<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp1.435,8 Triliun Ditopang Pajak</title><description>Realisasi pendapatan dan hibah APBN Regional DKI Jakarta sampai dengan 30 November 2022 mencapai Rp1.435,87 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak"/><item><title>Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp1.435,8 Triliun Ditopang Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak-iU5uSDdg4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan APBN regional DKI Jakarta (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735820/pendapatan-dki-jakarta-tembus-rp1-435-8-triliun-ditopang-pajak-iU5uSDdg4J.jpg</image><title>Pendapatan APBN regional DKI Jakarta (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Realisasi pendapatan dan hibah APBN Regional DKI Jakarta sampai dengan 30 November 2022 mencapai Rp1.435,87 triliun atau 148,53% dari target. Hal ini mencerminkan ekonomi pada wilayah DKI Jakarta makin menguat.
BACA JUGA:7 Fakta APBN 2022 Sehat, Defisit Rp237,7 Triliun dan Penerimaan Pajak Capai Rp1.634 Trilliun

Sementara itu, pagu belanja terealisasi sebesar Rp563,99 triliun atau setara 78,84% dari pagu. Peningkatan tersebut ditopang kenaikan realisasi perpajakan sebesar 48,73% karena tren harga migas dan komoditas yang fluktuatif serta permintaan yang terus membaik dari domestik dan luar negeri, kenaikan realisasi Bea dan Cukai sebesar 37,29% dikarenakan pertumbuhan yang cukup baik pada semua jenis penerimaan kepabeanan dan cukai, serta kenaikan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 56,40% karena adanya penjualan BMN yang memberikan kontribusi lebih dari 50%.
BACA JUGA:Sri Mulyani: APBN Bukan Uang Saya tapi Punya Seluruh Masyarakat Indonesia

Ini kemudian berdampak pada surplus regional sebesar Rp889,23 triliun atau setara 330,87% dari target. Adapun angka inflasi pada November 2022 sebesar 0,05% month-to-month (mtm), 3,64% year-to-date (ytd), dan 4,11% year-on-year (yoy).
&amp;ldquo;Adapun dengan penerbitan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2022 tentang Pengurusan Piutang Negara oleh PUPN, diharapkan mempercepat dan memperkuat pengurusan piutang negara,&quot; sebut Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil Ditjen Kekayaan Negara DKI Jakarta Didik Hariyanto di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada triwulan III-2022, konsumsi rumah tangga wilayah DKI Jakarta  mengalami pertumbuhan sebesar 5,71% (yoy) sejalan dengan pertumbuhan  ekonomi sebesar 5,94% (yoy).
Pemerintah melalui belanja APBN terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
&quot;Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP)  sebesar 0,46 poin atau menjadi menjadi sebesar 105,71 poin, dan  meningkatnya Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 0,26 poin atau menjadi  sebesar 104,15 poin pada periode November 2022,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Realisasi pendapatan dan hibah APBN Regional DKI Jakarta sampai dengan 30 November 2022 mencapai Rp1.435,87 triliun atau 148,53% dari target. Hal ini mencerminkan ekonomi pada wilayah DKI Jakarta makin menguat.
BACA JUGA:7 Fakta APBN 2022 Sehat, Defisit Rp237,7 Triliun dan Penerimaan Pajak Capai Rp1.634 Trilliun

Sementara itu, pagu belanja terealisasi sebesar Rp563,99 triliun atau setara 78,84% dari pagu. Peningkatan tersebut ditopang kenaikan realisasi perpajakan sebesar 48,73% karena tren harga migas dan komoditas yang fluktuatif serta permintaan yang terus membaik dari domestik dan luar negeri, kenaikan realisasi Bea dan Cukai sebesar 37,29% dikarenakan pertumbuhan yang cukup baik pada semua jenis penerimaan kepabeanan dan cukai, serta kenaikan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 56,40% karena adanya penjualan BMN yang memberikan kontribusi lebih dari 50%.
BACA JUGA:Sri Mulyani: APBN Bukan Uang Saya tapi Punya Seluruh Masyarakat Indonesia

Ini kemudian berdampak pada surplus regional sebesar Rp889,23 triliun atau setara 330,87% dari target. Adapun angka inflasi pada November 2022 sebesar 0,05% month-to-month (mtm), 3,64% year-to-date (ytd), dan 4,11% year-on-year (yoy).
&amp;ldquo;Adapun dengan penerbitan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2022 tentang Pengurusan Piutang Negara oleh PUPN, diharapkan mempercepat dan memperkuat pengurusan piutang negara,&quot; sebut Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil Ditjen Kekayaan Negara DKI Jakarta Didik Hariyanto di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada triwulan III-2022, konsumsi rumah tangga wilayah DKI Jakarta  mengalami pertumbuhan sebesar 5,71% (yoy) sejalan dengan pertumbuhan  ekonomi sebesar 5,94% (yoy).
Pemerintah melalui belanja APBN terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
&quot;Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP)  sebesar 0,46 poin atau menjadi menjadi sebesar 105,71 poin, dan  meningkatnya Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 0,26 poin atau menjadi  sebesar 104,15 poin pada periode November 2022,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
