<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Austindo Nusantara (ANJT) Targetkan Produksi CPO Naik 10% di 2023</title><description>PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menargetkan produksi CPO atau minyak sawit mentah naik 10% pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023"/><item><title>Austindo Nusantara (ANJT) Targetkan Produksi CPO Naik 10% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023-0VWjHw9p2M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ANJT targetkan kenaikan produksi sawit tahun depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/278/2736416/austindo-nusantara-anjt-targetkan-produksi-cpo-naik-10-di-2023-0VWjHw9p2M.jpg</image><title>ANJT targetkan kenaikan produksi sawit tahun depan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menargetkan produksi CPO atau minyak sawit mentah naik 10% pada 2023. ANJT optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan produksi CPO meski dibayangi cuaca yang ekstrem.
&quot;Kami menargetkan pertumbuhan produksi CPO kurang lebih sebesar 10% di tahun 2023,&quot;kata Direktur Keuangan ANJT, Nopri Pitoy dilansir dari Harian Neraca, Kamis (29/12/2022).
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Teken Perjanjian Kerja Sama Rp124,1 Miliar untuk Laboratorium Sawit

Produksi CPO pada tahun 2023 akan dibayangi oleh cuaca ekstrem. Hal tersebut berpotensi menghambat proses penanaman dan panen CPO perusahaan. Meski demikian, ANJT tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan produksi pada tahun depan.
Hal ini didukung oleh penambahan area perkebunan yang menghasilkan pada wilayah Papua mulai tahun 2023. Selain itu, ANJT juga telah melakukan penanaman kembali atau replanting di perkebunannya di wilayah Belitung dan Sumatera Utara 1.
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Buyback Global Bond

Selanjutnya, perusahaan juga membidik peningkatan produksi dari perkebunan yang masuk dalam kategori prime. Perkebunan tersebut, lanjut Nopri, terutama berada di wikayah Kalimantan dan Sumatera Utara II. Seiring dengan hal tersebut, ANJT juga optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada tahun depan.
Meski demikian, Nopri tidak memberikan detail secara rinci terkait target kinerja keuangan perusahaan pada 2023. Sementara itu, dari sisi biaya produksi ANJT menargetkan biaya produksi yang sama dengan tahun lalu di sekitar US$350 per metrik ton. Disampaikannya, pada tahun 2022 biaya produksi telah mengalami kenaikan sekitar 10% akibat kenaikan bahan - bahan seperti pupuk, bahan bakar, biaya gaji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain meningkatkan produksi CPO, ANJT juga akan menggenjot volume  produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun depan. Perusahaan juga akan  berupaya meningkatkan ekstraksi minyak dengan memaksimalkan fungsi mill  dan peningkatan kualitas grading. Di kuartal tiga 2022, ANJT membukukan  laba bersih sebesar USD21,0 juta, turun sebesar USD3,7 juta dibandingkan  dengan laba bersih sebesar USD24,7 juta pada kuartal ketiga 2021.
Perseroan menjelaskan, penurunan laba disebabkan oleh peningkatan  beban pokok pendapatan pada kuartal ketiga 2022 karena pembelian TBS  eksternal yang lebih tinggi dan juga dampak dari kenaikan harga pupuk  dan solar. Direktur Utama ANJT, Kurniawan pernah bilang, dengan  dibukanya kembali kran ekspor serta keringanan berupa pembebasan  pungutan ekspor sampai dengan akhir tahun, prospek bisnis kelapa sawit  masih akan terus tumbuh. &amp;ldquo;Kami perkirakan tren positif produksi CPO akan  berlanjut pada kuartal empat 2022,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menargetkan produksi CPO atau minyak sawit mentah naik 10% pada 2023. ANJT optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan produksi CPO meski dibayangi cuaca yang ekstrem.
&quot;Kami menargetkan pertumbuhan produksi CPO kurang lebih sebesar 10% di tahun 2023,&quot;kata Direktur Keuangan ANJT, Nopri Pitoy dilansir dari Harian Neraca, Kamis (29/12/2022).
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Teken Perjanjian Kerja Sama Rp124,1 Miliar untuk Laboratorium Sawit

Produksi CPO pada tahun 2023 akan dibayangi oleh cuaca ekstrem. Hal tersebut berpotensi menghambat proses penanaman dan panen CPO perusahaan. Meski demikian, ANJT tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan produksi pada tahun depan.
Hal ini didukung oleh penambahan area perkebunan yang menghasilkan pada wilayah Papua mulai tahun 2023. Selain itu, ANJT juga telah melakukan penanaman kembali atau replanting di perkebunannya di wilayah Belitung dan Sumatera Utara 1.
BACA JUGA:Sawit Sumbermas (SSMS) Buyback Global Bond

Selanjutnya, perusahaan juga membidik peningkatan produksi dari perkebunan yang masuk dalam kategori prime. Perkebunan tersebut, lanjut Nopri, terutama berada di wikayah Kalimantan dan Sumatera Utara II. Seiring dengan hal tersebut, ANJT juga optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada tahun depan.
Meski demikian, Nopri tidak memberikan detail secara rinci terkait target kinerja keuangan perusahaan pada 2023. Sementara itu, dari sisi biaya produksi ANJT menargetkan biaya produksi yang sama dengan tahun lalu di sekitar US$350 per metrik ton. Disampaikannya, pada tahun 2022 biaya produksi telah mengalami kenaikan sekitar 10% akibat kenaikan bahan - bahan seperti pupuk, bahan bakar, biaya gaji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain meningkatkan produksi CPO, ANJT juga akan menggenjot volume  produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun depan. Perusahaan juga akan  berupaya meningkatkan ekstraksi minyak dengan memaksimalkan fungsi mill  dan peningkatan kualitas grading. Di kuartal tiga 2022, ANJT membukukan  laba bersih sebesar USD21,0 juta, turun sebesar USD3,7 juta dibandingkan  dengan laba bersih sebesar USD24,7 juta pada kuartal ketiga 2021.
Perseroan menjelaskan, penurunan laba disebabkan oleh peningkatan  beban pokok pendapatan pada kuartal ketiga 2022 karena pembelian TBS  eksternal yang lebih tinggi dan juga dampak dari kenaikan harga pupuk  dan solar. Direktur Utama ANJT, Kurniawan pernah bilang, dengan  dibukanya kembali kran ekspor serta keringanan berupa pembebasan  pungutan ekspor sampai dengan akhir tahun, prospek bisnis kelapa sawit  masih akan terus tumbuh. &amp;ldquo;Kami perkirakan tren positif produksi CPO akan  berlanjut pada kuartal empat 2022,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
