<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Aset Kripto Didominasi Milenial</title><description>Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi mencatat, investor aset kripto didominasi oleh masyarakat berusia 18 hingga 35 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial"/><item><title>Investor Aset Kripto Didominasi Milenial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial-lDMhecY079.png" expression="full" type="image/jpeg">Kripto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/05/320/2740891/investor-aset-kripto-didominasi-milenial-lDMhecY079.png</image><title>Kripto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, investor aset kripto didominasi oleh masyarakat berusia 18 hingga 35 tahun atau biasa disebut dengan kaum milenial, jumlahnya mencapai 48%.
Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengungkapkan, perlu adanya literasi yang dilakukan agar kaum milenial yang berinvestasi di aset kripto tidak hanya terbawa arus melainkan atas dasar pengetahuan.
BACA JUGA:Bursa Kripto di RI Ditargetkan Terbentuk Tahun Ini

&quot;Sehingga perlu adanya literasi, saya khawatir mereka hanya ikutan semata. Dengan ini masyarakat bisa lebih terliterasi. Tidak sekedar ikut-ikutan,&quot; kata Didid di kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (5/1/2023).
Didid mengatakan, untuk menggalakan literasi kepada masyarakat, pihaknya gencar melakukan kerjasama khususnya dengan para pelaku aset kripto salah satunya dengan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDEyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya kemitraan dengan Aspakrindo menjadi upaya Bappebti untuk mendorong literasi berkenaan dengan aset kripto yang memiliki potensi pasar cukup besar
BACA JUGA:Transaksi Aset Kripto di Indonesia Turun Lebih dari 50%

&quot;Ini (Potensi Pasar cukup besar) juga jadi masalah jika tidak dikelola dengan benar. Kemitraan dengan aspakrindo ini akan membuat literasi lebih baik lagi,&quot; terangnya.Dia mengungkapkan, selain menjalin kemitraan Bappebti juga merencanakan untuk membentuk bulan literasi aset kripto.
&quot;Kami merencanakan Februari jadi bulan literasi aset kripto. Di seluruh Indonesia ada kegiatan literasi. Untuk itu kita akan bersama menjalankannya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, investor aset kripto didominasi oleh masyarakat berusia 18 hingga 35 tahun atau biasa disebut dengan kaum milenial, jumlahnya mencapai 48%.
Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengungkapkan, perlu adanya literasi yang dilakukan agar kaum milenial yang berinvestasi di aset kripto tidak hanya terbawa arus melainkan atas dasar pengetahuan.
BACA JUGA:Bursa Kripto di RI Ditargetkan Terbentuk Tahun Ini

&quot;Sehingga perlu adanya literasi, saya khawatir mereka hanya ikutan semata. Dengan ini masyarakat bisa lebih terliterasi. Tidak sekedar ikut-ikutan,&quot; kata Didid di kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (5/1/2023).
Didid mengatakan, untuk menggalakan literasi kepada masyarakat, pihaknya gencar melakukan kerjasama khususnya dengan para pelaku aset kripto salah satunya dengan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDEyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya kemitraan dengan Aspakrindo menjadi upaya Bappebti untuk mendorong literasi berkenaan dengan aset kripto yang memiliki potensi pasar cukup besar
BACA JUGA:Transaksi Aset Kripto di Indonesia Turun Lebih dari 50%

&quot;Ini (Potensi Pasar cukup besar) juga jadi masalah jika tidak dikelola dengan benar. Kemitraan dengan aspakrindo ini akan membuat literasi lebih baik lagi,&quot; terangnya.Dia mengungkapkan, selain menjalin kemitraan Bappebti juga merencanakan untuk membentuk bulan literasi aset kripto.
&quot;Kami merencanakan Februari jadi bulan literasi aset kripto. Di seluruh Indonesia ada kegiatan literasi. Untuk itu kita akan bersama menjalankannya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
