<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Pastikan Sektor Perdagangan Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi</title><description>Zulkifli Hasan memastikan sektor perdagangan bakal  tumbuh dengan menjaga pasar domestik dan luar negeri Indonesia tetap  positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi"/><item><title>Mendag Pastikan Sektor Perdagangan Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi</guid><pubDate>Senin 09 Januari 2023 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi-vLHn8EuiDJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag pastikan sektor perdagangan tetap tumbuh (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/09/320/2742935/mendag-pastikan-sektor-perdagangan-tetap-tumbuh-di-tengah-ancaman-resesi-vLHn8EuiDJ.jpg</image><title>Mendag pastikan sektor perdagangan tetap tumbuh (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan sektor perdagangan bakal tumbuh dengan menjaga pasar domestik dan luar negeri Indonesia tetap positif. Meskipun kini ada potensi resesi ekonomi yang diprediksi terjadi pada 2023.
&quot;Kementerian Perdagangan telah dan terus memastikan ekonomi nasional tetap tumbuh di tengah situasi perekonomian global dan kawasan yang cukup dinamis termasuk beberapa wilayah yang diprediksi mengalami penurunan atau negatif,&quot; kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dilansir Antara, Senin (9/1/2023).
BACA JUGA:Mendag Bakal Turunkan Harga Kedelai, Caranya?

Menurut Mendag, beberapa langkah yang akan diintensifkan oleh Kemendag ada dua, yang pertama yakni memastikan pasar domestik tetap tumbuh positif dengan memastikan beberapa hal.
Di antaranya, memastikan ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat terutama bahan pokok dan bahan penting atau esensial.
&quot;Hal ini akan diupayakan bersama seluruh pemangku kepentingan agar dapat terus dijaga,&quot; kata Mendag.
BACA JUGA:Tegas! Ada Panen Raya, Mendag Minta Stop Impor Beras di Maret 2023

Kemudian, memastikan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok dan esensial oleh masyarakat Indonesia, di mana kolaborasi dan koordinasi antara kementerian dan lembaga, serta dunia usaha di seluruh rantai pasok menjadi hal yang harus dilakukan.
Selanjutnya, memastikan pemanfaatan digitalisasi diberbagai saluran distribusi juga menjadi hal yang perlu dioptimalkan agar keterjangkauan dan ketersediaan dapat dijaga.
Langkah selanjutnya yang dilancarkan Mendag yakni memanfaatkan pasar luar negeri yang dinamis semaksimal mungkin melalui beberapa kegiatan utama yang akan memberikan peluang bagi pelaku usaha nasional untuk tetap dapat melakukan ekspor yang berkualitas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi80LzE1ODAxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal itu diwujudkan dengan menginisiasi, menuntaskan, dan  mengimplementasikan berbagai perjanjian perdagangan baik Prederential  Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive  Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan berbagai wilayah atau mitra  dagang Indonesia, utamanya negara mitra dagang nontradisional atau  emerging economy.
Selain itu, mengupayakan beberapa perundingan perdagangan dengan  negara di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika  Utara, dan Amerika Utara semaksimal mungkin agar dapat selesai pada 2023  ini.
&quot;Perjanjian yang sudah selesai ratifikasi seperti RCEP, Indonesia  Korea CEPA, akan segera diimplementasikan pada awal tahun ini sekitar  akhir Januari atau awal Februari, sehingga diharapkan hal tersebut akan  menjadi peluang peningkatan ekspor nasional,&quot; kata Mendag.
Kemendag juga berupaya menuntaskan ratifikasi perjanjian CEPA dengan  Uni Emirat Arab (UAE), yang akan mendorong kinerja ekspor nasional ke  Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, Eropa Timur, bahkan Amerika Latin.
Kemudian, Kemendag akan menggelar misi dagang ke berbagai kawasan  nontradisional, di mana yang akan menjadi prioritas Kemendag antara lain  Afrika (Nigeria dan Maroko); Timteng (Mesir, Arab Saudi, dan UAE), Asia  Selatan (India dan Bangladesh); serta Amerika Latin (Cile, Peru, dan  Brasil).
&quot;Hal ini akan mendorong business to business connectivity antara  pelaku usaha nasional dengan pelaku usaha dari negara atau kawasan  tersebut,&quot; kata Zulkifli.
Hal lain yg juga konsisten dilakukan Kemendag adalah menangani  berbagai hambatan yg dialami eksportir atau pelaku usaha nasional di  pasar luar negeri baik melalui mekanisme bilateral antara pemerintah  atau G to G atau bahkan melalui forum internasional seperti Badan  Perdagangan Dunia (WTO), ASEAN, dan mekanisme lainnya.
Di samping itu, Kemendag juga mengoptimalkan berbagai langkah  pengamanan sektor industri dalam negeri melalui instrumen pengamanan  seperti antidumping dan safeguard.
&quot;Diharapkan dengan berbagai langkah komprehensif tersebut ekonomi  nasional khususnya sektor perdagangan dapat terus tumbuh  berkesinambungan meskipun terdapat dinamika ekonomi ditingkat global,&quot;  pungkas Zulkifli.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan sektor perdagangan bakal tumbuh dengan menjaga pasar domestik dan luar negeri Indonesia tetap positif. Meskipun kini ada potensi resesi ekonomi yang diprediksi terjadi pada 2023.
&quot;Kementerian Perdagangan telah dan terus memastikan ekonomi nasional tetap tumbuh di tengah situasi perekonomian global dan kawasan yang cukup dinamis termasuk beberapa wilayah yang diprediksi mengalami penurunan atau negatif,&quot; kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dilansir Antara, Senin (9/1/2023).
BACA JUGA:Mendag Bakal Turunkan Harga Kedelai, Caranya?

