<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp170 Triliun di 2023</title><description>OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp170 triliun hingga akhir 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023"/><item><title>OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp170 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2023 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023-VDXSbr8hEQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/02/278/2738803/ojk-targetkan-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp170-triliun-di-2023-VDXSbr8hEQ.jpg</image><title>OJK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp170 triliun hingga akhir 2023. Target tersebut lebih rendah dibandingkan capaian pada 2022 yang tembus Rp267,73 triliun.
&amp;ldquo;Tahun 2022 ini memang sangat extraordinary, tetapi apabila kita keluarkan yang outliers seperti GOTO atau yang lain-lain, kita ada growth positif. Kira-kira berimbang antara target 2022 dan 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Awal Tahun OJK, Senin (2/1/2023).
BACA JUGA:OJK Sebut 26 Bank di RI Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun

Inarno menjelaskan, saat ini di pipeline masih terdapat 84 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp81,41 triliun, yang di antaranya merupakan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), yang akan dilakukan oleh emiten baru sebanyak 58 perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Melansir lama e-ipo, saat ini terdapat enam perusahaan tengah memasuki masa penawaran umum atau offering yakni, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, PT Sunindo Pratama Tbk, PT Citra Buana Prasida Tbk, PT Data Sinergitama Jaya Tbk, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk, dan PT Mitra Tirta Buwana Tbk.
BACA JUGA:Bursa Saham Eropa Brutal, Ketua OJK: Terjelek sejak 2018

Sementara itu, lima perusahaan lainnya sedang melangsungkan masa penawaran awal atau bookbuilding yakni, PT Lavender Bina Cendikia Tbk, PT Penta Valent Tbk, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, PT Hatten Bali Tbk, dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk.Lebih lanjut, Inarno mengungkapkan, jumlah investor pasar modal di tahun 2022 telah mencapai 10,31 juta investor. Angka tersebut, kata Inarno, merupakan milestone baru bagi industri pasar modal.
&amp;ldquo;Dukungan kemudahan masyarakat mengakses instrumen pasar modal dan perluasan kanal distribusi, terutama secara digital mendukung lonjakan pertumbuhan investor sebesar 37,68% year on year,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp170 triliun hingga akhir 2023. Target tersebut lebih rendah dibandingkan capaian pada 2022 yang tembus Rp267,73 triliun.
&amp;ldquo;Tahun 2022 ini memang sangat extraordinary, tetapi apabila kita keluarkan yang outliers seperti GOTO atau yang lain-lain, kita ada growth positif. Kira-kira berimbang antara target 2022 dan 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Awal Tahun OJK, Senin (2/1/2023).
BACA JUGA:OJK Sebut 26 Bank di RI Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun

Inarno menjelaskan, saat ini di pipeline masih terdapat 84 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp81,41 triliun, yang di antaranya merupakan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), yang akan dilakukan oleh emiten baru sebanyak 58 perusahaan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Melansir lama e-ipo, saat ini terdapat enam perusahaan tengah memasuki masa penawaran umum atau offering yakni, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, PT Sunindo Pratama Tbk, PT Citra Buana Prasida Tbk, PT Data Sinergitama Jaya Tbk, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk, dan PT Mitra Tirta Buwana Tbk.
BACA JUGA:Bursa Saham Eropa Brutal, Ketua OJK: Terjelek sejak 2018

Sementara itu, lima perusahaan lainnya sedang melangsungkan masa penawaran awal atau bookbuilding yakni, PT Lavender Bina Cendikia Tbk, PT Penta Valent Tbk, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, PT Hatten Bali Tbk, dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk.Lebih lanjut, Inarno mengungkapkan, jumlah investor pasar modal di tahun 2022 telah mencapai 10,31 juta investor. Angka tersebut, kata Inarno, merupakan milestone baru bagi industri pasar modal.
&amp;ldquo;Dukungan kemudahan masyarakat mengakses instrumen pasar modal dan perluasan kanal distribusi, terutama secara digital mendukung lonjakan pertumbuhan investor sebesar 37,68% year on year,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
