<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produsen Bir Cap Tikus dan Soju (BEER) IPO Hari Ini, Jadi Pendatang Baru Pertama di 2023</title><description>Produsen bir cap tikus dan soju PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER)  melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023"/><item><title>Produsen Bir Cap Tikus dan Soju (BEER) IPO Hari Ini, Jadi Pendatang Baru Pertama di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023</guid><pubDate>Jum'at 06 Januari 2023 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023-tftB8JvBkj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produsen bir cap tikus dan soju IPO hari ini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/06/278/2741131/produsen-bir-cap-tikus-dan-soju-beer-ipo-hari-ini-jadi-pendatang-baru-pertama-di-2023-tftB8JvBkj.jpg</image><title>Produsen bir cap tikus dan soju IPO hari ini (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produsen bir cap tikus dan soju PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (6/1/2023). BEER akan menjadi perusahaan tercatat ke-1 di BEI pada tahun 2023.
Mengutip laman e-IPO, Jobubu Jarum Minahasa adalah perusahaan yang diberikan izin khusus oleh Pemerintah Indonesia untuk memproduksi minuman beralkohol di Indonesia.
BACA JUGA:Gerak Cepat, Erick Thohir Pastikan 2 BUMN IPO hingga Rampungkan LRT dan Kereta Cepat

BEER mempunyai kapasitas dan izin khusus untuk memproduksi minuman beralkohol full-spectrum (dari kadar 0% sampai dengan kadar 55%) dan memiliki tiga produk, yaitu Cap Tikus 1978, Daebak Soju, dan Daebak Spark.
Dalam IPO ini, BEER melepas 800 juta saham baru atau 20% yang dihargai Rp220 untuk setiap unit. Total penggalangan dana IPO ini mencapai Rp176 miliar dengan valuasi awal di bursa Rp880 miliar.
BACA JUGA:Bank Sumut Selangkah Lagi IPO di Bursa Efek Indonesia 

Selain Cap Tikus yang memiliki kandungan alkohol 43-45%, Jobubu juga menjual produk lain yang menyasar segmen pasar berbeda. Produk yang ditawarkan tersebut termasuk minuman jenis soju dengan merek Daebak.
Visibilitas dan popularitas minol asal Korea tersebut melonjak bersamaan dengan tsunami budaya korea (K-Wave) lewat dunia hiburan. Perusahaan juga menjual varian minuman ringan beralkohol.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jobubu memiliki lisensi produksi minuman beralkohol sebanyak 90 juta  liter dengan platform penjualan sebanyak 20.000 outlet yang tersebar di  23 provinsi.
Meski lebih dikenal lewat cap tikus, pemasukan terbesar perusahaan  berasal dari unit bisnis penjualan soju. Sementara dari sisi geografis,  setengah dari pendapatan perusahaan berasal dari pulau Jawa.
Perusahaan menyebutkan kompetitor utama saat ini termasuk PT Orang  Tua, produk impor Jinro Soju dari Korea Selatan dan Jappy Soju.
Rencananya, manajemen Jobubu akan menebar dividen sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih untuk tahun buku 2023.
Adapun dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, Jobubu mencatatkan  kinerja laba Rp11,06 miliar, naik 60% dalam setahun (yoy). Sementara itu  penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp37,08 miliar, meningkat  68% dalam setahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produsen bir cap tikus dan soju PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (6/1/2023). BEER akan menjadi perusahaan tercatat ke-1 di BEI pada tahun 2023.
Mengutip laman e-IPO, Jobubu Jarum Minahasa adalah perusahaan yang diberikan izin khusus oleh Pemerintah Indonesia untuk memproduksi minuman beralkohol di Indonesia.
BACA JUGA:Gerak Cepat, Erick Thohir Pastikan 2 BUMN IPO hingga Rampungkan LRT dan Kereta Cepat

BEER mempunyai kapasitas dan izin khusus untuk memproduksi minuman beralkohol full-spectrum (dari kadar 0% sampai dengan kadar 55%) dan memiliki tiga produk, yaitu Cap Tikus 1978, Daebak Soju, dan Daebak Spark.
Dalam IPO ini, BEER melepas 800 juta saham baru atau 20% yang dihargai Rp220 untuk setiap unit. Total penggalangan dana IPO ini mencapai Rp176 miliar dengan valuasi awal di bursa Rp880 miliar.
BACA JUGA:Bank Sumut Selangkah Lagi IPO di Bursa Efek Indonesia 

Selain Cap Tikus yang memiliki kandungan alkohol 43-45%, Jobubu juga menjual produk lain yang menyasar segmen pasar berbeda. Produk yang ditawarkan tersebut termasuk minuman jenis soju dengan merek Daebak.
Visibilitas dan popularitas minol asal Korea tersebut melonjak bersamaan dengan tsunami budaya korea (K-Wave) lewat dunia hiburan. Perusahaan juga menjual varian minuman ringan beralkohol.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jobubu memiliki lisensi produksi minuman beralkohol sebanyak 90 juta  liter dengan platform penjualan sebanyak 20.000 outlet yang tersebar di  23 provinsi.
Meski lebih dikenal lewat cap tikus, pemasukan terbesar perusahaan  berasal dari unit bisnis penjualan soju. Sementara dari sisi geografis,  setengah dari pendapatan perusahaan berasal dari pulau Jawa.
Perusahaan menyebutkan kompetitor utama saat ini termasuk PT Orang  Tua, produk impor Jinro Soju dari Korea Selatan dan Jappy Soju.
Rencananya, manajemen Jobubu akan menebar dividen sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih untuk tahun buku 2023.
Adapun dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, Jobubu mencatatkan  kinerja laba Rp11,06 miliar, naik 60% dalam setahun (yoy). Sementara itu  penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp37,08 miliar, meningkat  68% dalam setahun.</content:encoded></item></channel></rss>
