<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap! Pekerja di Jakarta Bakal WFH saat Ada Bencana</title><description>Heru Budi Hartono mengimbau ke pengelola perkantoran di Ibu Kota untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah saat terjadi bencana alam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana"/><item><title>Siap-Siap! Pekerja di Jakarta Bakal WFH saat Ada Bencana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2022 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana-GCkDpAbJCE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WFH di Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/320/2734965/siap-siap-pekerja-di-jakarta-bakal-wfh-saat-ada-bencana-GCkDpAbJCE.jpg</image><title>WFH di Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau kepada pengelola perkantoran di Ibu Kota untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) saat terjadi bencana alam di DKI Jakarta.
&quot;Itu parsial kita imbau. Kalau tadi ada bencana puting beliung, bisa melalui PPID (pejabat pengelola informasi dan dokumentasi) menjelaskan dan mengkondisikan masing-masing karyawan swasta untuk bisa WFH,&quot; kata Heru Budi Hartono usai diskusi penanganan bencana bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di Jakarta, Selasa (27/12/2022).
BACA JUGA:Mau Ekonomi RI Tetap Cerah di 2023? Simak 4 Jurus dari Ekonom
Heru menambahkan kebijakan WFH itu diambil untuk menghindari potensi kerugian yang dapat ditimbulkan saat bencana terjadi.
&quot;Hal itu untuk menghindari kemacetan, bencana, pemborosan dan lainnya,&quot; ujar Heru.



Heru juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait tindak lanjut menyikapi potensi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi RI Ditarget 5,3%, Bisa Tercapai?
Selain melakukan pemetaan ulang wilayah yang berpotensi terjadi bencana saat cuaca ekstrem, kata Heru, pihaknya juga akan melakukan modifikasi cuaca.&quot;Tadi, kepala BNPB menyampaikan adanya pencegahan. Maka beliau menyarankan untuk belajar dari kota-kota lain karena banyak bencana dan menimbulkan kerugian yang cukup besar,&quot; kata Heru.
Heru menambahkan untuk teknis pelaksanaan modifikasi cuaca itu juga akan menggandeng TNI AU dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
&quot;Nanti Pak Isnawa Adji berkoordinasi dengan BRIN, TNI AU, siang ini untuk bisa mengantisipasi mulai 28 Desember dan seterusnya. Mungkin kita pecah dengan konsep TMC (teknologi modifikasi cuaca),&quot; ujar Heru.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau kepada pengelola perkantoran di Ibu Kota untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) saat terjadi bencana alam di DKI Jakarta.
&quot;Itu parsial kita imbau. Kalau tadi ada bencana puting beliung, bisa melalui PPID (pejabat pengelola informasi dan dokumentasi) menjelaskan dan mengkondisikan masing-masing karyawan swasta untuk bisa WFH,&quot; kata Heru Budi Hartono usai diskusi penanganan bencana bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di Jakarta, Selasa (27/12/2022).
BACA JUGA:Mau Ekonomi RI Tetap Cerah di 2023? Simak 4 Jurus dari Ekonom
Heru menambahkan kebijakan WFH itu diambil untuk menghindari potensi kerugian yang dapat ditimbulkan saat bencana terjadi.
&quot;Hal itu untuk menghindari kemacetan, bencana, pemborosan dan lainnya,&quot; ujar Heru.



Heru juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait tindak lanjut menyikapi potensi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi RI Ditarget 5,3%, Bisa Tercapai?
Selain melakukan pemetaan ulang wilayah yang berpotensi terjadi bencana saat cuaca ekstrem, kata Heru, pihaknya juga akan melakukan modifikasi cuaca.&quot;Tadi, kepala BNPB menyampaikan adanya pencegahan. Maka beliau menyarankan untuk belajar dari kota-kota lain karena banyak bencana dan menimbulkan kerugian yang cukup besar,&quot; kata Heru.
Heru menambahkan untuk teknis pelaksanaan modifikasi cuaca itu juga akan menggandeng TNI AU dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
&quot;Nanti Pak Isnawa Adji berkoordinasi dengan BRIN, TNI AU, siang ini untuk bisa mengantisipasi mulai 28 Desember dan seterusnya. Mungkin kita pecah dengan konsep TMC (teknologi modifikasi cuaca),&quot; ujar Heru.</content:encoded></item></channel></rss>
