<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Banjir Semarang, Menteri Basuki Instruksikan Tambah Kapasitas Pompa dan Pintu Air</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono menginstruksikan penambahan kapasitas pompa dan pintu air untuk mengatasi banjir Semarang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air"/><item><title>Atasi Banjir Semarang, Menteri Basuki Instruksikan Tambah Kapasitas Pompa dan Pintu Air</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2023 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air-lttoH3hoQM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapasitas pompa air ditingkatkan untuk atasi banjir semarang (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/470/2739813/atasi-banjir-semarang-menteri-basuki-instruksikan-tambah-kapasitas-pompa-dan-pintu-air-lttoH3hoQM.jpg</image><title>Kapasitas pompa air ditingkatkan untuk atasi banjir semarang (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono menginstruksikan penambahan kapasitas pompa dan pintu air untuk mengatasi banjir Semarang. Basuki meninjau lokasi banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Semarang, Jawa Tengah, salah satunya di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.
Menteri Basuki mengatakan, banjir yang terjadi kali ini tidak hanya disebabkan banjir rob atau banjir pasang surut air laut, namun juga disebabkan oleh debit air hujan tinggi beberapa hari ke belakang. Sedangkan Rumah pompa yang terpasang masih kurang kapasitasnya untuk menyurutkan banjir dengan cepat.
BACA JUGA:Banjir Semarang, Menteri PUPR Datangkan Mesin Pompa dari Yogyakarta hingga DKI Jakarta

&quot;Penanganan banjir yang ditangani sekarang adalah banjir dari hulu sungai dengan kapasitas pompa di Rumah Pompa Sringin sebesar 10 meter kubik (m3)/detik dan Rumah Tenggang sebesar 12 m3/detik, sedangkan debit hujan kemarin sampai dengan 65 m3/detik. Artinya kapasitas pompa masih kurang,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (4/1/2023).
Untuk itu dikatakan Menteri Basuki, sebagai penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR sudah mendatangkan pompa dari berbagai wilayah untuk menyedot dan menyalurkan air genangan ke laut.
BACA JUGA: Wilayah Pesisir Jakarta Utara Diprediksi Terancam Banjir Rob, Berikut Sebarannya 

Tambahan pompa penyedot air berkapasitas besar diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir di Kaligawe dan jalur jalan Pantai Utara Kota Semarang.
&quot;Hari ini saya datangkan lagi tambahan pompa sekitar 3,5 m3/detik, di antaranya dari Solo (Balai Besar Wilayah Sungai/BBWS Bengawan Solo), Yogya ( BBWS Serayu Opak), Cirebon (BBWS Cimanuk-Cisanggarung), bahkan dari DKI (BBWS Ciliwung Cisadane). Saya harapkan paling lama besok sudah kering,&quot; sambung Menteri Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai penanganan jangka panjang, Menteri Basuki mengatakan akan  menambah jumlah pintu air di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Rumah Pompa  Kali Sringin.
&quot;Jadi nanti penanganannya di Rumah Pompa Sringin akan ditambah  delapan pintu, bukan pompanya. Untuk di Tenggang ada enam pintu, ini  sudah kita pesan pintunya dan akan dipasang,&quot; lanjutnya.
Dijelaskan Menteri Basuki, penanganan banjir di Kota Semarang  dilakukan menggunakan sistem polder, yang mencakup area Semarang Barat,  Semarang Tengah, serta Semarang Timur yang terdiri atas Rumah Pompa  Tenggang dan Sringin.
&quot;Sekarang rob sudah mulai tertangani, apalagi nanti kalau selesai  Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 dengan tanggul laut. Ini penanganan  banjir dari hulu,&quot; kata Menteri Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono menginstruksikan penambahan kapasitas pompa dan pintu air untuk mengatasi banjir Semarang. Basuki meninjau lokasi banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Semarang, Jawa Tengah, salah satunya di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.
Menteri Basuki mengatakan, banjir yang terjadi kali ini tidak hanya disebabkan banjir rob atau banjir pasang surut air laut, namun juga disebabkan oleh debit air hujan tinggi beberapa hari ke belakang. Sedangkan Rumah pompa yang terpasang masih kurang kapasitasnya untuk menyurutkan banjir dengan cepat.
BACA JUGA:Banjir Semarang, Menteri PUPR Datangkan Mesin Pompa dari Yogyakarta hingga DKI Jakarta

&quot;Penanganan banjir yang ditangani sekarang adalah banjir dari hulu sungai dengan kapasitas pompa di Rumah Pompa Sringin sebesar 10 meter kubik (m3)/detik dan Rumah Tenggang sebesar 12 m3/detik, sedangkan debit hujan kemarin sampai dengan 65 m3/detik. Artinya kapasitas pompa masih kurang,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (4/1/2023).
Untuk itu dikatakan Menteri Basuki, sebagai penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR sudah mendatangkan pompa dari berbagai wilayah untuk menyedot dan menyalurkan air genangan ke laut.
BACA JUGA: Wilayah Pesisir Jakarta Utara Diprediksi Terancam Banjir Rob, Berikut Sebarannya 

Tambahan pompa penyedot air berkapasitas besar diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir di Kaligawe dan jalur jalan Pantai Utara Kota Semarang.
&quot;Hari ini saya datangkan lagi tambahan pompa sekitar 3,5 m3/detik, di antaranya dari Solo (Balai Besar Wilayah Sungai/BBWS Bengawan Solo), Yogya ( BBWS Serayu Opak), Cirebon (BBWS Cimanuk-Cisanggarung), bahkan dari DKI (BBWS Ciliwung Cisadane). Saya harapkan paling lama besok sudah kering,&quot; sambung Menteri Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDA1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai penanganan jangka panjang, Menteri Basuki mengatakan akan  menambah jumlah pintu air di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Rumah Pompa  Kali Sringin.
&quot;Jadi nanti penanganannya di Rumah Pompa Sringin akan ditambah  delapan pintu, bukan pompanya. Untuk di Tenggang ada enam pintu, ini  sudah kita pesan pintunya dan akan dipasang,&quot; lanjutnya.
Dijelaskan Menteri Basuki, penanganan banjir di Kota Semarang  dilakukan menggunakan sistem polder, yang mencakup area Semarang Barat,  Semarang Tengah, serta Semarang Timur yang terdiri atas Rumah Pompa  Tenggang dan Sringin.
&quot;Sekarang rob sudah mulai tertangani, apalagi nanti kalau selesai  Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 dengan tanggul laut. Ini penanganan  banjir dari hulu,&quot; kata Menteri Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
