<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Beri Rp1 Triliun untuk UMKM Bisa Ekspor</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode November tercatat sebesar 5,6% (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor"/><item><title>Sri Mulyani Beri Rp1 Triliun untuk UMKM Bisa Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor-XOMWMLMqwd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736500/sri-mulyani-beri-rp1-triliun-untuk-umkm-bisa-ekspor-XOMWMLMqwd.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode November tercatat sebesar 5,6% (yoy). Dari sisi neraca perdagangan, Indonesia kembali mencetak surplus sebesar USD5,16 miliar, ditandai dengan kinerja ekspor yang baik selama 30 bulan berturut-turut.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kondisi ekonomi global yang cukup dinamis dan cenderung memberikan risiko terhadap berbagai perkembangan yang terjadi, perlu dilakukan upaya untuk memastikan terjaganya pertumbuhan ekspor nasional di masa yang akan datang.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Pasar Keuangan RI Masih Terjaga di Tengah Tekanan Global

&amp;ldquo;Dengan kondisi dunia yang sedang sibuk menekan inflasi antara lain, yang diwujudkan dengan kenaikan suku bunga, akan menyebabkan kelemahan dari kinerja ekonomi negara-negara destinasi ekspor kita. Sehingga kita juga harus mewaspadai pengaruhnya kepada kinerja ekspor kita ke depan,&amp;rdquo; ujar dia dikutip di Jakarta, Kamis (29/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di tengah situasi pasca pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia yang tetap bertahan dalam menyangga kebutuhan rantai pasok yang melibatkan jutaan pekerja.
BACA JUGA:Utang Indonesia Tembus Rp7.554,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman dan Wajar

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu lembaga keuangan yang mendapatkan penugasan untuk membantu pelaku UKM.Hal ini dalam bentuk Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Usaha Kecil Menengah (PKE UKM) ditujukan dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode November tercatat sebesar 5,6% (yoy). Dari sisi neraca perdagangan, Indonesia kembali mencetak surplus sebesar USD5,16 miliar, ditandai dengan kinerja ekspor yang baik selama 30 bulan berturut-turut.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kondisi ekonomi global yang cukup dinamis dan cenderung memberikan risiko terhadap berbagai perkembangan yang terjadi, perlu dilakukan upaya untuk memastikan terjaganya pertumbuhan ekspor nasional di masa yang akan datang.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Pasar Keuangan RI Masih Terjaga di Tengah Tekanan Global

&amp;ldquo;Dengan kondisi dunia yang sedang sibuk menekan inflasi antara lain, yang diwujudkan dengan kenaikan suku bunga, akan menyebabkan kelemahan dari kinerja ekonomi negara-negara destinasi ekspor kita. Sehingga kita juga harus mewaspadai pengaruhnya kepada kinerja ekspor kita ke depan,&amp;rdquo; ujar dia dikutip di Jakarta, Kamis (29/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di tengah situasi pasca pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia yang tetap bertahan dalam menyangga kebutuhan rantai pasok yang melibatkan jutaan pekerja.
BACA JUGA:Utang Indonesia Tembus Rp7.554,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman dan Wajar

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu lembaga keuangan yang mendapatkan penugasan untuk membantu pelaku UKM.Hal ini dalam bentuk Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Usaha Kecil Menengah (PKE UKM) ditujukan dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
