<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Bank Sumut Pasang Harga Rp310-Rp510 per Saham</title><description>PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) segera melantai di Bursa Efek Indonesian (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham"/><item><title>IPO, Bank Sumut Pasang Harga Rp310-Rp510 per Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham</guid><pubDate>Minggu 08 Januari 2023 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham-8NgnXx5J0b.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Bank Sumut (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/08/278/2742319/ipo-bank-sumut-pasang-harga-rp310-rp510-per-saham-8NgnXx5J0b.jpeg</image><title>IPO Bank Sumut (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) segera melantai di Bursa Efek Indonesian (BEI). Bank Sumut mematok harga penawaran pada rentang harga
Rp350 hingga Rp510 per saham sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1,02 triliun hingga maksimal Rp1,49 triliun.
BACA JUGA:IPO Palm Co Bakal Maksimalkan Potensi PTPN Group

Bank Sumut rencananya akan mengalokasikan 80% dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) untuk modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis perseroan, termasuk kredit modal kerja, kredit investasi hingga kredit konsumtif.
&amp;ldquo;Sekitar 20,% sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan, termasuk layanan digital,&amp;rdquo; ujar Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto,  Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA:Citra Buana (CBPE) Bakal Habiskan Dana IPO Rp40,6 Miliar untuk Hal Ini

Rinciannya, 10% akan digunakan sebagai belanja modal, termasuk pengeluaran untuk aset sewa berupa pembukaan atau perpanjangan sewa unit kantor, unit layanan, renovasi gedung, dan infrastruktur teknologi informasi.
Sementara itu, 10% lainnya akan digunakan untuk belanja operasional berupa pengembangan jaringan ATM, layanan digitalisasi, peningkatan system security, dan pengembangan teknologi informasi lainnya dengan skema manage service.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring dengan dinamika yang terjadi terkait dengan pergantian pucuk pimpinan Bank Sumut, perseroan memastikan bahwa proses rangkaian IPO tidak akan terganggu dan operasional perbankan juga tetap berjalan normal.
&amp;ldquo;Bahkan jajaran Direksi dan Komisaris Bank Sumut akan segera  melakukan paparan publik kepada investor. Semua masih sesuai jadwal,&amp;rdquo;  tegas Hadi Sucipto.
Sesuai prospektus, bank daerah milik Pemerintah Provinsi dan  Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara ini telah menggelar penawaran awal atau  bookbuilding sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham (mewakili 23% dari  total saham Bank Sumut usai IPO) mulai Kamis (5/1/2023) hingga Rabu  (18/1/2023).
Dengan alokasi 80% dana IPO untuk modal kerja, maka perseroan  menganggarkan dana sebanyak-banyaknya Rp1,19 triliun untuk mengerek  kinerja bisnis, termasuk ekspansi kredit. Adapun, dana IPO maksimal  Rp299,34 miliar sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan  pengembangan teknologi informasi.
Melalui empat perusahaan sekuritas, yakni PT Aldiracita Sekuritas  Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan  PT UOB Kayhian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Bank  Sumut dijadwalkan dapat memulai tanggal pencatatan saham di Bursa Efek  Indonesia pada 7 Februari 2023.
Sebagai catatan, jumlah kredit/Pembiayaan yang telah disalurkan Bank Sumut hingga triwulan III/2022 (30 September 2022) mencapai Rp26,90 triliun, tumbuh 2,01% atau naik Rp534,40 miliar dibandingkan dengan penyaluran pada  triwulan II/2022 sebesar Rp26,36 triliun. Kenaikan ini, menurut Plt  Dirut Bank Sumut, ditopang oleh ekspansi kredit produktif.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) segera melantai di Bursa Efek Indonesian (BEI). Bank Sumut mematok harga penawaran pada rentang harga
Rp350 hingga Rp510 per saham sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1,02 triliun hingga maksimal Rp1,49 triliun.
BACA JUGA:IPO Palm Co Bakal Maksimalkan Potensi PTPN Group

Bank Sumut rencananya akan mengalokasikan 80% dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) untuk modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis perseroan, termasuk kredit modal kerja, kredit investasi hingga kredit konsumtif.
&amp;ldquo;Sekitar 20,% sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan, termasuk layanan digital,&amp;rdquo; ujar Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto,  Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA:Citra Buana (CBPE) Bakal Habiskan Dana IPO Rp40,6 Miliar untuk Hal Ini

Rinciannya, 10% akan digunakan sebagai belanja modal, termasuk pengeluaran untuk aset sewa berupa pembukaan atau perpanjangan sewa unit kantor, unit layanan, renovasi gedung, dan infrastruktur teknologi informasi.
Sementara itu, 10% lainnya akan digunakan untuk belanja operasional berupa pengembangan jaringan ATM, layanan digitalisasi, peningkatan system security, dan pengembangan teknologi informasi lainnya dengan skema manage service.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring dengan dinamika yang terjadi terkait dengan pergantian pucuk pimpinan Bank Sumut, perseroan memastikan bahwa proses rangkaian IPO tidak akan terganggu dan operasional perbankan juga tetap berjalan normal.
&amp;ldquo;Bahkan jajaran Direksi dan Komisaris Bank Sumut akan segera  melakukan paparan publik kepada investor. Semua masih sesuai jadwal,&amp;rdquo;  tegas Hadi Sucipto.
Sesuai prospektus, bank daerah milik Pemerintah Provinsi dan  Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara ini telah menggelar penawaran awal atau  bookbuilding sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham (mewakili 23% dari  total saham Bank Sumut usai IPO) mulai Kamis (5/1/2023) hingga Rabu  (18/1/2023).
Dengan alokasi 80% dana IPO untuk modal kerja, maka perseroan  menganggarkan dana sebanyak-banyaknya Rp1,19 triliun untuk mengerek  kinerja bisnis, termasuk ekspansi kredit. Adapun, dana IPO maksimal  Rp299,34 miliar sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan  pengembangan teknologi informasi.
Melalui empat perusahaan sekuritas, yakni PT Aldiracita Sekuritas  Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan  PT UOB Kayhian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Bank  Sumut dijadwalkan dapat memulai tanggal pencatatan saham di Bursa Efek  Indonesia pada 7 Februari 2023.
Sebagai catatan, jumlah kredit/Pembiayaan yang telah disalurkan Bank Sumut hingga triwulan III/2022 (30 September 2022) mencapai Rp26,90 triliun, tumbuh 2,01% atau naik Rp534,40 miliar dibandingkan dengan penyaluran pada  triwulan II/2022 sebesar Rp26,36 triliun. Kenaikan ini, menurut Plt  Dirut Bank Sumut, ditopang oleh ekspansi kredit produktif.</content:encoded></item></channel></rss>
