<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Anjlok 3%, Kapitalisasi Pasar Apple Turun di Bawah USD2 Triliun</title><description>Saham Apple anjlok lebih dari 3% karena aksi jual di perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun"/><item><title>Saham Anjlok 3%, Kapitalisasi Pasar Apple Turun di Bawah USD2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2023 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun-ejI49QBKj0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham Apple anjlok (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/278/2740093/saham-anjlok-3-kapitalisasi-pasar-apple-turun-di-bawah-usd2-triliun-ejI49QBKj0.jpg</image><title>Saham Apple anjlok (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saham Apple anjlok lebih dari 3% karena aksi jual di perdagangan kemarin. Hal ini membuat kapitalisasi pasar Apple turun di bawah USD2 triliun untuk pertama kalinya pada bulan Mei.
Saham Apple turun USD3,74% ke harga USD130,20 atau setara Rp2,03 juta per saham, angka tersebut merupakan angka terendah dalam 52 minggu. Melansir CNBC, Rabu (4/1/2023), penurunan saham membuat valuasi perusahaan turun menjadi USD1,99 triliun.
BACA JUGA:Wall Street Melemah di Perdagangan Perdana 2023, Saham Apple dan Tesla Jadi Penghambat

Apple pertama kali mencapai valuasi USD2 triliun pada Agustus 2020 sebab pandemi membuat penjualan komputer dan ponsel meningkat untuk keperluan bekerja dan sekolah jarak jauh. Hal ini membuat nilai pasar mencapai lebih dari USD3 triliun dalam waktu singkat selama masa perdagangan pada Januari 2022.
Apple mengalami kendala dengan pengiriman iPhone 14 Pro selama musim liburan, karena pembatasan Covid pada pabrik utamanya di China. Investor juga mewaspadai kenaikan suku bunga dan penurunan kepercayaan konsumen yang dapat mengganggu permintaan produk Apple dengan harga premium.
BACA JUGA:Populer Gadget: Tips Google Drive hingga Fitur Karaoke Apple Music

Baru-baru ini sebuah laporan datang dari analis rantai pasokan Trendforce. Dia mengatakan bahwa pengiriman iPhone Apple menurun 22% pada kuartal Desember. Menurut Nikkei, Apple telah memberi pengumuman kepada para pemasok untuk membuat lebih sedikit komponen produk termasuk AirPods, Apple Watch, dan laptop MacBook.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS85LzE1ODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Apple merupakan perusahaan besar terakhir yang menyerahkan valuasi  sebesar USD2 triliun. Sebelumnya, Microsoft mencapai angka USD2 triliun  tetapi telah lewat dari masa itu pada 2022.
Pasar yang lebih luas turun pada hari Selasa, dengan indeks S&amp;amp;P 500 jatuh hampir di bawah 1% selama masa jual beli.
Sementara pada tahun 2022, kinerja Apple berada di bawah indeks  S&amp;amp;P 500 turun lebih dari 18%. Harga saham Apple turun hampir 27%  pada tahun 2022.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saham Apple anjlok lebih dari 3% karena aksi jual di perdagangan kemarin. Hal ini membuat kapitalisasi pasar Apple turun di bawah USD2 triliun untuk pertama kalinya pada bulan Mei.
Saham Apple turun USD3,74% ke harga USD130,20 atau setara Rp2,03 juta per saham, angka tersebut merupakan angka terendah dalam 52 minggu. Melansir CNBC, Rabu (4/1/2023), penurunan saham membuat valuasi perusahaan turun menjadi USD1,99 triliun.
BACA JUGA:Wall Street Melemah di Perdagangan Perdana 2023, Saham Apple dan Tesla Jadi Penghambat

Apple pertama kali mencapai valuasi USD2 triliun pada Agustus 2020 sebab pandemi membuat penjualan komputer dan ponsel meningkat untuk keperluan bekerja dan sekolah jarak jauh. Hal ini membuat nilai pasar mencapai lebih dari USD3 triliun dalam waktu singkat selama masa perdagangan pada Januari 2022.
Apple mengalami kendala dengan pengiriman iPhone 14 Pro selama musim liburan, karena pembatasan Covid pada pabrik utamanya di China. Investor juga mewaspadai kenaikan suku bunga dan penurunan kepercayaan konsumen yang dapat mengganggu permintaan produk Apple dengan harga premium.
BACA JUGA:Populer Gadget: Tips Google Drive hingga Fitur Karaoke Apple Music

Baru-baru ini sebuah laporan datang dari analis rantai pasokan Trendforce. Dia mengatakan bahwa pengiriman iPhone Apple menurun 22% pada kuartal Desember. Menurut Nikkei, Apple telah memberi pengumuman kepada para pemasok untuk membuat lebih sedikit komponen produk termasuk AirPods, Apple Watch, dan laptop MacBook.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS85LzE1ODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Apple merupakan perusahaan besar terakhir yang menyerahkan valuasi  sebesar USD2 triliun. Sebelumnya, Microsoft mencapai angka USD2 triliun  tetapi telah lewat dari masa itu pada 2022.
Pasar yang lebih luas turun pada hari Selasa, dengan indeks S&amp;amp;P 500 jatuh hampir di bawah 1% selama masa jual beli.
Sementara pada tahun 2022, kinerja Apple berada di bawah indeks  S&amp;amp;P 500 turun lebih dari 18%. Harga saham Apple turun hampir 27%  pada tahun 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
