<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Utang RI Rp7.554,25 Triliun Masih Aman</title><description>Posisi utang Indonesia tercatat mencapai Rp7.554,25 triliun hingga 30 November 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Utang RI Rp7.554,25 Triliun Masih Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman-ev8sT19j9Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Indonesia masih aman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/320/2736633/sri-mulyani-sebut-utang-ri-rp7-554-25-triliun-masih-aman-ev8sT19j9Q.jpg</image><title>Utang Indonesia masih aman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Posisi utang Indonesia tercatat mencapai Rp7.554,25 triliun hingga 30 November 2022. Hal ini menunjukkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,65%.
Berdasarkan rasio tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa komposisi utang Indonesia terhadap (PDB) masih aman terkendali.
BACA JUGA:Orang RI Ngutang di Pinjol Tembus Rp476,8 Triliun hingga Oktober 2022

&quot;Rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal,&quot; ujarnya dalam publikasi final APBN KITA edisi Desember 2022, dikutip di Jakarta, Kamis (29/12/2022).

BACA JUGA:Utang 5 Negara Ini Sangat Besar ke China, Nasibnya Bagaimana? 


Besaran utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6.697,83 triliun dan pinjaman sebesar Rp856,42 triliun. Berdasarkan jenisnya, utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 88,66% dari seluruh komposisi utang akhir November 2022.
Sedangkan berdasarkan mata uang, utang pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (Rupiah), yaitu 70,36%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Langkah ini menjadi salah satu tameng pemerintah dalam menghadapi  volatilitas yang tinggi pada mata uang asing dan dampaknya terhadap  pembayaran kewajiban utang luar negeri. Dengan strategi utang yang  memprioritaskan penerbitan dalam mata uang Rupiah, porsi utang dengan  mata uang asing ke depan diperkirakan akan terus menurun dan risiko  nilai tukar dapat makin terjaga,&quot; ungkap Sri.
Sementara itu, kepemilikan SBN saat ini didominasi oleh perbankan dan  diikuti Bank Indonesia (BI), sedangkan kepemilikan investor asing terus  menurun sejak tahun 2019 yang mencapai 38,57%, hingga akhir tahun 2021  tercatat 19,05%, dan per 15 Desember 2022 mencapai 14,64%.
&quot;Hal tersebut menunjukkan upaya pemerintah yang konsisten dalam  rangka mencapai kemandirian pembiayaan dan didukung likuiditas domestik  yang cukup. Meski demikian, dampak normalisasi kebijakan moneter  terhadap pasar SBN tetap masih perlu diwaspadai,&quot; tandas Sri.
Baca selengkapnya: Utang Indonesia Tembus Rp7.554,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman dan Wajar</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Posisi utang Indonesia tercatat mencapai Rp7.554,25 triliun hingga 30 November 2022. Hal ini menunjukkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,65%.
Berdasarkan rasio tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa komposisi utang Indonesia terhadap (PDB) masih aman terkendali.
BACA JUGA:Orang RI Ngutang di Pinjol Tembus Rp476,8 Triliun hingga Oktober 2022

&quot;Rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal,&quot; ujarnya dalam publikasi final APBN KITA edisi Desember 2022, dikutip di Jakarta, Kamis (29/12/2022).

BACA JUGA:Utang 5 Negara Ini Sangat Besar ke China, Nasibnya Bagaimana? 


Besaran utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp6.697,83 triliun dan pinjaman sebesar Rp856,42 triliun. Berdasarkan jenisnya, utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai 88,66% dari seluruh komposisi utang akhir November 2022.
Sedangkan berdasarkan mata uang, utang pemerintah didominasi oleh mata uang domestik (Rupiah), yaitu 70,36%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Langkah ini menjadi salah satu tameng pemerintah dalam menghadapi  volatilitas yang tinggi pada mata uang asing dan dampaknya terhadap  pembayaran kewajiban utang luar negeri. Dengan strategi utang yang  memprioritaskan penerbitan dalam mata uang Rupiah, porsi utang dengan  mata uang asing ke depan diperkirakan akan terus menurun dan risiko  nilai tukar dapat makin terjaga,&quot; ungkap Sri.
Sementara itu, kepemilikan SBN saat ini didominasi oleh perbankan dan  diikuti Bank Indonesia (BI), sedangkan kepemilikan investor asing terus  menurun sejak tahun 2019 yang mencapai 38,57%, hingga akhir tahun 2021  tercatat 19,05%, dan per 15 Desember 2022 mencapai 14,64%.
&quot;Hal tersebut menunjukkan upaya pemerintah yang konsisten dalam  rangka mencapai kemandirian pembiayaan dan didukung likuiditas domestik  yang cukup. Meski demikian, dampak normalisasi kebijakan moneter  terhadap pasar SBN tetap masih perlu diwaspadai,&quot; tandas Sri.
Baca selengkapnya: Utang Indonesia Tembus Rp7.554,2 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman dan Wajar</content:encoded></item></channel></rss>
