<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waran Terstruktur Diburu Investor, Total Transaksi Capai Rp191,1 Miliar</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi waran terstruktur  sejak diluncurkan 19 September 2022 mencapai Rp191,1 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar"/><item><title>Waran Terstruktur Diburu Investor, Total Transaksi Capai Rp191,1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar-7vQZbM7ZbW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waran terstruktur diminati investor (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737151/waran-terstruktur-diburu-investor-total-transaksi-capai-rp191-1-miliar-7vQZbM7ZbW.jpg</image><title>Waran terstruktur diminati investor (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transaksi waran terstruktur diburu investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi waran terstruktur sejak diluncurkan 19 September 2022 mencapai Rp191,1 miliar.
&quot;Dalam 73 hari perdagangan, total transaksi waran terstruktur telah menembus Rp191,1 miliar. Dengan volume transaksi waran terstruktur juga telah mencapai 627,4 juta dengan frekuensi sebanyak 55.767 kali,&quot; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dilansir dari Harian Neraca, Jumat (30/12/2022).
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Saat ini, sudah ada 13 waran terstruktur yang diluncurkan. Di mana waran terstruktur juga mencatatkan rata-rata transaksi harian senilai Rp2,5 miliar, rata-rata volume transaksi harian sebanyak 8,4 juta, dan frekuensi rata-rata harian menembus 743 kali.
&amp;ldquo;Ke depan kami akan melakukan penyempurnaan prosesnya sehingga dapat meningkatkan perdagangan efek waran terstruktur,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:BEI Ubah Penarikan dan Ketentuan Jual Beli Saham, Begini Aturannya

Saat ini tercatat sebanyak 13 produk waran terstruktur  yang telah diluncurkan. Ke-13 produk waran terstruktur tersebut adalah ADRODRCM3A (ADRO), ANTMDRCK3A (ANTM), BBCADRK3A (BBCA), BBRIDRCM3A (BBRI), BMRIDRCK3A (BMRI), BRPTDRCM3A (BRPT), HRUMDRCM3A (HRUM), ICBPDRCM3A (ICBP), INCODRCM3A (INCO), TLKMDRCM3A (TLKM), MDKADRCK3A (MDKA), PGASDRCK3A (PGAS), dan UNVRDRCM3A (UNVR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian mengakhiri perdagangan Kamis (29/12) sore, indeks harga  saham gabungan (IHSG) ditutup naik di tengah koreksi indeks saham utama  di bursa regional Asia. IHSG ditutup melemah 9,56 poin atau 0,14% ke  posisi 6.860,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45  turun 6,18 poin atau 0,66% ke posisi 939,87.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji  seperti dikutip Antara mengatakan, para pelaku investor memanfaatkan  pelemahan indeks untuk melaksanakan buy on weakness atas saham-saham  yang berfundamental bagus. Di sisi lain, lanjut Nafan, para pelaku pasar  juga mengapresiasi kinerja perekonomian Indonesia yang relatif solid di  tengah-tengah terjadinya ketidakpastian global.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi di mana  sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,32%, diikuti sektor  transportasi &amp;amp; logistik dan sektor barang konsumen non primer  masing-masing minus 0,42% dan minus 0,29%.
Sedangkan lima sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling  tinggi yaitu 1,78%, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian  masing-masing 1,25% dan 0,55%. Adapun saham-saham yang mengalami  penguatan terbesar yaitu BOSS, NZIA, PADA, JARR, dan SEMA. Sedangkan  saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, EURO, IPPE,  KIOS, dan ZATA.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transaksi waran terstruktur diburu investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi waran terstruktur sejak diluncurkan 19 September 2022 mencapai Rp191,1 miliar.
&quot;Dalam 73 hari perdagangan, total transaksi waran terstruktur telah menembus Rp191,1 miliar. Dengan volume transaksi waran terstruktur juga telah mencapai 627,4 juta dengan frekuensi sebanyak 55.767 kali,&quot; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dilansir dari Harian Neraca, Jumat (30/12/2022).
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Saat ini, sudah ada 13 waran terstruktur yang diluncurkan. Di mana waran terstruktur juga mencatatkan rata-rata transaksi harian senilai Rp2,5 miliar, rata-rata volume transaksi harian sebanyak 8,4 juta, dan frekuensi rata-rata harian menembus 743 kali.
&amp;ldquo;Ke depan kami akan melakukan penyempurnaan prosesnya sehingga dapat meningkatkan perdagangan efek waran terstruktur,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:BEI Ubah Penarikan dan Ketentuan Jual Beli Saham, Begini Aturannya

Saat ini tercatat sebanyak 13 produk waran terstruktur  yang telah diluncurkan. Ke-13 produk waran terstruktur tersebut adalah ADRODRCM3A (ADRO), ANTMDRCK3A (ANTM), BBCADRK3A (BBCA), BBRIDRCM3A (BBRI), BMRIDRCK3A (BMRI), BRPTDRCM3A (BRPT), HRUMDRCM3A (HRUM), ICBPDRCM3A (ICBP), INCODRCM3A (INCO), TLKMDRCM3A (TLKM), MDKADRCK3A (MDKA), PGASDRCK3A (PGAS), dan UNVRDRCM3A (UNVR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian mengakhiri perdagangan Kamis (29/12) sore, indeks harga  saham gabungan (IHSG) ditutup naik di tengah koreksi indeks saham utama  di bursa regional Asia. IHSG ditutup melemah 9,56 poin atau 0,14% ke  posisi 6.860,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45  turun 6,18 poin atau 0,66% ke posisi 939,87.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji  seperti dikutip Antara mengatakan, para pelaku investor memanfaatkan  pelemahan indeks untuk melaksanakan buy on weakness atas saham-saham  yang berfundamental bagus. Di sisi lain, lanjut Nafan, para pelaku pasar  juga mengapresiasi kinerja perekonomian Indonesia yang relatif solid di  tengah-tengah terjadinya ketidakpastian global.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi di mana  sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,32%, diikuti sektor  transportasi &amp;amp; logistik dan sektor barang konsumen non primer  masing-masing minus 0,42% dan minus 0,29%.
Sedangkan lima sektor meningkat di mana sektor teknologi naik paling  tinggi yaitu 1,78%, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian  masing-masing 1,25% dan 0,55%. Adapun saham-saham yang mengalami  penguatan terbesar yaitu BOSS, NZIA, PADA, JARR, dan SEMA. Sedangkan  saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ISAP, EURO, IPPE,  KIOS, dan ZATA.</content:encoded></item></channel></rss>
