<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Ancaman Resesi, Harga Emas Diprediksi Naik</title><description>Ekonomi global tahun ini diprediksi mengalami resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik"/><item><title>Ada Ancaman Resesi, Harga Emas Diprediksi Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik</guid><pubDate>Minggu 08 Januari 2023 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik-UaOlcUV4tp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/08/320/2742278/ada-ancaman-resesi-harga-emas-diprediksi-naik-UaOlcUV4tp.jpg</image><title>Harga emas naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi global tahun ini diprediksi mengalami resesi. Di tengah ancaman resesi, harga emas justru diproyeksikan merangkak naik signifikan tahun ini dikisaran Rp 1,5-1,6 juta per gram.
Tentu ini menjadi kabar baik bagi investor yang ingin menambah logam mulia untuk dijadikan aset safe heaven di tengah ancaman resesi 2023.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik di Tengah Lesunya Data Pekerjaan AS
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia akan masuk pada fase emas sebagai aset pengaman di saat resesi.
&quot;Ada beberapa faktor pemicu naiknya harga emas. Salah satunya inflasi yang tinggi disertai berkurangnya kesempatan kerja atau biasa dikenal dengan stagflasi akan memacu investor membeli emas dalam jumlah besar,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp9.000/Gram
Lebih lanjut dia memaparkan, faktor kedua adalah beberapa negara memacu penerbitan bank emas atau bullion bank termasuk indonesia dalam UU PPSK. Artinya, emas menjadi komoditi yang menarik dengan peminat semakin luas.


Krisi
Ketiga, pengetatan moneter di negara maju membuat emas diandalkan  sebagai hedging terhadap naiknya risiko suku bunga. Kemudian yang  keempat, tidak ditemukan cadangan emas.
&quot;Terbukti dalam jangka pendek sehingga outlook supply emas tidak akan meredam kenaikan harga,&quot; terang Bhima.
Melihat proyeksi emas yang positif itu, Bhima menyarankan agar  investor sebaiknya mulai menyisihkan portfolio investasi lebih besar ke  aset emas, misalnya 25% dari total investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi global tahun ini diprediksi mengalami resesi. Di tengah ancaman resesi, harga emas justru diproyeksikan merangkak naik signifikan tahun ini dikisaran Rp 1,5-1,6 juta per gram.
Tentu ini menjadi kabar baik bagi investor yang ingin menambah logam mulia untuk dijadikan aset safe heaven di tengah ancaman resesi 2023.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Naik di Tengah Lesunya Data Pekerjaan AS
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia akan masuk pada fase emas sebagai aset pengaman di saat resesi.
&quot;Ada beberapa faktor pemicu naiknya harga emas. Salah satunya inflasi yang tinggi disertai berkurangnya kesempatan kerja atau biasa dikenal dengan stagflasi akan memacu investor membeli emas dalam jumlah besar,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp9.000/Gram
Lebih lanjut dia memaparkan, faktor kedua adalah beberapa negara memacu penerbitan bank emas atau bullion bank termasuk indonesia dalam UU PPSK. Artinya, emas menjadi komoditi yang menarik dengan peminat semakin luas.


Krisi
Ketiga, pengetatan moneter di negara maju membuat emas diandalkan  sebagai hedging terhadap naiknya risiko suku bunga. Kemudian yang  keempat, tidak ditemukan cadangan emas.
&quot;Terbukti dalam jangka pendek sehingga outlook supply emas tidak akan meredam kenaikan harga,&quot; terang Bhima.
Melihat proyeksi emas yang positif itu, Bhima menyarankan agar  investor sebaiknya mulai menyisihkan portfolio investasi lebih besar ke  aset emas, misalnya 25% dari total investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
