<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Wapres: Idenya yang Kuat Menolong yang Lemah</title><description>Wacana tarif KRL si kaya dan si miskin menjadi polemik di tengah masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah"/><item><title>Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Wapres: Idenya yang Kuat Menolong yang Lemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah-RhEJvMr1nw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tarif KRL si kaya dan si miskin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736364/tarif-krl-si-kaya-dan-si-miskin-wapres-idenya-yang-kuat-menolong-yang-lemah-RhEJvMr1nw.jpg</image><title>Tarif KRL si kaya dan si miskin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wacana tarif KRL si kaya dan si miskin menjadi polemik di tengah masyarakat. Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin pun menanggapi wacana tarif KRL untuk si kaya dan si miskin.
Wapres mengatakan ide dari Menhub ini baik untuk cross subsidy atau subsidi silang.
BACA JUGA:Kemenhub Bedakan Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Wapres: Perlu Diuji Coba Dulu

&amp;ldquo;Kalau idenya kan memang baik supaya yang kuat itu menolong yang lemah dan memang pembebanan itu supaya juga disesuaikan dengan daya pikulnya, istilahnya cross subsidy, yang kuat membantu yang lemah, itu idenya sudah betul,&amp;rdquo; kata Wapres dalam keterangan resminya di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (29/12/2022).
Meskipun, Wapres menegaskan bahwa kebijakan ini harus dikaji secara matang. &amp;ldquo;Apakah nanti implementasinya seperti apa, mungkin perlu diuji coba dulu, diuji coba dulu seperti apa hasilnya, bagaimana kekurangan-kekurangannya,&amp;rdquo; kata Wapres.
BACA JUGA:Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Kemenhub: Masih Dikaji

&amp;ldquo;Sebab satu ide yang baik itu kadang-kadang juga perlu implementasinya perlu dicoba, dipaskan, ditepatkan sehingga nanti gimana hal-hal yang perlu diperbaiki. Karena ini suatu ide yang ingin diterapkan dalam rangka cross subsidy, pemerintah akan melakukan uji coba terlebih dahulu,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi juga telah menegaskan bahwa  pembedaan pemberian tarif tersebut merupakan pemberian subsidi tepat  guna.
&amp;ldquo;Insya Allah sampai tahun 2023 tidak naik. Tapi, nanti pakai kartu.  Jadi yang sudah berdasi bukan apa-apa ya, (Berdasi kemampuan  finansialnya tinggi) mesti bayar lain (tidak ada subsidi). Jadi sampai  2023 kita rencanakan tidak naik,&amp;rdquo; kata Menhub dalam Jumpa Pers Akhir  Tahun Kemenhub, Capaian Kinerja 2022 dan Rencana Kerja Kemenhub 2023 di  Jakarta, Selasa, 27 Desember 2022.
Diketahui, Kemenhub mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp3,2  triliun untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (public service  obligation/PSO) di bidang kereta api untuk tahun 2022. Di mana 55%  disubsidi oleh pemerintah, sementara 45% sisanya ditanggung oleh  penumpang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wacana tarif KRL si kaya dan si miskin menjadi polemik di tengah masyarakat. Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin pun menanggapi wacana tarif KRL untuk si kaya dan si miskin.
Wapres mengatakan ide dari Menhub ini baik untuk cross subsidy atau subsidi silang.
BACA JUGA:Kemenhub Bedakan Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Wapres: Perlu Diuji Coba Dulu

&amp;ldquo;Kalau idenya kan memang baik supaya yang kuat itu menolong yang lemah dan memang pembebanan itu supaya juga disesuaikan dengan daya pikulnya, istilahnya cross subsidy, yang kuat membantu yang lemah, itu idenya sudah betul,&amp;rdquo; kata Wapres dalam keterangan resminya di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (29/12/2022).
Meskipun, Wapres menegaskan bahwa kebijakan ini harus dikaji secara matang. &amp;ldquo;Apakah nanti implementasinya seperti apa, mungkin perlu diuji coba dulu, diuji coba dulu seperti apa hasilnya, bagaimana kekurangan-kekurangannya,&amp;rdquo; kata Wapres.
BACA JUGA:Tarif KRL si Kaya dan si Miskin, Kemenhub: Masih Dikaji

&amp;ldquo;Sebab satu ide yang baik itu kadang-kadang juga perlu implementasinya perlu dicoba, dipaskan, ditepatkan sehingga nanti gimana hal-hal yang perlu diperbaiki. Karena ini suatu ide yang ingin diterapkan dalam rangka cross subsidy, pemerintah akan melakukan uji coba terlebih dahulu,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi juga telah menegaskan bahwa  pembedaan pemberian tarif tersebut merupakan pemberian subsidi tepat  guna.
&amp;ldquo;Insya Allah sampai tahun 2023 tidak naik. Tapi, nanti pakai kartu.  Jadi yang sudah berdasi bukan apa-apa ya, (Berdasi kemampuan  finansialnya tinggi) mesti bayar lain (tidak ada subsidi). Jadi sampai  2023 kita rencanakan tidak naik,&amp;rdquo; kata Menhub dalam Jumpa Pers Akhir  Tahun Kemenhub, Capaian Kinerja 2022 dan Rencana Kerja Kemenhub 2023 di  Jakarta, Selasa, 27 Desember 2022.
Diketahui, Kemenhub mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp3,2  triliun untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (public service  obligation/PSO) di bidang kereta api untuk tahun 2022. Di mana 55%  disubsidi oleh pemerintah, sementara 45% sisanya ditanggung oleh  penumpang.</content:encoded></item></channel></rss>
