<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sukses Sanim, Mantan Tukang Becak Jadi Pengusaha Garam</title><description>Patokan kesuksesan seseorang tidak diukur dari gelar atau pendidikan yang tinggi, melainkan usaha dan tekad yang kuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam"/><item><title>Kisah Sukses Sanim, Mantan Tukang Becak Jadi Pengusaha Garam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam-EZ5q7ypyhz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah tukang becak jadi petani garam (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/30/455/2737313/kisah-sukses-sanim-mantan-tukang-becak-jadi-pengusaha-garam-EZ5q7ypyhz.jpg</image><title>Kisah tukang becak jadi petani garam (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Patokan kesuksesan seseorang tidak diukur dari gelar atau pendidikan yang tinggi, melainkan usaha dan tekad yang kuat. Pasalnya, kebanyakan orang sukses di dunia tidak memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi.
Salah satu di antara orang-orang sukses itu adalah Sanim. Sanim merupakan seorang pria asal Cirebon yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan pernah menjadi tukang becak.
BACA JUGA:Strategi agar Petani Garam Bisa Jadi Eksportir

Sanim hanya bersekolah sampai kelas 4 SD. Setelah putus sekolah, Sanim memilih bekerja sebagai tukang becak. Dia mengayuh becak mulai dari pagi hingga sore hari.
Namun sayangnya, pendapatannya sebagai tukang becak hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sehingga dirinya harus mencari pekerjaan lain untuk mendapatkan uang tambahan.
BACA JUGA:Petani Garam Bali Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Sampai pada akhirnya, Sanim dan teman-teman tukang becaknya mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang pada saat itu tengah membuka lowongan besar-besaran. Tanpa berbekal pengalaman dan pengetahuan, Sanim berharap dia bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik, karena mengingat turunnya angka penumpang becaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOS80LzE1NjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring berjalannya waktu, berkat tekadnya yang kuat, keuangan  keluarganya pun mulai membaik dibandingkan saat membecak dulu. Namun,  dia tidak melanjutkan pekerjaannya di sana dan malah memilih  mengundurkan diri untuk membuka usahanya sendiri.
Mundurnya Sanim dipengaruhi oleh kesadarannya atas peluang bisnis  garam yang bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena  itu, dia memilih untuk membuka usaha garam sendiri.
Sanim memulai usaha produksi garam bersama istrinya di sekitar  rumahnya. Lambat laun usahanya semakin berkembang dan mengalami kemajuan  yang sangat pesat. Namun, Samin sempat mengalami kendala soal masalah  modal tidak tahu harus cari di mana.
Tidak putus asa, Sanim pun memberanikan diri untuk meminjam di bank  namun ditolak karena alasan tempat produksi yang dinilai tidak akan  mendapatkan profit. Terus berusaha, akhirnya Sanim pun menemukan bank  yang mau meminjamkannya uang sehingga usahanya bisa maju kembali.
Berkat usaha dan tekad yang kuat ini Sanim mampu meraup keuntungan  yang sangat luar biasa. Di mana setiap bulannya dia bisa menghasilkan  Rp400 juta bahkan lebih, dari produksi pabrik garam.
Adapun, saat ini Sanim sudah memiliki dua pabrik besar sebagai tempat  industri garamnya, dia juga sudah memiliki ratusan karyawan yang  dipekerjakan, dan memiliki sepuluh mobil dari hasil produksi garam  buatannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Patokan kesuksesan seseorang tidak diukur dari gelar atau pendidikan yang tinggi, melainkan usaha dan tekad yang kuat. Pasalnya, kebanyakan orang sukses di dunia tidak memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi.
Salah satu di antara orang-orang sukses itu adalah Sanim. Sanim merupakan seorang pria asal Cirebon yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan pernah menjadi tukang becak.
BACA JUGA:Strategi agar Petani Garam Bisa Jadi Eksportir

Sanim hanya bersekolah sampai kelas 4 SD. Setelah putus sekolah, Sanim memilih bekerja sebagai tukang becak. Dia mengayuh becak mulai dari pagi hingga sore hari.
Namun sayangnya, pendapatannya sebagai tukang becak hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sehingga dirinya harus mencari pekerjaan lain untuk mendapatkan uang tambahan.
BACA JUGA:Petani Garam Bali Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Sampai pada akhirnya, Sanim dan teman-teman tukang becaknya mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang pada saat itu tengah membuka lowongan besar-besaran. Tanpa berbekal pengalaman dan pengetahuan, Sanim berharap dia bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik, karena mengingat turunnya angka penumpang becaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOS80LzE1NjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring berjalannya waktu, berkat tekadnya yang kuat, keuangan  keluarganya pun mulai membaik dibandingkan saat membecak dulu. Namun,  dia tidak melanjutkan pekerjaannya di sana dan malah memilih  mengundurkan diri untuk membuka usahanya sendiri.
Mundurnya Sanim dipengaruhi oleh kesadarannya atas peluang bisnis  garam yang bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena  itu, dia memilih untuk membuka usaha garam sendiri.
Sanim memulai usaha produksi garam bersama istrinya di sekitar  rumahnya. Lambat laun usahanya semakin berkembang dan mengalami kemajuan  yang sangat pesat. Namun, Samin sempat mengalami kendala soal masalah  modal tidak tahu harus cari di mana.
Tidak putus asa, Sanim pun memberanikan diri untuk meminjam di bank  namun ditolak karena alasan tempat produksi yang dinilai tidak akan  mendapatkan profit. Terus berusaha, akhirnya Sanim pun menemukan bank  yang mau meminjamkannya uang sehingga usahanya bisa maju kembali.
Berkat usaha dan tekad yang kuat ini Sanim mampu meraup keuntungan  yang sangat luar biasa. Di mana setiap bulannya dia bisa menghasilkan  Rp400 juta bahkan lebih, dari produksi pabrik garam.
Adapun, saat ini Sanim sudah memiliki dua pabrik besar sebagai tempat  industri garamnya, dia juga sudah memiliki ratusan karyawan yang  dipekerjakan, dan memiliki sepuluh mobil dari hasil produksi garam  buatannya.</content:encoded></item></channel></rss>
