<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPKM Covid-19 Dicabut Dinilai Bisa Bantu Ekonomi RI</title><description>Arsjad Rasjid menyambut baik pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri"/><item><title>PPKM Covid-19 Dicabut Dinilai Bisa Bantu Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri</guid><pubDate>Minggu 01 Januari 2023 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri-46VK0a6PPj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/01/320/2738238/ppkm-covid-19-dicabut-dinilai-bisa-bantu-ekonomi-ri-46VK0a6PPj.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyambut baik pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (30/12/2022).
Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia sudah memasuki status terkendali setelah 8 bulan terakhir parameter penilaian COVID-19 sudah berada dibawah standar WHO.
BACA JUGA:Kunjungi Sentra Tenun, Menparekraf Ingin Sektor Ekonomi Kreatif Bangkit&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kadin melihat rencana ini sudah tepat, dengan syarat kekebalan serta imunitas dari masyarakat tetap harus ditingkatkan melalui vaksinasi booster, yang saat ini masih hampir mencapai 30% per 29 Desember kemarin&amp;rdquo; jelas Arsjad dalam keterangan resminya, Minggu (1/1/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan mengatakan pencabutan PPKM akan menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk menata kembali usahanya, terutama bagi para pelaku usaha yang sempat lesu akibat dampak dari pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Ini 2 Tantangan Utama Ekonomi RI di 2023, Apa Saja?

&amp;ldquo;Mengenai pencabutan PPKM, buat kami sebagai usahawan, pelaku usaha, tentunya sangat menyambut baik rencana ini. Dengan dicabutnya PPKM, maka mobilitas masyarakat akan terus meningkat sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; terangnya.Lebih lanjut dia menuturkan, pencabutan PPKM akan membuat sektor pariwisata dan retail kembali menggeliat. Tahun 2020, sektor pariwisata sangat terpukul namun akhirnya perlahan bangkit.
&amp;ldquo;Jika dilihat dari PDB sektor akomodasi pertumbuhannya sudah normal sepanjang tahun 2022. Retail juga sama, sudah pulih kembali. Investasi juga sudah sesuai target,&amp;rdquo; imbuhnya.
Ia pun menuturkan bahwa industri retail selama 2022 perlahan-lahan tumbuh. Memang selama Maret 2020 hingga Maret
2021 lebih dari 1.500 gerai retail gulung tikar. Namun, kini sektor perdagangan domestik tumbuh dengan baik. Badan Analisa Informasi dan Kebijakan (BAIK) KADIN memproyeksikan sektor ini akan tumbuh sebesar 4,4-4,8% di 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyambut baik pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (30/12/2022).
Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia sudah memasuki status terkendali setelah 8 bulan terakhir parameter penilaian COVID-19 sudah berada dibawah standar WHO.
BACA JUGA:Kunjungi Sentra Tenun, Menparekraf Ingin Sektor Ekonomi Kreatif Bangkit&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kadin melihat rencana ini sudah tepat, dengan syarat kekebalan serta imunitas dari masyarakat tetap harus ditingkatkan melalui vaksinasi booster, yang saat ini masih hampir mencapai 30% per 29 Desember kemarin&amp;rdquo; jelas Arsjad dalam keterangan resminya, Minggu (1/1/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC80LzE1OTY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan mengatakan pencabutan PPKM akan menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk menata kembali usahanya, terutama bagi para pelaku usaha yang sempat lesu akibat dampak dari pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Ini 2 Tantangan Utama Ekonomi RI di 2023, Apa Saja?

&amp;ldquo;Mengenai pencabutan PPKM, buat kami sebagai usahawan, pelaku usaha, tentunya sangat menyambut baik rencana ini. Dengan dicabutnya PPKM, maka mobilitas masyarakat akan terus meningkat sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; terangnya.Lebih lanjut dia menuturkan, pencabutan PPKM akan membuat sektor pariwisata dan retail kembali menggeliat. Tahun 2020, sektor pariwisata sangat terpukul namun akhirnya perlahan bangkit.
&amp;ldquo;Jika dilihat dari PDB sektor akomodasi pertumbuhannya sudah normal sepanjang tahun 2022. Retail juga sama, sudah pulih kembali. Investasi juga sudah sesuai target,&amp;rdquo; imbuhnya.
Ia pun menuturkan bahwa industri retail selama 2022 perlahan-lahan tumbuh. Memang selama Maret 2020 hingga Maret
2021 lebih dari 1.500 gerai retail gulung tikar. Namun, kini sektor perdagangan domestik tumbuh dengan baik. Badan Analisa Informasi dan Kebijakan (BAIK) KADIN memproyeksikan sektor ini akan tumbuh sebesar 4,4-4,8% di 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
