<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Kinerja Ekspor Impor Jakarta hingga November 2022</title><description>Kinerja neraca perdagangan pada regional DKI Jakarta sedikit mengalami perlambatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022"/><item><title>Intip Kinerja Ekspor Impor Jakarta hingga November 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022-PHF61fAGhY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja ekspor impor DKI Jakarta (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/320/2735884/intip-kinerja-ekspor-impor-jakarta-hingga-november-2022-PHF61fAGhY.jpeg</image><title>Kinerja ekspor impor DKI Jakarta (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kinerja neraca perdagangan pada regional DKI Jakarta sedikit mengalami perlambatan. Ekspor DKI Jakarta pada November 2022 tercatat sebesar USD4,43 miliar atau turun 3,27% dibandingkan Oktober 2022.
&quot;Sedangkan pada sisi impor November 2022 sebesar USD7,02 miliar, mengalami peningkatan sebesar 8,50% dibandingkan Oktober 2022,&quot; ujar Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Alfiker Siringoringo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Terbitkan Aturan Ekspor Terbaru Berlaku 1 Januari 2023, Begini Isinya

Pihaknya mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,94% secara year-on-year(yoy).
&quot;Hanya saja, kinerja belanja melambat. Belanja APBN wilayah DKI Jakarta hingga 30 November 2022 terealisasi sebesar Rp563,99 triliun atau 78,84% dari pagu, mengalami penurunan sebesar 6,68%,&quot; ucap Alfiker.
BACA JUGA:Ini Manfaat Larangan Ekspor Bijih Bauksit

Hanya saja, ada peningkatan pada Belanja Modal, Belanja Pegawai, dan Belanja Sosial secara berturut-turut sebesar 15,22%, 6,13%, dan 5,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNy80LzE1OTYwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Penerimaan dalam negeri DKI Jakarta hingga 30 November 2022 berhasil  mencapai Rp1.435,87 triliun atau 148,53% dari target, naik 49,97%  dibandingkan periode yang sama tahun 2021,&quot; ucap Alfiker.
Peningkatan tersebut ditopang kenaikan realisasi perpajakan sebesar  48,73% karena tren harga migas dan komoditas yang fluktuatif serta  permintaan yang terus membaik dari domestik dan luar negeri.
&quot;Ini juga didorong kenaikan realisasi Bea dan Cukai sebesar 37,29%  dikarenakan pertumbuhan yang cukup baik pada semua jenis penerimaan  kepabeanan dan cukai, serta kenaikan realisasi Penerimaan Negara Bukan  Pajak (PNBP) sebesar 56,40% karena adanya penjualan BMN yang memberikan  kontribusi lebih dari 50%,&quot; tandas Alfiker.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kinerja neraca perdagangan pada regional DKI Jakarta sedikit mengalami perlambatan. Ekspor DKI Jakarta pada November 2022 tercatat sebesar USD4,43 miliar atau turun 3,27% dibandingkan Oktober 2022.
&quot;Sedangkan pada sisi impor November 2022 sebesar USD7,02 miliar, mengalami peningkatan sebesar 8,50% dibandingkan Oktober 2022,&quot; ujar Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Alfiker Siringoringo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (28/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Terbitkan Aturan Ekspor Terbaru Berlaku 1 Januari 2023, Begini Isinya

Pihaknya mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,94% secara year-on-year(yoy).
&quot;Hanya saja, kinerja belanja melambat. Belanja APBN wilayah DKI Jakarta hingga 30 November 2022 terealisasi sebesar Rp563,99 triliun atau 78,84% dari pagu, mengalami penurunan sebesar 6,68%,&quot; ucap Alfiker.
BACA JUGA:Ini Manfaat Larangan Ekspor Bijih Bauksit

Hanya saja, ada peningkatan pada Belanja Modal, Belanja Pegawai, dan Belanja Sosial secara berturut-turut sebesar 15,22%, 6,13%, dan 5,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNy80LzE1OTYwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Penerimaan dalam negeri DKI Jakarta hingga 30 November 2022 berhasil  mencapai Rp1.435,87 triliun atau 148,53% dari target, naik 49,97%  dibandingkan periode yang sama tahun 2021,&quot; ucap Alfiker.
Peningkatan tersebut ditopang kenaikan realisasi perpajakan sebesar  48,73% karena tren harga migas dan komoditas yang fluktuatif serta  permintaan yang terus membaik dari domestik dan luar negeri.
&quot;Ini juga didorong kenaikan realisasi Bea dan Cukai sebesar 37,29%  dikarenakan pertumbuhan yang cukup baik pada semua jenis penerimaan  kepabeanan dan cukai, serta kenaikan realisasi Penerimaan Negara Bukan  Pajak (PNBP) sebesar 56,40% karena adanya penjualan BMN yang memberikan  kontribusi lebih dari 50%,&quot; tandas Alfiker.</content:encoded></item></channel></rss>
