<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmikan Hunian Tetap Usai Badai Siklon di NTB, Ini Harapan Jokowi</title><description>Jokowi meresmikan hunian tetap (huntap) pascabencana badai siklon tropis seroja di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi"/><item><title>Resmikan Hunian Tetap Usai Badai Siklon di NTB, Ini Harapan Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi-2O3OAP9wBu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/470/2736351/resmikan-hunian-tetap-usai-badai-siklon-di-ntb-ini-harapan-jokowi-2O3OAP9wBu.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan hunian tetap (huntap) pascabencana badai siklon tropis seroja di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Jokowi berharap hunian tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan lebih baik bagi masyarakat.
BACA JUGA:Jokowi Tetapkan Cuti Bersama PNS pada 2023, Ada 8 Hari!

&quot;Kita harapkan nanti menjadi sebuah kompleks perumahan yang asri yang saya melihat pasti jauh lebih baik dari yang lama,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya, Kamis (29/12/2022).
Jokowi menjelaskan bahwa hunian tersebut dibangun pemerintah dalam rangka relokasi pascabadai siklon tropis seroja yang menyebabkan banyak rumah warga rusak. Selain itu, hunian tersebut juga dibangun di lokasi baru yang jauh dari bantaran sungai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Di Kabupaten Bima sebanyak 185 rumah dan di Kabupaten Dompu sebanyak 107 rumah, semuanya sudah selesai,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila Sumbawa Senilai Rp1,7 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada para penerima huntap. Dirinya menyebut bahwa huntap tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas umum (fasum) yang dapat mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat.&quot;Dengan fasilitas umum yang bapak ibu juga lihat, ada masjidnya alhamdulillah dan ada fasum-fasum yang lainnya,&quot; kata Jokowi.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA) dengan tipe 36 dan dibangun di atas lahan seluas 108 meter persegi. Masa pelaksanaan pembangunan dimulai pada Mei 2021 dan selesai pada Maret 2022 dengan total biaya pembangunan Rp57,3 miliar.
&quot;Masyarakat telah menghuni di sini sejak awal tahun 2022 dan kami berharap upaya ini dapat memulihkan kembali yang terdampak untuk bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan lebih layak,&quot; kata Iwan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan hunian tetap (huntap) pascabencana badai siklon tropis seroja di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Jokowi berharap hunian tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan lebih baik bagi masyarakat.
BACA JUGA:Jokowi Tetapkan Cuti Bersama PNS pada 2023, Ada 8 Hari!

&quot;Kita harapkan nanti menjadi sebuah kompleks perumahan yang asri yang saya melihat pasti jauh lebih baik dari yang lama,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya, Kamis (29/12/2022).
Jokowi menjelaskan bahwa hunian tersebut dibangun pemerintah dalam rangka relokasi pascabadai siklon tropis seroja yang menyebabkan banyak rumah warga rusak. Selain itu, hunian tersebut juga dibangun di lokasi baru yang jauh dari bantaran sungai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Di Kabupaten Bima sebanyak 185 rumah dan di Kabupaten Dompu sebanyak 107 rumah, semuanya sudah selesai,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila Sumbawa Senilai Rp1,7 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada para penerima huntap. Dirinya menyebut bahwa huntap tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas umum (fasum) yang dapat mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat.&quot;Dengan fasilitas umum yang bapak ibu juga lihat, ada masjidnya alhamdulillah dan ada fasum-fasum yang lainnya,&quot; kata Jokowi.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA) dengan tipe 36 dan dibangun di atas lahan seluas 108 meter persegi. Masa pelaksanaan pembangunan dimulai pada Mei 2021 dan selesai pada Maret 2022 dengan total biaya pembangunan Rp57,3 miliar.
&quot;Masyarakat telah menghuni di sini sejak awal tahun 2022 dan kami berharap upaya ini dapat memulihkan kembali yang terdampak untuk bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan lebih layak,&quot; kata Iwan.</content:encoded></item></channel></rss>
