<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>64 Perusahaan Antre IPO, OJK: Ada yang Nilainya di Atas Rp1 Triliun</title><description>64 perusahaan antre penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun"/><item><title>64 Perusahaan Antre IPO, OJK: Ada yang Nilainya di Atas Rp1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun-SNQU5WOPXJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">64 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737109/64-perusahaan-antre-ipo-ojk-ada-yang-nilainya-di-atas-rp1-triliun-SNQU5WOPXJ.jpg</image><title>64 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 64 perusahaan antre penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2023. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan aksi dengan nilai di atas Rp1 triliun masih akan terjadi di pasar modal pada tahun depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menjelaskan, aksi IPO saham di atas Rp1 triliun masih berpeluang terjadi pada 2023. Disampaikannya, ada sejumlah rencana penawaran umum perdana saham dengan nilai di atas Rp1 triliun pada pipeline OJK.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

&amp;ldquo;Tidak hanya 1 IPO di atas Rp1 triliun, ini masih proses dan ada di pipeline. Kapan akan masuk dan segala macamnya Insya Allah tahun depan,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (30/12/2022).
Meski demikian, Inarno mengatakan, rencana IPO tersebut masih dapat berubah sewaktu&amp;ndash;waktu. Menurutnya, realisasi IPO tersebut akan amat bergantung pada kesiapan calon emiten, kondisi pasar, dan faktor&amp;ndash;faktor lainnya. Disebutkan, jumlah rencana IPO yang ada di pipeline OJK pada tahun depan adalah sebanyak 64 calon perusahaan. Sementara itu, total rencana rights issue ada sebanyak 12 perusahaan di pipeline OJK.
BACA JUGA:4 Aksi Emiten di Akhir Perdagangan 2022 

Secara keseluruhan, total rencana penawaran umum dari aksi IPO, rights issue, dan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai 90 emiten. Sementara itu, Inarno menjelaskan hingga 28 Desember 2022 OJK telah mencatat 224 aktivitas emisi penghimpunan dana yang terdiri dari saham, obligasi, dan sukuk dengan total nilai penawaran umum mencapai Rp266,41 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas 123 aktivitas Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS, 44 Penawaran Umum Terbatas (PUT), dan 57 penawaran umum perdana saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Catatan tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan total dana  terhimpun pada 2021 lalu dengan Rp363,29 triliun dari 194 aktivitas  penawaran umum. Sebelumnya, BEI mencatat sebanyak 59 perusahaan  melakukan IPO tahun ini. Dengan demikian, sebanyak 825 perusahaan telah  mencatatkan sahamnya di BEI.
Kemudian total dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp33,06 triliun.  Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak swastanisasi Bursa Efek  pada tahun 1992. Selain itu, pencapaian ini juga merupakan IPO terbanyak  di kawasan ASEAN selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2019.
Lebih lanjut, BEI mencatat IHSG mencapai level 6.850,52 pada tanggal  28 Desember 2022. Level tersebut lebih tinggi 4,09% dibanding posisi 30  Desember 2021. IHSG sempat mencetak rekor baru di level 7.318,016 pada  13 September 2022. Kemudian, kapitalisasi pasar pada 28 Desember 2022  mencapai Rp9.509 triliun atau naik 15,2% dibandingkan posisi akhir tahun  2021 yakni Rp8.256 triliun, dan juga sempat menembus rekor baru sebesar  Rp9.600 triliun pada 27 Desember 2022.
Sementara, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat Rp14,7  triliun atau naik 10% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp13,4  triliun. Selanjutnya, frekuensi transaksi harian sebanyak 1,31 juta kali  transaksi atau naik 1,1% dibandingkan akhir tahun 2021. Pertumbuhan  juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian yang telah  mencapai 23,9 miliar saham atau naik 16% dibandingkan akhir tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 64 perusahaan antre penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2023. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan aksi dengan nilai di atas Rp1 triliun masih akan terjadi di pasar modal pada tahun depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menjelaskan, aksi IPO saham di atas Rp1 triliun masih berpeluang terjadi pada 2023. Disampaikannya, ada sejumlah rencana penawaran umum perdana saham dengan nilai di atas Rp1 triliun pada pipeline OJK.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

&amp;ldquo;Tidak hanya 1 IPO di atas Rp1 triliun, ini masih proses dan ada di pipeline. Kapan akan masuk dan segala macamnya Insya Allah tahun depan,&amp;rdquo;ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (30/12/2022).
Meski demikian, Inarno mengatakan, rencana IPO tersebut masih dapat berubah sewaktu&amp;ndash;waktu. Menurutnya, realisasi IPO tersebut akan amat bergantung pada kesiapan calon emiten, kondisi pasar, dan faktor&amp;ndash;faktor lainnya. Disebutkan, jumlah rencana IPO yang ada di pipeline OJK pada tahun depan adalah sebanyak 64 calon perusahaan. Sementara itu, total rencana rights issue ada sebanyak 12 perusahaan di pipeline OJK.
BACA JUGA:4 Aksi Emiten di Akhir Perdagangan 2022 

Secara keseluruhan, total rencana penawaran umum dari aksi IPO, rights issue, dan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai 90 emiten. Sementara itu, Inarno menjelaskan hingga 28 Desember 2022 OJK telah mencatat 224 aktivitas emisi penghimpunan dana yang terdiri dari saham, obligasi, dan sukuk dengan total nilai penawaran umum mencapai Rp266,41 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas 123 aktivitas Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS, 44 Penawaran Umum Terbatas (PUT), dan 57 penawaran umum perdana saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Catatan tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan total dana  terhimpun pada 2021 lalu dengan Rp363,29 triliun dari 194 aktivitas  penawaran umum. Sebelumnya, BEI mencatat sebanyak 59 perusahaan  melakukan IPO tahun ini. Dengan demikian, sebanyak 825 perusahaan telah  mencatatkan sahamnya di BEI.
Kemudian total dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp33,06 triliun.  Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak swastanisasi Bursa Efek  pada tahun 1992. Selain itu, pencapaian ini juga merupakan IPO terbanyak  di kawasan ASEAN selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2019.
Lebih lanjut, BEI mencatat IHSG mencapai level 6.850,52 pada tanggal  28 Desember 2022. Level tersebut lebih tinggi 4,09% dibanding posisi 30  Desember 2021. IHSG sempat mencetak rekor baru di level 7.318,016 pada  13 September 2022. Kemudian, kapitalisasi pasar pada 28 Desember 2022  mencapai Rp9.509 triliun atau naik 15,2% dibandingkan posisi akhir tahun  2021 yakni Rp8.256 triliun, dan juga sempat menembus rekor baru sebesar  Rp9.600 triliun pada 27 Desember 2022.
Sementara, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat Rp14,7  triliun atau naik 10% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp13,4  triliun. Selanjutnya, frekuensi transaksi harian sebanyak 1,31 juta kali  transaksi atau naik 1,1% dibandingkan akhir tahun 2021. Pertumbuhan  juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian yang telah  mencapai 23,9 miliar saham atau naik 16% dibandingkan akhir tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
