<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi Batu Bara Naik 40% Tahun Ini</title><description>PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) membidik kinerja yang lebih gemilang tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini"/><item><title>MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi Batu Bara Naik 40% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini-PJcTnRoXC4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MNC Energy Investment targetkan kenaikan produksi batu bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/05/278/2740472/mnc-energy-investments-iata-targetkan-produksi-batu-bara-naik-40-tahun-ini-PJcTnRoXC4.jpg</image><title>MNC Energy Investment targetkan kenaikan produksi batu bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) membidik kinerja yang lebih gemilang tahun ini. Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan IATA menargetkan pencapaian lebih tinggi pada 2023.
&amp;ldquo;Kami berharap performa IATA akan sangat baik di tahun 2023, selaras dengan produksi batubara yang ditargetkan naik hingga 40%,&amp;rdquo;ujar Hary, Kamis (5/1/2023).
BACA JUGA:Kinerja Keuangan MNC Energy Investments (IATA) Naik Lebih dari 2 Kali Lipat, Pendapatan USD166 Juta

Hary merinci, EBITDA IATA pada 11M 2022 tumbuh positif 127,6% mencapai USD66,3 juta, dari USD29,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain pendapatan, EBITDA Perseroan juga melambung hingga 468,3% dari USD11,7 juta menjadi USD66,3 juta.
Dengan capaian tersebut, laba bersih berhasil melesat 729,1% dari USD5,5 juta pada Desember 2021 menjadi USD45,8 juta sebelas bulan tahun lalu.
BACA JUGA:Hary Tanoe Optimistis MNC Energy Investments (IATA) Capai Target Produksi 10 Juta Ton Batu Bara 

Sementara itu, dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 107,4% dari USD99,9 juta pada FY-2021 menjadi USD207,2 juta pada 11M-2022. Total ekuitas pada 11M-2022 juga tercatat positif sebesar USD89,0 juta setelah sempat negatif efek konsolidasi akuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Setelah Perseroan menyelesaikan proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) pada November 2022, akuisisi telah dibayarkan lunas sehingga ekuitas menjadi positif dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi mengantongi 44,1% saham IATA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS80LzE1Njg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;IATA menorehkan pendapatan sebesar USD166,6 juta hingga November 2022  melonjak 130,2% year on year (yoy) dari USD72,4 juta tahun lalu.  Angka  tersebut mengalahkan kinerja FY-2021 dengan selisih yang signifikan,  yaitu meningkat 110,5% dibandingkan dengan keseluruhan kinerja 2021  sebesar USD79,1 juta.
Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD22,9  juta pada 11M2021 menjadi USD45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan  dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Kinerja ciamik IATA tak lepas dari langkah manajemen menajamkan fokus  investasi di sektor energi. Perseroan masih akan terus menggenjot  produksi, memanfaatkan momentum tingginya permintaan dan harga batu bara  di pasar internasional. Untuk proyeksi tahun 2023, produksi batu bara  IATA ditargetkan melebihi 7 juta MT.
Dengan asumsi harga batu bara USD50/MT akan menghasilkan pendapatan  sebesar USD350 juta. Angka tersebut akan terus meningkat seiring  bertambahnya IUP yang beroperasi dan kemampuan Perseroan untuk  mendapatkan kontrak pembelian batu bara.
Saat ini, IATA memiliki cadangan batu bara sebanyak 332 juta MT dari  20% keseluruhan area penambangan seluas 72.478 Ha. Tidak berhenti di  situ, Perseroan aktif mengeksplorasi 59.035 Ha area yang diyakini  memiliki cadangan terbukti hingga 600 juta MT untuk semua IUP.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) membidik kinerja yang lebih gemilang tahun ini. Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan IATA menargetkan pencapaian lebih tinggi pada 2023.
&amp;ldquo;Kami berharap performa IATA akan sangat baik di tahun 2023, selaras dengan produksi batubara yang ditargetkan naik hingga 40%,&amp;rdquo;ujar Hary, Kamis (5/1/2023).
BACA JUGA:Kinerja Keuangan MNC Energy Investments (IATA) Naik Lebih dari 2 Kali Lipat, Pendapatan USD166 Juta

Hary merinci, EBITDA IATA pada 11M 2022 tumbuh positif 127,6% mencapai USD66,3 juta, dari USD29,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain pendapatan, EBITDA Perseroan juga melambung hingga 468,3% dari USD11,7 juta menjadi USD66,3 juta.
Dengan capaian tersebut, laba bersih berhasil melesat 729,1% dari USD5,5 juta pada Desember 2021 menjadi USD45,8 juta sebelas bulan tahun lalu.
BACA JUGA:Hary Tanoe Optimistis MNC Energy Investments (IATA) Capai Target Produksi 10 Juta Ton Batu Bara 

Sementara itu, dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 107,4% dari USD99,9 juta pada FY-2021 menjadi USD207,2 juta pada 11M-2022. Total ekuitas pada 11M-2022 juga tercatat positif sebesar USD89,0 juta setelah sempat negatif efek konsolidasi akuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Setelah Perseroan menyelesaikan proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) pada November 2022, akuisisi telah dibayarkan lunas sehingga ekuitas menjadi positif dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi mengantongi 44,1% saham IATA.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS80LzE1Njg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;IATA menorehkan pendapatan sebesar USD166,6 juta hingga November 2022  melonjak 130,2% year on year (yoy) dari USD72,4 juta tahun lalu.  Angka  tersebut mengalahkan kinerja FY-2021 dengan selisih yang signifikan,  yaitu meningkat 110,5% dibandingkan dengan keseluruhan kinerja 2021  sebesar USD79,1 juta.
Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD22,9  juta pada 11M2021 menjadi USD45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan  dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Kinerja ciamik IATA tak lepas dari langkah manajemen menajamkan fokus  investasi di sektor energi. Perseroan masih akan terus menggenjot  produksi, memanfaatkan momentum tingginya permintaan dan harga batu bara  di pasar internasional. Untuk proyeksi tahun 2023, produksi batu bara  IATA ditargetkan melebihi 7 juta MT.
Dengan asumsi harga batu bara USD50/MT akan menghasilkan pendapatan  sebesar USD350 juta. Angka tersebut akan terus meningkat seiring  bertambahnya IUP yang beroperasi dan kemampuan Perseroan untuk  mendapatkan kontrak pembelian batu bara.
Saat ini, IATA memiliki cadangan batu bara sebanyak 332 juta MT dari  20% keseluruhan area penambangan seluas 72.478 Ha. Tidak berhenti di  situ, Perseroan aktif mengeksplorasi 59.035 Ha area yang diyakini  memiliki cadangan terbukti hingga 600 juta MT untuk semua IUP.</content:encoded></item></channel></rss>
