aset SSMS sebesar Rp153  miliar pada tahun 2023, dan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai  Rp571 miliar pada tahun 2026,&amp;rdquo; lanjut manajemen.</content:encoded></item></channel></rss>
