<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ingatkan Pelindo soal Limbah Sampah Oli Bekas di Pelabuhan</title><description>Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan Pelindo soal limbah sampah oli bekas di pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan"/><item><title>Luhut Ingatkan Pelindo soal Limbah Sampah Oli Bekas di Pelabuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan-aYkh5R6cHK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut ingatkan pelindo soal limbah oli (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735794/luhut-ingatkan-pelindo-soal-limbah-sampah-oli-bekas-di-pelabuhan-aYkh5R6cHK.jpg</image><title>Luhut ingatkan pelindo soal limbah oli (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan Pelindo soal limbah sampah oli bekas di pelabuhan. Dia meminta Pelindo memperhatikan mengenai hasil limbah yang ditimbulkan dari kegiatan yang ada di Pelabuhan.
Menurutnya, limbah yang dihasilkan dari pelabuhan itu akan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan di masa mendatang.
BACA JUGA:Luhut Klaim Performa Pelabuhan di Indonesia Kalahkan Amerika, Rusia hingga Italia

&quot;Saya himbau lagi Pelindo, tolong perhatikan mengenai sampah penerimaan, sampah limbah oli bekas dan limbah cair berbahaya dari kapal di pelabuhan. Harus kita tingkatkan dan tolong dicek kembali dari waktu ke waktu,&quot; ujar Luhut dalam acara Green Port Awarding 2022 yang berlangsung secara virtual, Rabu (28/12/2022).
Luhut mengatakan, meski pengelolaan limbah sudah tersedia di seluruh pelabuhan. Luhut tetap meminta peran kepala pelabuhan di Indonesia, untuk turut menjaga pengelolaan limbah sampah cair ini.
BACA JUGA:Kantor Kementerian Menko Luhut Cs Jadi Prioritas di IKN Nusantara

&quot;Saya melihat perkembangan reception facility pada limbah dan Sampah oli bekas dan limbah cair berbahaya dari kapal di pelabuhan itu sudah ada, tapi masih perlu ditingkatkan,&quot; kata Luhut.
&quot;Jadi ayo teman-teman dari kepala-kepala pelabuhan atau Pelindo, saya minta kita melakukan ini. Kita jangan berpura-pura, kita lakukan dengan hati karena itu kita menyelamatkan generasi Indonesia yang akan datang,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC8xLzE1OTYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, Luhut juga meminta pengelola pelabuhan untuk menanam  mangrove di wilayah pelabuhan. Hal itu dilakukan untuk dapat menyerap  emisi karbon.
&quot;Pentingnya melestarikan mangrove ini sekali lagi untuk melindungi  masyarakat pesisir kita dan mengurangi emisi gas rumah kaca,&quot; ucap  Luhut.
Lebih lanjut, Luhut berharap implementasi Green Port dan Smart Port  atau pelabuhan yang memiliki wawasan lingkungan dan pemeliharaan  kelestarian lingkungan di wilayah pelabuhan, dapat meningkatkan nilai  tambah bagi pelabuhan di Indonesia.
&quot;Diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelabuhan di  Indonesia. Masih diperlukan pemutakhiran regulasi untuk percepatan  pencapaian target 10 pelabuhan internasional di Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan Pelindo soal limbah sampah oli bekas di pelabuhan. Dia meminta Pelindo memperhatikan mengenai hasil limbah yang ditimbulkan dari kegiatan yang ada di Pelabuhan.
Menurutnya, limbah yang dihasilkan dari pelabuhan itu akan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan di masa mendatang.
BACA JUGA:Luhut Klaim Performa Pelabuhan di Indonesia Kalahkan Amerika, Rusia hingga Italia

&quot;Saya himbau lagi Pelindo, tolong perhatikan mengenai sampah penerimaan, sampah limbah oli bekas dan limbah cair berbahaya dari kapal di pelabuhan. Harus kita tingkatkan dan tolong dicek kembali dari waktu ke waktu,&quot; ujar Luhut dalam acara Green Port Awarding 2022 yang berlangsung secara virtual, Rabu (28/12/2022).
Luhut mengatakan, meski pengelolaan limbah sudah tersedia di seluruh pelabuhan. Luhut tetap meminta peran kepala pelabuhan di Indonesia, untuk turut menjaga pengelolaan limbah sampah cair ini.
BACA JUGA:Kantor Kementerian Menko Luhut Cs Jadi Prioritas di IKN Nusantara

&quot;Saya melihat perkembangan reception facility pada limbah dan Sampah oli bekas dan limbah cair berbahaya dari kapal di pelabuhan itu sudah ada, tapi masih perlu ditingkatkan,&quot; kata Luhut.
&quot;Jadi ayo teman-teman dari kepala-kepala pelabuhan atau Pelindo, saya minta kita melakukan ini. Kita jangan berpura-pura, kita lakukan dengan hati karena itu kita menyelamatkan generasi Indonesia yang akan datang,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC8xLzE1OTYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, Luhut juga meminta pengelola pelabuhan untuk menanam  mangrove di wilayah pelabuhan. Hal itu dilakukan untuk dapat menyerap  emisi karbon.
&quot;Pentingnya melestarikan mangrove ini sekali lagi untuk melindungi  masyarakat pesisir kita dan mengurangi emisi gas rumah kaca,&quot; ucap  Luhut.
Lebih lanjut, Luhut berharap implementasi Green Port dan Smart Port  atau pelabuhan yang memiliki wawasan lingkungan dan pemeliharaan  kelestarian lingkungan di wilayah pelabuhan, dapat meningkatkan nilai  tambah bagi pelabuhan di Indonesia.
&quot;Diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi pelabuhan di  Indonesia. Masih diperlukan pemutakhiran regulasi untuk percepatan  pencapaian target 10 pelabuhan internasional di Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
