<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Naik Tajam Imbas Kekhawatiran Resesi Ekonomi</title><description>Harga emas berjangka hari ini naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi"/><item><title>Harga Emas Berjangka Naik Tajam Imbas Kekhawatiran Resesi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2023 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi-U7ygEmFT2d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/320/2739761/harga-emas-berjangka-naik-tajam-imbas-kekhawatiran-resesi-ekonomi-U7ygEmFT2d.jpg</image><title>Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka hari ini naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut didorong oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah dan kekhawatiran resesi ekonomi global menjadikan logam kuning ini sebagai tempat investasi yang aman.
BACA JUGA:Wih! Harga Emas 2023 Diprediksi Tembus Rp46,7 Juta

Dilansir dari Antara, Rabu (4/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD19,9 atau 1,09% menjadi ditutup pada USD1.846,10 per ounce.
Bursa Comex ditutup pada Senin (2/1/2023) untuk hari libur Tahun Baru. Emas menguat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan tiga pusat pertumbuhan utama dunia - Amerika Serikat, Eropa dan China - semuanya mengalami aktivitas yang lebih lemah ketika tahun 2023 dimulai, meningkatkan pertaruhan untuk perlambatan ekonomi global.
BACA JUGA:Awal Tahun 2023, Harga Emas Antam Dibanderol Rp1.026.000/Gram 

&quot;Emas reli kuat ... dan mengumpulkan momentum,&quot; tulis Craig Erlam, analis di platform perdagangan online OANDA, dalam catatan pasar hariannya tentang emas.
&amp;ldquo;Ini bisa menjadi tahun di mana pertumbuhan global melambat secara signifikan dan para pedagang mempertanyakan apakah kebijakan moneter akan dilonggarkan nanti pada tahun 2023. Bank-bank sentral telah menentang keras gagasan tersebut dan saya membayangkan IMF juga akan melakukannya pada saat ini, tetapi kami bisa melihat pasar bergerak ke arah itu jika data tidak terus menghantui kita.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNy80LzE1OTYxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Emas naik pada Selasa (3/1/2023) meskipun dolar rebound, lebih lanjut  menggarisbawahi kekuatan relatif dari logam kuning. Sekarang, semua  mata tertuju pada emas dan dolar karena para pedagang mencoba mencari  tahu kenaikan suku bunga Fed untuk tahun ini.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga  sebesar 25 basis poin ketika bertemu pada Februari, di tengah  meningkatnya tanda-tanda bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya.  Tahun lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin secara  keseluruhan.
Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (3/1/2023) beragam.  Indeks Manajer Pembelian Manufaktur AS dari S&amp;amp;P Global yang  disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada Desember, turun dari 47,7  pada November, tetapi sesuai dengan estimasi flash yang dirilis  sebelumnya.
Data terbaru mengisyaratkan penurunan tercepat dalam kondisi operasi  sejak Mei 2020, dan termasuk yang paling tajam sejak 2009. Analis  mencatat perusahaan lebih berhati-hati dalam hal perekrutan, dan  sebagian besar mempekerjakan pekerja terampil.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konstruksi AS  tumbuh 0,2% ke tingkat tahunan 1,808 triliun dolar AS pada November  setelah turun tipis 0,2% ke tingkat revisi 1,803 triliun dolar pada  Oktober.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 19,6 sen atau  0,82%, menjadi ditutup pada USD24,236 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April naik USD10,4 atau 0,96%, menjadi menetap pada  USD1.093,30 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka hari ini naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut didorong oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah dan kekhawatiran resesi ekonomi global menjadikan logam kuning ini sebagai tempat investasi yang aman.
BACA JUGA:Wih! Harga Emas 2023 Diprediksi Tembus Rp46,7 Juta

Dilansir dari Antara, Rabu (4/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD19,9 atau 1,09% menjadi ditutup pada USD1.846,10 per ounce.
Bursa Comex ditutup pada Senin (2/1/2023) untuk hari libur Tahun Baru. Emas menguat setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan tiga pusat pertumbuhan utama dunia - Amerika Serikat, Eropa dan China - semuanya mengalami aktivitas yang lebih lemah ketika tahun 2023 dimulai, meningkatkan pertaruhan untuk perlambatan ekonomi global.
BACA JUGA:Awal Tahun 2023, Harga Emas Antam Dibanderol Rp1.026.000/Gram 

&quot;Emas reli kuat ... dan mengumpulkan momentum,&quot; tulis Craig Erlam, analis di platform perdagangan online OANDA, dalam catatan pasar hariannya tentang emas.
&amp;ldquo;Ini bisa menjadi tahun di mana pertumbuhan global melambat secara signifikan dan para pedagang mempertanyakan apakah kebijakan moneter akan dilonggarkan nanti pada tahun 2023. Bank-bank sentral telah menentang keras gagasan tersebut dan saya membayangkan IMF juga akan melakukannya pada saat ini, tetapi kami bisa melihat pasar bergerak ke arah itu jika data tidak terus menghantui kita.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNy80LzE1OTYxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Emas naik pada Selasa (3/1/2023) meskipun dolar rebound, lebih lanjut  menggarisbawahi kekuatan relatif dari logam kuning. Sekarang, semua  mata tertuju pada emas dan dolar karena para pedagang mencoba mencari  tahu kenaikan suku bunga Fed untuk tahun ini.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga  sebesar 25 basis poin ketika bertemu pada Februari, di tengah  meningkatnya tanda-tanda bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya.  Tahun lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin secara  keseluruhan.
Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (3/1/2023) beragam.  Indeks Manajer Pembelian Manufaktur AS dari S&amp;amp;P Global yang  disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada Desember, turun dari 47,7  pada November, tetapi sesuai dengan estimasi flash yang dirilis  sebelumnya.
Data terbaru mengisyaratkan penurunan tercepat dalam kondisi operasi  sejak Mei 2020, dan termasuk yang paling tajam sejak 2009. Analis  mencatat perusahaan lebih berhati-hati dalam hal perekrutan, dan  sebagian besar mempekerjakan pekerja terampil.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konstruksi AS  tumbuh 0,2% ke tingkat tahunan 1,808 triliun dolar AS pada November  setelah turun tipis 0,2% ke tingkat revisi 1,803 triliun dolar pada  Oktober.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 19,6 sen atau  0,82%, menjadi ditutup pada USD24,236 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April naik USD10,4 atau 0,96%, menjadi menetap pada  USD1.093,30 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
