<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Properti Pulih, Harga Sewa Mal Naik?</title><description>Sektor properti ritel atau mal diprediksi pulih dan bisa tumbuh lebih baik pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik"/><item><title>Sektor Properti Pulih, Harga Sewa Mal Naik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik-xGSNtG9umC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga sewa mal bakal naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/470/2740061/sektor-properti-pulih-harga-sewa-mal-naik-xGSNtG9umC.jpg</image><title>Harga sewa mal bakal naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti ritel atau mal diprediksi pulih dan bisa tumbuh lebih baik pada 2023. Hal ini seiring dicabutnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
&quot;Kami melihat bahwa sudah ada kecenderungan sektor ritel pulih, terutama karena bisnis ritel sangat dipengaruhi oleh bagaimana aktivitas di dalam mal sendiri yang sekarang tidak dibatasi lagi,&quot; ujar Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dilansir dari Antara, Rabu (4/1/2023).
BACA JUGA:5 Fakta Industri Manufaktur dan Properti Bakal Cuan di Tahun Baru 2023

Ferry mengatakan, pada  2022 saat PPKM dilonggarkan, pihaknya melihat tingkat kunjungan masyarakat ke mal atau pusat perbelanjaan cukup tinggi, terutama di mal-mal favorit. Hal ini pun akan mempengaruhi harga sewa mal.
&quot;Ini memang salah satu yang membuat prospek tersebut akan lebih baik lagi pada tahun 2023, terbukti bahwa dari sisi pengembang mereka sudah mulai ancang-ancang menaikkan harga sewa dan tentunya mereka juga sudah mengukur kemampuan dari tenan atau riteler itu sendiri bagaimana tenan bisa mengakomodir kenaikan yang diterapkan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Hal ini dikarenakan selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19 pengembang mengalami defisit, sehingga sudah saatnya tarif sewa dinaikkan.
Penyesuaian tarif tidak bisa dipukul rata, namun diperkirakan akan dilakukan oleh mal dengan tingkat hunian dan kunjungan yang stabil serta tinggi. &quot;Manakala trafik pengunjung tidak dibatasi maka itu bisa menjadi katalis mal atau ritel bisa perform lebih baik lagi,&quot; ujar Ferry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pelonggaran pembatasan kegiatan berdampak pada banyaknya acara dan  pameran yang membantu mengembalikan tingkat kunjungan ke mal. Riteler  yang mengakomodasi gaya hidup masih menjadi pilihan konsumen.
Gerai makanan dan minuman, baik lokal maupun internasional masih  menjadi daya tarik pengunjung. Sementara itu, riteler pakaian terutama  berkategori sportswear dan footwear terus berekspansi.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa tidak ada penambahan mal  baru di Jakarta sepanjang 2022. Total pasokan mal di Jakarta tetap  berada di angka 4,86 juta m2.
Mal yang sedang dalam tahap konstruksi lebih banyak berada di kawasan  Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dengan estimasi 70%  dari total pasokan mendatang di Jabodetabek hingga 2025.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti ritel atau mal diprediksi pulih dan bisa tumbuh lebih baik pada 2023. Hal ini seiring dicabutnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
&quot;Kami melihat bahwa sudah ada kecenderungan sektor ritel pulih, terutama karena bisnis ritel sangat dipengaruhi oleh bagaimana aktivitas di dalam mal sendiri yang sekarang tidak dibatasi lagi,&quot; ujar Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dilansir dari Antara, Rabu (4/1/2023).
BACA JUGA:5 Fakta Industri Manufaktur dan Properti Bakal Cuan di Tahun Baru 2023

Ferry mengatakan, pada  2022 saat PPKM dilonggarkan, pihaknya melihat tingkat kunjungan masyarakat ke mal atau pusat perbelanjaan cukup tinggi, terutama di mal-mal favorit. Hal ini pun akan mempengaruhi harga sewa mal.
&quot;Ini memang salah satu yang membuat prospek tersebut akan lebih baik lagi pada tahun 2023, terbukti bahwa dari sisi pengembang mereka sudah mulai ancang-ancang menaikkan harga sewa dan tentunya mereka juga sudah mengukur kemampuan dari tenan atau riteler itu sendiri bagaimana tenan bisa mengakomodir kenaikan yang diterapkan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Saham Naik hingga 50%, Emiten Properti NZIA Disoroti BEI 

Hal ini dikarenakan selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19 pengembang mengalami defisit, sehingga sudah saatnya tarif sewa dinaikkan.
Penyesuaian tarif tidak bisa dipukul rata, namun diperkirakan akan dilakukan oleh mal dengan tingkat hunian dan kunjungan yang stabil serta tinggi. &quot;Manakala trafik pengunjung tidak dibatasi maka itu bisa menjadi katalis mal atau ritel bisa perform lebih baik lagi,&quot; ujar Ferry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pelonggaran pembatasan kegiatan berdampak pada banyaknya acara dan  pameran yang membantu mengembalikan tingkat kunjungan ke mal. Riteler  yang mengakomodasi gaya hidup masih menjadi pilihan konsumen.
Gerai makanan dan minuman, baik lokal maupun internasional masih  menjadi daya tarik pengunjung. Sementara itu, riteler pakaian terutama  berkategori sportswear dan footwear terus berekspansi.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa tidak ada penambahan mal  baru di Jakarta sepanjang 2022. Total pasokan mal di Jakarta tetap  berada di angka 4,86 juta m2.
Mal yang sedang dalam tahap konstruksi lebih banyak berada di kawasan  Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dengan estimasi 70%  dari total pasokan mendatang di Jabodetabek hingga 2025.</content:encoded></item></channel></rss>
