<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chairul Tanjung Tidak Ikut Partisipasi Rights Issue Garuda Indonesia</title><description>Chairul Tanjung tidak ikut partisipasi dalam aksi korporasi rights issue Garuda Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia"/><item><title>Chairul Tanjung Tidak Ikut Partisipasi Rights Issue Garuda Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia-aROtekjxTe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CT tak ikut dalam rights issue (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735688/chairul-tanjung-tidak-ikut-partisipasi-rights-issue-garuda-indonesia-aROtekjxTe.jpg</image><title>CT tak ikut dalam rights issue (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Chairul Tanjung tidak ikut partisipasi dalam aksi korporasi rights issue Garuda Indonesia. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bakal menggelar rights issue dalam perkuat struktur permodalan.
Dalam aksi korporasi ini, tidak semua pemegang saham ikut berpartisipasi dan salah satunya Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways memastikan tidak ikut mengeksekusi rights issue Garuda Indonesia.
BACA JUGA:BEI Beri Sinyal Saham Garuda Indonesia Bisa Diperdagangkan Lagi Sebelum Akhir 2022 

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dengan tidak diambilnya jatah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) oleh Trans Airways terdapat konsekuensi bagi perseroan yakni kepemilikan sahamnya terdilusi.
&quot;Trans Airways tidak melakukan exercise saham ini sehingga tentu saja ada konsekuensinya, Trans Airways ini tidak berpartisipasi dalam rights issue kali ini,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (28/12/2022).
BACA JUGA:Nyaris Cetak Rekor! Tiket Pesawat Garuda Indonesia Terjual 60.000

Berdasarkan prospektusnya, jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam rights issue ini sebanyak-banyaknya 63.210.504.593 saham atau 63,21 miliar saham. Rasio HMETD menjadi 10.000.000 berbanding 24.418.256. Dengan harga pelaksanaan HMETD Rp196 per saham. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melaksanakan HMETD, kepemilikannya dapat terdilusi sebesar maksimum 70,95%.
Lebih jauh, Irfan menyiratkan, tidak semua jatah rights issue porsi publik diambil seluruhnya, karena memang rights issue ini sebagai bagian dari pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun. Berdasarkan data Datindo Entrycom, dari 19 Desember hingga 27 Desember telah ada beberapa kali pencatatan saham baru GIAA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tidak ingin katakan tertarik atau tidak, data kami cukup besar  yang mengikuti rights issue ini, tetapi memang bukan untuk publik, jadi  pemegang saham Garuda saja, kami perkirakan atau berharap ketika semua  proses ini selesai, suspensi dilepas, harga saham menjadi lebih  bergairah,&quot; tambahnya.
Dia juga menerangkan, Garuda memiliki masa depan yang lebih jelas  seiring dengan pelaksanaan rights issue porsi pemerintah dan publik ini.  GIAA juga bakal terus mengedepankan transparansi sehingga dapat menjadi  perusahaan yang lebih baik lagi.
&quot;Mudah-mudahan semua bisa lihat garuda punya masa depan lebih clear,  operasional, dan transparansi juga bisa diberikan berupa pergerakan  saham, sehingga mengembalikan modal yang beberapa tahun lalu tertahan di  Garuda,&quot; tuturnya.
Asal tahu saja, selain menggelar penambahan modal tanpa hak memesan  efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 5,18 triliun. Di hari yang  sama, GIAA juga direncanakan menerbitkan sukuk baru sekitar USD80 juta.  Private placement digelar dalam rangka konversi obligasi wajib konversi  (OWK) yang diterbitkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Rp 1  triliun. Selain itu, untuk melaksanakan konversi utang para kreditur  sebagai pelaksanaan atas perjanjian perdamaian.
Kata Irfan, penerbitan sukuk baru adalah salah satu syarat agar saham  GIAA bisa lepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).&amp;ldquo;Saham kita  disuspen itu karena kita waktu itu wanprestasi terhadap sukuk. Jadi  salah satu syarat saham kita bisa dilepas suspensinya bila kita kemudian  bisa menerbitkan sukuk baru sebagai pengganti sukuk yang lama. Jadi  sukuk yang lama USD500 juta dolar ini direstrukturisasi mengalami  haircut dan akan menjadi sukuk dengan nilai sekitar USD80 juta,&amp;rdquo; papar  Irfan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Chairul Tanjung tidak ikut partisipasi dalam aksi korporasi rights issue Garuda Indonesia. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) bakal menggelar rights issue dalam perkuat struktur permodalan.
Dalam aksi korporasi ini, tidak semua pemegang saham ikut berpartisipasi dan salah satunya Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways memastikan tidak ikut mengeksekusi rights issue Garuda Indonesia.
BACA JUGA:BEI Beri Sinyal Saham Garuda Indonesia Bisa Diperdagangkan Lagi Sebelum Akhir 2022 

