<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut PMI Manufaktur Masih Ekspansif di Akhir 2022, Ini Penopangnya</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur masih terus berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penopangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penopangnya"/><item><title>Sri Mulyani Sebut PMI Manufaktur Masih Ekspansif di Akhir 2022, Ini Penopangnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penopangnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penopangnya</guid><pubDate>Selasa 03 Januari 2023 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penyebabnya-H3UOziJoJC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/03/320/2739362/sri-mulyani-sebut-pmi-manufaktur-masih-ekspansif-di-akhir-2022-ini-penyebabnya-H3UOziJoJC.jpg</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur masih terus berkembang di akhir tahun 2022 dengan penguatan pada output dan permintaan domestik.
&quot;Output sektor manufaktur tumbuh selama 7 bulan berturut-turut, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik. Untuk pembelian juga meningkat selama 16 bulan berturut-turut dan stok pembelian mengalami pertumbuhan,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2022 di Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Dia mengatakan bahwa ini memberikan sinyal kepada PMI Manufaktur untuk terus berproduksi karena memang ada demand dan dari sisi stock juga mengalami pertumbuhan karena adanya keyakinan terhadap pembelian barang-barang yang diproduksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bantah Karyawan Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5%, Sri Mulyani: Itu Salah Banget!
Tak hanya itu saja, meningkatnya permintaan mendorong produsen untuk menambah jumlah tenaga kerja selama 6 bulan berturut dan backlog of works meningkat dalam 2 bulan terakhir.
Selain itu, stock persediaan barang jadi juga mengalami peningkatan di Desember.


&quot;Tekanan inflasi pada seluruh sektor manufaktur Indonesia berkurang, terutama tingkat inflasi biaya input merupakan yang paling rendah sejak bulan November 2020 dan harga output yang terendah sejak Mei 2021,&quot; tambah Sri.
Hanya saja, Sri mencatat bahwa permintaan ekspor masih mengalami kontraksi di bulan Desember 2022.
&quot;Tak hanya itu, suppliers' delivery times memburuk dalam 4 bulan terakhir karena faktor cuaca dan kinerja vendor yang menurun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur masih terus berkembang di akhir tahun 2022 dengan penguatan pada output dan permintaan domestik.
&quot;Output sektor manufaktur tumbuh selama 7 bulan berturut-turut, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik. Untuk pembelian juga meningkat selama 16 bulan berturut-turut dan stok pembelian mengalami pertumbuhan,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2022 di Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Dia mengatakan bahwa ini memberikan sinyal kepada PMI Manufaktur untuk terus berproduksi karena memang ada demand dan dari sisi stock juga mengalami pertumbuhan karena adanya keyakinan terhadap pembelian barang-barang yang diproduksi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bantah Karyawan Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5%, Sri Mulyani: Itu Salah Banget!
Tak hanya itu saja, meningkatnya permintaan mendorong produsen untuk menambah jumlah tenaga kerja selama 6 bulan berturut dan backlog of works meningkat dalam 2 bulan terakhir.
Selain itu, stock persediaan barang jadi juga mengalami peningkatan di Desember.


&quot;Tekanan inflasi pada seluruh sektor manufaktur Indonesia berkurang, terutama tingkat inflasi biaya input merupakan yang paling rendah sejak bulan November 2020 dan harga output yang terendah sejak Mei 2021,&quot; tambah Sri.
Hanya saja, Sri mencatat bahwa permintaan ekspor masih mengalami kontraksi di bulan Desember 2022.
&quot;Tak hanya itu, suppliers' delivery times memburuk dalam 4 bulan terakhir karena faktor cuaca dan kinerja vendor yang menurun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
