<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Cetak Rekor IPO sejak 1992, Tertinggi se-Asean</title><description>Bursa Efek Indonesia mencetak rekor penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tertinggi sejak 1992.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean"/><item><title>BEI Cetak Rekor IPO sejak 1992, Tertinggi se-Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean-wWCUHFxPnM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO cetak rekor sejak 1992 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/30/278/2737325/bei-cetak-rekor-ipo-sejak-1992-tertinggi-se-asean-wWCUHFxPnM.jpg</image><title>IPO cetak rekor sejak 1992 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak rekor penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tertinggi sejak 1992. IPO tahun ini mencapai 59 perusahaan dengan nilai pendanaan yang diraih mencapai Rp33,06 triliun.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan realisasi perusahaan tercatat itu merupakan level tertinggi sejak swastanisasi bursa pada 1992.
&quot;Sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN dalam lima tahun terakhir,&quot; kata Iman dalam Penutupan Perdagangan BEI Akhir 2022 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/12/2022).
BACA JUGA:BEI Ubah Penarikan dan Ketentuan Jual Beli Saham, Begini Aturannya

Berdasarkan data BEI per 30 November, pertumbuhan perusahaan tercatat atau emiten mencapai 44,9% dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut memimpin lima negara besar di Asia Tenggara, disusul Vietnam (16,9%), Thailand (16,6%), Malaysia (7,2%), dan Filipina (6,7%). Sementara Singapura turun (12,8%).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hingga akhir 2022, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 825  perusahaan. Angka ini masih lebih rendah dari negara tetangga Malaysia  yang mencapai 969 perusahaan tercatat (data 30 November 2022).
Berdasarkan pipeline BEI, saat ini masih terdapat 48 calon emiten  yang bersiap melakukan IPO. Beberapa di antaranya memiliki nilai emisi  lebih dari Rp1 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak rekor penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tertinggi sejak 1992. IPO tahun ini mencapai 59 perusahaan dengan nilai pendanaan yang diraih mencapai Rp33,06 triliun.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan realisasi perusahaan tercatat itu merupakan level tertinggi sejak swastanisasi bursa pada 1992.
&quot;Sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN dalam lima tahun terakhir,&quot; kata Iman dalam Penutupan Perdagangan BEI Akhir 2022 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/12/2022).
BACA JUGA:BEI Ubah Penarikan dan Ketentuan Jual Beli Saham, Begini Aturannya

Berdasarkan data BEI per 30 November, pertumbuhan perusahaan tercatat atau emiten mencapai 44,9% dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut memimpin lima negara besar di Asia Tenggara, disusul Vietnam (16,9%), Thailand (16,6%), Malaysia (7,2%), dan Filipina (6,7%). Sementara Singapura turun (12,8%).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hingga akhir 2022, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 825  perusahaan. Angka ini masih lebih rendah dari negara tetangga Malaysia  yang mencapai 969 perusahaan tercatat (data 30 November 2022).
Berdasarkan pipeline BEI, saat ini masih terdapat 48 calon emiten  yang bersiap melakukan IPO. Beberapa di antaranya memiliki nilai emisi  lebih dari Rp1 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
