<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rights Issue BSI Kelebihan Permintaan 1,4 Kali</title><description>Rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali"/><item><title>Rights Issue BSI Kelebihan Permintaan 1,4 Kali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2022 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali-etZaq6xNly.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rights issue BSI kelebihan permintaan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734978/rights-issue-bsi-kelebihan-permintaan-1-4-kali-etZaq6xNly.jpg</image><title>Rights issue BSI kelebihan permintaan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali. Hal ini mencerminkan investor baik dari dalam dan luar negeri semakin percaya terhadap kinerja perseroan.
BACA JUGA:Jadwal Rights Issue Bank Nobu (NOBU)

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan.
&amp;rdquo;Alhamdulillah, rights issue yang kami lakukan berjalan lancar dan penyerapan saham oleh investor institusi baik domestik maupun asing serta publik sangat baik, di mana terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed atas saham yang diterbitkan sebanyak 1,4 kali pada saat penawaran,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (27/12/2022).
BACA JUGA:Gelar Rights Issue, BSI (BRIS) Kantongi Rp5 Triliun

Pada rights issue ini, Bank Mandiri selaku pemilik 50,83% saham perseroan melaksanakan seluruh HMETD. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki 24,85% saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau 500 juta saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kinerja BSI terus mengalami pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan.  Sampai kuartal III/2022, BSI membukukan pertumbuhan pembiayaan mencapai  22,35% secara tahunan. Fee based yang dicatatkan perseroan pun bertumbuh  25,5% pada periode yang sama dengan kualitas pembiayaan terjaga pada  level NPF gross sebesar 2,67%. Profitabilitas juga positif dengan ROE  sebesar 17,44% dan Net Imbalan 6,22%.
Kata Hery, proses rights issue ini menuju tahap akhir, dan harapannya  dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat CAR sekitar 20%-an.  Sehingga selain setingkat dengan rata-rata industri perbankan juga  dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang  semakin tumbuh pesat.
&amp;ldquo;Dengan demikian, insyaAllah perseroan akan terus melakukan ekspansi  bisnis dengan masif untuk merealisasikan aspirasi besar BSI di masa  depan,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali. Hal ini mencerminkan investor baik dari dalam dan luar negeri semakin percaya terhadap kinerja perseroan.
BACA JUGA:Jadwal Rights Issue Bank Nobu (NOBU)

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan.
&amp;rdquo;Alhamdulillah, rights issue yang kami lakukan berjalan lancar dan penyerapan saham oleh investor institusi baik domestik maupun asing serta publik sangat baik, di mana terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed atas saham yang diterbitkan sebanyak 1,4 kali pada saat penawaran,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (27/12/2022).
BACA JUGA:Gelar Rights Issue, BSI (BRIS) Kantongi Rp5 Triliun

Pada rights issue ini, Bank Mandiri selaku pemilik 50,83% saham perseroan melaksanakan seluruh HMETD. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki 24,85% saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau 500 juta saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kinerja BSI terus mengalami pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan.  Sampai kuartal III/2022, BSI membukukan pertumbuhan pembiayaan mencapai  22,35% secara tahunan. Fee based yang dicatatkan perseroan pun bertumbuh  25,5% pada periode yang sama dengan kualitas pembiayaan terjaga pada  level NPF gross sebesar 2,67%. Profitabilitas juga positif dengan ROE  sebesar 17,44% dan Net Imbalan 6,22%.
Kata Hery, proses rights issue ini menuju tahap akhir, dan harapannya  dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat CAR sekitar 20%-an.  Sehingga selain setingkat dengan rata-rata industri perbankan juga  dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang  semakin tumbuh pesat.
&amp;ldquo;Dengan demikian, insyaAllah perseroan akan terus melakukan ekspansi  bisnis dengan masif untuk merealisasikan aspirasi besar BSI di masa  depan,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
