<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Industri Mamin Kuat Tahan Resesi dan Gelombang PHK, Ini Buktinya</title><description>Sektor industri makanan dan minuman dinilai kuat menahan resesi dan gelombang PHK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya"/><item><title>Sektor Industri Mamin Kuat Tahan Resesi dan Gelombang PHK, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya-3n0WC7wwTZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Industri mamin tahan resesi dan gelombang PHK (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/05/320/2740669/sektor-industri-mamin-kuat-tahan-resesi-dan-gelombang-phk-ini-buktinya-3n0WC7wwTZ.jpeg</image><title>Industri mamin tahan resesi dan gelombang PHK (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor industri makanan dan minuman dinilai kuat menahan resesi dan gelombang PHK. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengungkapkan, masih akan melanjutkan tren positif untuk sektor makanan dan minuman (Mamin).
&quot;Meskipun di sektor lain seperti sepatu mereka mengatakan banyak terjadi penurunan dan pembatalan oder, tetapi mamin hingga saat ini masih cukup bagus,&quot; ujar Adhi dalam Market Review IDXChannel, Kamis (5/1/2023).
BACA JUGA:Pengusaha Mamin Pasang Jurus Ini untuk Hadapi 2023

Adhi menjelaskan, kebijakan pemerintah yang mencabut PPKM dan kembali bangkitnya sektor ritel menjadi salah satu alasan permintaan domestik untuk produk mamin ke depannya akan cukup bagus. Karena masyarakat sudah semakin nyaman dan tidak ada lagi pembatasan untuk bepergian.
Bahkan sektor ritel sendiri, dikatakan Adhi sudah membuka order produk mamin untuk perisapan bulan puasa dan lebaran tahun 2023 mendatang. Hal tersebut yang membuat industri mamin saat ini tengah menggenjot Produksinya.
BACA JUGA:Industri Mamin Kesulitan Mencari Stok Gula Rafinasi

&quot;Produksi terus meningkat bahkan yang biasanya hanya satu atau dua shift, beberapa perusahaan mulai menambahkan hingga 3 shift untuk memenuhi permintaan tersebut,&quot; kata Adhi.
Sedangkan di pasar Global, permintaan produk Mamin tersebut tidak kalah bagusnya, produk-produk IKM (Industri Kecil Menengah) binaanpun menurut Adhi kecipratan dampak orderan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOS80LzE1OTc0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tahun lalu industri binaan seperti IKM dari industri kecap, industri  rumah tangga berhasil menembus pasar timur tengah akibat Promosi rempah  Indonesia yang kebanyakan IKM cukup menggembirakan,&quot; kata Adhi.
Jika menilik kinerja ekspor hingga bulan November 2022 lalu, catatan  GAPMMI peningkatannya hingga 20% untuk pangan olahan saja, di luar  produk turunan sawit.
Peningkatan kinerja ekspor tersebut juga mengerek kontribusinya  terhadap PDB industri non migas. Hingga kuartal III 2022 lalu kontribusi  Industri mamin terhadap PDB tembus Rp209,6 triliun.
&quot;Pasar ekspor masih terus berkembang dan tumbuh, karena masih banyak  juga permintaan dari sana, dan kita juga mengembangkan produk halal kita  yang menjadi peluang untuk pasar timur tengah,&quot; pungkas Adhi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor industri makanan dan minuman dinilai kuat menahan resesi dan gelombang PHK. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengungkapkan, masih akan melanjutkan tren positif untuk sektor makanan dan minuman (Mamin).
&quot;Meskipun di sektor lain seperti sepatu mereka mengatakan banyak terjadi penurunan dan pembatalan oder, tetapi mamin hingga saat ini masih cukup bagus,&quot; ujar Adhi dalam Market Review IDXChannel, Kamis (5/1/2023).
BACA JUGA:Pengusaha Mamin Pasang Jurus Ini untuk Hadapi 2023

Adhi menjelaskan, kebijakan pemerintah yang mencabut PPKM dan kembali bangkitnya sektor ritel menjadi salah satu alasan permintaan domestik untuk produk mamin ke depannya akan cukup bagus. Karena masyarakat sudah semakin nyaman dan tidak ada lagi pembatasan untuk bepergian.
Bahkan sektor ritel sendiri, dikatakan Adhi sudah membuka order produk mamin untuk perisapan bulan puasa dan lebaran tahun 2023 mendatang. Hal tersebut yang membuat industri mamin saat ini tengah menggenjot Produksinya.
BACA JUGA:Industri Mamin Kesulitan Mencari Stok Gula Rafinasi

&quot;Produksi terus meningkat bahkan yang biasanya hanya satu atau dua shift, beberapa perusahaan mulai menambahkan hingga 3 shift untuk memenuhi permintaan tersebut,&quot; kata Adhi.
Sedangkan di pasar Global, permintaan produk Mamin tersebut tidak kalah bagusnya, produk-produk IKM (Industri Kecil Menengah) binaanpun menurut Adhi kecipratan dampak orderan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOS80LzE1OTc0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tahun lalu industri binaan seperti IKM dari industri kecap, industri  rumah tangga berhasil menembus pasar timur tengah akibat Promosi rempah  Indonesia yang kebanyakan IKM cukup menggembirakan,&quot; kata Adhi.
Jika menilik kinerja ekspor hingga bulan November 2022 lalu, catatan  GAPMMI peningkatannya hingga 20% untuk pangan olahan saja, di luar  produk turunan sawit.
Peningkatan kinerja ekspor tersebut juga mengerek kontribusinya  terhadap PDB industri non migas. Hingga kuartal III 2022 lalu kontribusi  Industri mamin terhadap PDB tembus Rp209,6 triliun.
&quot;Pasar ekspor masih terus berkembang dan tumbuh, karena masih banyak  juga permintaan dari sana, dan kita juga mengembangkan produk halal kita  yang menjadi peluang untuk pasar timur tengah,&quot; pungkas Adhi.</content:encoded></item></channel></rss>