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dengan tidak diambilnya jatah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) oleh Trans Airways terdapat konsekuensi bagi perseroan yakni kepemilikan sahamnya terdilusi.
&quot;Trans Airways tidak melakukan exercise saham ini sehingga tentu saja ada konsekuensinya, Trans Airways ini tidak berpartisipasi dalam rights issue kali ini,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (28/12/2022).
BACA JUGA:Nyaris Cetak Rekor! Tiket Pesawat Garuda Indonesia Terjual 60.000

Berdasarkan prospektusnya, jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam rights issue ini sebanyak-banyaknya 63.210.504.593 saham atau 63,21 miliar saham. Rasio HMETD menjadi 10.000.000 berbanding 24.418.256. Dengan harga pelaksanaan HMETD Rp196 per saham. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melaksanakan HMETD, kepemilikannya dapat terdilusi sebesar maksimum 70,95%.
Lebih jauh, Irfan menyiratkan, tidak semua jatah rights issue porsi publik diambil seluruhnya, karena memang rights issue ini sebagai bagian dari pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun. Berdasarkan data Datindo Entrycom, dari 19 Desember hingga 27 Desember telah ada beberapa kali pencatatan saham baru GIAA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tidak ingin katakan tertarik atau tidak, data kami cukup besar  yang mengikuti rights issue ini, tetapi memang bukan untuk publik, jadi  pemegang saham Garuda saja, kami perkirakan atau berharap ketika semua  proses ini selesai, suspensi dilepas, harga saham menjadi lebih  bergairah,&quot; tambahnya.
Dia juga menerangkan, Garuda memiliki masa depan yang lebih jelas  seiring dengan pelaksanaan rights issue porsi pemerintah dan publik ini.  GIAA juga bakal terus mengedepankan transparansi sehingga dapat menjadi  perusahaan yang lebih baik lagi.
&quot;Mudah-mudahan semua bisa lihat garuda punya masa depan lebih clear,  operasional, dan transparansi juga bisa diberikan berupa pergerakan  saham, sehingga mengembalikan modal yang beberapa tahun lalu tertahan di  Garuda,&quot; tuturnya.
Asal tahu saja, selain menggelar penambahan modal tanpa hak memesan  efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 5,18 triliun. Di hari yang  sama, GIAA juga direncanakan menerbitkan sukuk baru sekitar USD80 juta.  Private placement digelar dalam rangka konversi obligasi wajib konversi  (OWK) yang diterbitkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Rp 1  triliun. Selain itu, untuk melaksanakan konversi utang para kreditur  sebagai pelaksanaan atas perjanjian perdamaian.
Kata Irfan, penerbitan sukuk baru adalah salah satu syarat agar saham  GIAA bisa lepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).&amp;ldquo;Saham kita  disuspen itu karena kita waktu itu wanprestasi terhadap sukuk. Jadi  salah satu syarat saham kita bisa dilepas suspensinya bila kita kemudian  bisa menerbitkan sukuk baru sebagai pengganti sukuk yang lama. Jadi  sukuk yang lama USD500 juta dolar ini direstrukturisasi mengalami  haircut dan akan menjadi sukuk dengan nilai sekitar USD80 juta,&amp;rdquo; papar  Irfan.</content:encoded></item></channel></rss>