Menurut Mendag, beberapa langkah yang akan diintensifkan oleh Kemendag ada dua, yang pertama yakni memastikan pasar domestik tetap tumbuh positif dengan memastikan beberapa hal.
Di antaranya, memastikan ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat terutama bahan pokok dan bahan penting atau esensial.
&quot;Hal ini akan diupayakan bersama seluruh pemangku kepentingan agar dapat terus dijaga,&quot; kata Mendag.
BACA JUGA:Tegas! Ada Panen Raya, Mendag Minta Stop Impor Beras di Maret 2023

Kemudian, memastikan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok dan esensial oleh masyarakat Indonesia, di mana kolaborasi dan koordinasi antara kementerian dan lembaga, serta dunia usaha di seluruh rantai pasok menjadi hal yang harus dilakukan.
Selanjutnya, memastikan pemanfaatan digitalisasi diberbagai saluran distribusi juga menjadi hal yang perlu dioptimalkan agar keterjangkauan dan ketersediaan dapat dijaga.
Langkah selanjutnya yang dilancarkan Mendag yakni memanfaatkan pasar luar negeri yang dinamis semaksimal mungkin melalui beberapa kegiatan utama yang akan memberikan peluang bagi pelaku usaha nasional untuk tetap dapat melakukan ekspor yang berkualitas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi80LzE1ODAxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal itu diwujudkan dengan menginisiasi, menuntaskan, dan  mengimplementasikan berbagai perjanjian perdagangan baik Prederential  Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive  Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan berbagai wilayah atau mitra  dagang Indonesia, utamanya negara mitra dagang nontradisional atau  emerging economy.
Selain itu, mengupayakan beberapa perundingan perdagangan dengan  negara di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika  Utara, dan Amerika Utara semaksimal mungkin agar dapat selesai pada 2023  ini.
&quot;Perjanjian yang sudah selesai ratifikasi seperti RCEP, Indonesia  Korea CEPA, akan segera diimplementasikan pada awal tahun ini sekitar  akhir Januari atau awal Februari, sehingga diharapkan hal tersebut akan  menjadi peluang peningkatan ekspor nasional,&quot; kata Mendag.
Kemendag juga berupaya menuntaskan ratifikasi perjanjian CEPA dengan  Uni Emirat Arab (UAE), yang akan mendorong kinerja ekspor nasional ke  Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, Eropa Timur, bahkan Amerika Latin.
Kemudian, Kemendag akan menggelar misi dagang ke berbagai kawasan  nontradisional, di mana yang akan menjadi prioritas Kemendag antara lain  Afrika (Nigeria dan Maroko); Timteng (Mesir, Arab Saudi, dan UAE), Asia  Selatan (India dan Bangladesh); serta Amerika Latin (Cile, Peru, dan  Brasil).
&quot;Hal ini akan mendorong business to business connectivity antara  pelaku usaha nasional dengan pelaku usaha dari negara atau kawasan  tersebut,&quot; kata Zulkifli.
Hal lain yg juga konsisten dilakukan Kemendag adalah menangani  berbagai hambatan yg dialami eksportir atau pelaku usaha nasional di  pasar luar negeri baik melalui mekanisme bilateral antara pemerintah  atau G to G atau bahkan melalui forum internasional seperti Badan  Perdagangan Dunia (WTO), ASEAN, dan mekanisme lainnya.
Di samping itu, Kemendag juga mengoptimalkan berbagai langkah  pengamanan sektor industri dalam negeri melalui instrumen pengamanan  seperti antidumping dan safeguard.
&quot;Diharapkan dengan berbagai langkah komprehensif tersebut ekonomi  nasional khususnya sektor perdagangan dapat terus tumbuh  berkesinambungan meskipun terdapat dinamika ekonomi ditingkat global,&quot;  pungkas Zulkifli.</content:encoded></item></channel></rss>
