<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Motor Listrik (SLIS) Bidik Dana Rights Issue Rp100 Miliar</title><description>SLIS) menyepakati rencana Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar"/><item><title>Emiten Motor Listrik (SLIS) Bidik Dana Rights Issue Rp100 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar</guid><pubDate>Jum'at 06 Januari 2023 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar-F9p3LcclHg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emas Motor Listrik SLIS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/06/278/2741300/emiten-motor-listrik-slis-bidik-dana-rights-issue-rp100-miliar-F9p3LcclHg.jpg</image><title>Emas Motor Listrik SLIS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menyepakati rencana Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue dengan nilai mencapai Rp100 miliar.
Direktur Keuangan SLIS, Wilson Ng mengatakan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan sepakat untuk melakukan rights issue. Selain itu, SLIS juga akan menerbitkan maksimal 700 juta waran seri I yang diberikan secara gratis kepada para pemegang saham yang ikut serta dalam rights issue.
BACA JUGA:4 Emiten Baru Melantai di BEI, Bagaimana Prospek Sahamnya?

&amp;ldquo;Dana hasil waran seri I juga akan digunakan sebagai setoran modal kepada JB untuk modal kerja,&amp;rdquo; kata Wilson.
Wilson mengatakan, rights issue akan meningkatkan ekuitas daripada SLIS sehingga memperkuat struktur modal perseroan. Adapun para pemegang saham yang turut serta dalam aksi rights issue akan mengalami dilusi saham maksimal 50%. Anak usaha SLIS, yakni PT Juara Bike juga akan fokus untuk menambah produk dan tipe baru untuk menggenjot penjualan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDEyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terlebih lagi tren industri kendaraan listrik akan meningkat seiring terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah per 13 September 2022.
BACA JUGA:Debut Perdana Saham Citra Buana Prasida (CBPE) Naik 21,05%

Perseroan juga meyakini jumlah pelanggan SLIS akan terus meningkat sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan penjualan dan laba. Adapun SLIS memiliki kadar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 53,69% sehingga menjadi produsen kendaraan listrik terdepan.&amp;ldquo;Kami optimistis mencapai target baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba bersih,&amp;rdquo; katanya.
Adapun untuk tahun 2023, SLIS akan fokus untuk melakukan publikasi dan penjualan baik melalui media sosial, platform e-commerce (dagang-el), maupun kanal distribusi offline seperti pasar modern dan tradisional.
Skema penjualan akang menggunakan business-to-consumer (B2C) dan business to government (B2G). Dalam skema pemasaran offline, SLIS akan mengoptimalkan lebih dari 400 titik jaringan penjualan seperti distributor, gerai pajang, toko ritel, dan point of sales/POS di Indonesia.
Kuartal tiga 2022, SLIS mencatat laba bersih Rp25,46 miliar. Melejit 25% dari priode yang sama sama tahun lalu Rp19,98 miliar. Laba per saham menanjak menjadi Rp12,57 dari sebelumnya Rp10,01. Penjualan Rp356,92 miliar, menanjak 11% dari fase sama tahun lalu Rp321,17 miliar.
Carga pokok penjualan Rp301,34 miliar, bengkak 12% dari episode sama tahun lalu Rp268,67 miliar. Laba kotor Rp55,58 miliar, naik 5,8% dari edisi sama tahun lalu Rp52,49 miliar.
Kemudian beban penjualan Rp2,37 miliar, turun dari Rp3,49 miliar. Beban umum dan administrasi Rp11,26 miliar, turun dari Rp11,38 miliar. Beban keuangan Rp9,11 miliar, naik tipis dari Rp11,05 miliar. Beban lain-lain Rp295,25 juta, turun dari Rp834,42 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menyepakati rencana Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue dengan nilai mencapai Rp100 miliar.
Direktur Keuangan SLIS, Wilson Ng mengatakan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan sepakat untuk melakukan rights issue. Selain itu, SLIS juga akan menerbitkan maksimal 700 juta waran seri I yang diberikan secara gratis kepada para pemegang saham yang ikut serta dalam rights issue.
BACA JUGA:4 Emiten Baru Melantai di BEI, Bagaimana Prospek Sahamnya?

&amp;ldquo;Dana hasil waran seri I juga akan digunakan sebagai setoran modal kepada JB untuk modal kerja,&amp;rdquo; kata Wilson.
Wilson mengatakan, rights issue akan meningkatkan ekuitas daripada SLIS sehingga memperkuat struktur modal perseroan. Adapun para pemegang saham yang turut serta dalam aksi rights issue akan mengalami dilusi saham maksimal 50%. Anak usaha SLIS, yakni PT Juara Bike juga akan fokus untuk menambah produk dan tipe baru untuk menggenjot penjualan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDEyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terlebih lagi tren industri kendaraan listrik akan meningkat seiring terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah per 13 September 2022.
BACA JUGA:Debut Perdana Saham Citra Buana Prasida (CBPE) Naik 21,05%

Perseroan juga meyakini jumlah pelanggan SLIS akan terus meningkat sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan penjualan dan laba. Adapun SLIS memiliki kadar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 53,69% sehingga menjadi produsen kendaraan listrik terdepan.&amp;ldquo;Kami optimistis mencapai target baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba bersih,&amp;rdquo; katanya.
Adapun untuk tahun 2023, SLIS akan fokus untuk melakukan publikasi dan penjualan baik melalui media sosial, platform e-commerce (dagang-el), maupun kanal distribusi offline seperti pasar modern dan tradisional.
Skema penjualan akang menggunakan business-to-consumer (B2C) dan business to government (B2G). Dalam skema pemasaran offline, SLIS akan mengoptimalkan lebih dari 400 titik jaringan penjualan seperti distributor, gerai pajang, toko ritel, dan point of sales/POS di Indonesia.
Kuartal tiga 2022, SLIS mencatat laba bersih Rp25,46 miliar. Melejit 25% dari priode yang sama sama tahun lalu Rp19,98 miliar. Laba per saham menanjak menjadi Rp12,57 dari sebelumnya Rp10,01. Penjualan Rp356,92 miliar, menanjak 11% dari fase sama tahun lalu Rp321,17 miliar.
Carga pokok penjualan Rp301,34 miliar, bengkak 12% dari episode sama tahun lalu Rp268,67 miliar. Laba kotor Rp55,58 miliar, naik 5,8% dari edisi sama tahun lalu Rp52,49 miliar.
Kemudian beban penjualan Rp2,37 miliar, turun dari Rp3,49 miliar. Beban umum dan administrasi Rp11,26 miliar, turun dari Rp11,38 miliar. Beban keuangan Rp9,11 miliar, naik tipis dari Rp11,05 miliar. Beban lain-lain Rp295,25 juta, turun dari Rp834,42 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
