<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Orang RI Ngutang, Kredit Perbankan Tembus Rp6.347,5 Triliun</title><description>OJK mencatat, kredit perbankan pada November 2022 tumbuh sebesar 11,16% secara tahunan atau year on year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun"/><item><title>Banyak Orang RI Ngutang, Kredit Perbankan Tembus Rp6.347,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2023 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun-EWsyHnaYim.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit Perbankan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/02/320/2738844/banyak-orang-ri-ngutang-kredit-perbankan-tembus-rp6-347-5-triliun-EWsyHnaYim.jpg</image><title>Kredit Perbankan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kredit perbankan pada November 2022 tumbuh sebesar 11,16% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,15% secara tahunan, sementara kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 11,27% dan 9,10%.
BACA JUGA:OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp170 Triliun di 2023

&amp;ldquo;Adapun, secara month to month (mtm), nominal kredit perbankan naik sebesar Rp13,96 triliun menjadi Rp6.347,5 triliun,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Awal Tahun OJK, Senin (2/1/2023).
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2022 tercatat tumbuh 8,78% secara tahunan menjadi Rp7.974 triliun, utamanya didorong peningkatan tabungan dan deposito.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dian menjelaskan, likuiditas industri perbankan pada November 2022 juga dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 134,97% dibandingkan Oktober 2022 sebesar 130,17%, serta Alat Likuid/DPK (AL/DPK) sebesar 30,42% dibandingkan Oktober 2022 yang sebesar 29,46%.
BACA JUGA:OJK Sebut 26 Bank di RI Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun

&amp;ldquo;Jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%,&amp;rdquo; kata Dian.Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa, risiko kredit melanjutkan tren penurunannya dengan rasio net performing loan (NPL) net perbankan sebesar 0,75% (NPL gross: 2,65%). Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 mengalami perkembangan positif dengan mencatatkan penurunan sebesar Rp13,27 triliun menjadi Rp499,87 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,40 juta nasabah.
Sementara itu, posisi Devisa Neto (PDN) per November 2022 tercatat sebesar 2,05%, jauh di bawah threshold 20%. Adapun, Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat meningkat menjadi 25,49% dari posisi Oktober 2022 yang sebesar 25,08%</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kredit perbankan pada November 2022 tumbuh sebesar 11,16% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,15% secara tahunan, sementara kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 11,27% dan 9,10%.
BACA JUGA:OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp170 Triliun di 2023

&amp;ldquo;Adapun, secara month to month (mtm), nominal kredit perbankan naik sebesar Rp13,96 triliun menjadi Rp6.347,5 triliun,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Awal Tahun OJK, Senin (2/1/2023).
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2022 tercatat tumbuh 8,78% secara tahunan menjadi Rp7.974 triliun, utamanya didorong peningkatan tabungan dan deposito.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dian menjelaskan, likuiditas industri perbankan pada November 2022 juga dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 134,97% dibandingkan Oktober 2022 sebesar 130,17%, serta Alat Likuid/DPK (AL/DPK) sebesar 30,42% dibandingkan Oktober 2022 yang sebesar 29,46%.
BACA JUGA:OJK Sebut 26 Bank di RI Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun

&amp;ldquo;Jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%,&amp;rdquo; kata Dian.Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa, risiko kredit melanjutkan tren penurunannya dengan rasio net performing loan (NPL) net perbankan sebesar 0,75% (NPL gross: 2,65%). Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 mengalami perkembangan positif dengan mencatatkan penurunan sebesar Rp13,27 triliun menjadi Rp499,87 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,40 juta nasabah.
Sementara itu, posisi Devisa Neto (PDN) per November 2022 tercatat sebesar 2,05%, jauh di bawah threshold 20%. Adapun, Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat meningkat menjadi 25,49% dari posisi Oktober 2022 yang sebesar 25,08%</content:encoded></item></channel></rss>
