<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun Terbebani Stok AS dan Covid-19 di China</title><description>Harga minyak mentah bergerak melemah pada Kamis (29/12/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun Terbebani Stok AS dan Covid-19 di China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china-Yt5iP4XXUa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736294/harga-minyak-dunia-turun-terbebani-stok-as-dan-covid-19-di-china-Yt5iP4XXUa.jpg</image><title>Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak mentah bergerak melemah pada Kamis (29/12/2022) menyusul kabar penurunan stok minyak di Amerika Serikat yang jauh dari ekspektasi.
Koreksi harga dipicu peningkatan kasus Covid-19 di China yang dapat memupus harapan permintaan, kendati Beijing telah melonggarkan sejumlah pembatasan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak Gegara China dan Rusia

Minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,5%, menjadi USD82,84 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 50 sen, atau 0,6%, menjadi USD78,46 per barel.
Persediaan minyak mentah AS turun sekitar 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 23 Desember 2022, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Angka tersebut kurang dari yang diharapkan dari perkiraan 1,5 juta barel, sebagaimana diproyeksikan analis. Pemerintah AS akan merilis angka mingguan terbarunya hari ini.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Moskow Bakal Pangkas Produksi

Tolok ukur harga minyak dunia itu juga sedang diterpa ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun depan mengingat Federal Reserve tetap bersikeras untuk menahan gejolak inflasi meskipun risikonya adalah perlambatan ekonomi alias resesi.Kendati demikian, penurunan harga dimungkinkan akan terbatas karena sentimen pemulihan ekonomi di China dan pemangkasan ekspor minyak dari Rusia akan mendongkrak harga kembali, dilansir Reuters.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin akan melarang ekspor minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari 2023 selama lima bulan ke negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap harga jual Moskow.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak mentah bergerak melemah pada Kamis (29/12/2022) menyusul kabar penurunan stok minyak di Amerika Serikat yang jauh dari ekspektasi.
Koreksi harga dipicu peningkatan kasus Covid-19 di China yang dapat memupus harapan permintaan, kendati Beijing telah melonggarkan sejumlah pembatasan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak Gegara China dan Rusia

Minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,5%, menjadi USD82,84 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 50 sen, atau 0,6%, menjadi USD78,46 per barel.
Persediaan minyak mentah AS turun sekitar 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 23 Desember 2022, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Angka tersebut kurang dari yang diharapkan dari perkiraan 1,5 juta barel, sebagaimana diproyeksikan analis. Pemerintah AS akan merilis angka mingguan terbarunya hari ini.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Moskow Bakal Pangkas Produksi

Tolok ukur harga minyak dunia itu juga sedang diterpa ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun depan mengingat Federal Reserve tetap bersikeras untuk menahan gejolak inflasi meskipun risikonya adalah perlambatan ekonomi alias resesi.Kendati demikian, penurunan harga dimungkinkan akan terbatas karena sentimen pemulihan ekonomi di China dan pemangkasan ekspor minyak dari Rusia akan mendongkrak harga kembali, dilansir Reuters.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin akan melarang ekspor minyak mentah dan produk minyak mulai 1 Februari 2023 selama lima bulan ke negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap harga jual Moskow.</content:encoded></item></channel></rss>
