<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Bisa Tembus Level 7.510 Tahun Ini, Berikut Analisanya</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bisa tumbuh meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya"/><item><title>IHSG Bisa Tembus Level 7.510 Tahun Ini, Berikut Analisanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya-QDwz5shco0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat ke level 7.000 (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/278/2743623/ihsg-bisa-tembus-level-7-510-tahun-ini-berikut-analisanya-QDwz5shco0.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat ke level 7.000 (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bisa tumbuh meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. IHSG diproyeksi menembus level 7.510 pada tahun ini.
Head of Equity Analyst Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, meski dihadapkan pada ancaman adanya resesi global, namun pertumbuhan pasar saham Indonesia sebagai negara emerging market masih lebih baik dibandingkan dengan negara developed market.
BACA JUGA:IHSG Turun Lagi 65,7 Poin ke Level 6.622

&amp;ldquo;Pertama, karena nilai tukar dolar mulai mengalami pelemahan. Kemudian, China yang kembali membuka perbatasan, serta valuasi bursa saham kita yang lebih less expensive dibandingkan dengan negara developed market,&amp;rdquo; kata Adrian dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (10/1/2023).
BACA JUGA:135 Saham Lesu, IHSG Dibuka Melemah ke 6.671

Adrian menjelaskan sejumlah katalis yang mendorong optimisme pertumbuhan indeks tahun ini antara lain, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga acuan dengan agresif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, IHSG juga merupakan salah satu indeks dengan kinerja  terbaik. Di mana pada akhir 2022, IHSG tercatat tumbuh 4,1%. Menurut  Adrian, torehan kinerja positif IHSG turut ditopang oleh kuatnya kinerja  komoditas khususnya batu bara.
Namun, jika pada tahun 2022 sektor komoditas energi menjadi penopang  pertumbuhan ekonomi Indonesia dan IHSG, di tahun 2023 ini Adrian  mengatakan akan ada normalisasi harga komoditas. Adapun, tiga sektor  yang menjadi unggulan di tahun ini antara lain, sektor konsumer, sektor  poultry, dan sektor bahan baku semen.
&amp;ldquo;Itu tiga sektor unggulan kami kalau harga komoditas menurun. Tiga  sektor tersebut yang sejauh ini returnnya sudah baik,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bisa tumbuh meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. IHSG diproyeksi menembus level 7.510 pada tahun ini.
Head of Equity Analyst Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, meski dihadapkan pada ancaman adanya resesi global, namun pertumbuhan pasar saham Indonesia sebagai negara emerging market masih lebih baik dibandingkan dengan negara developed market.
BACA JUGA:IHSG Turun Lagi 65,7 Poin ke Level 6.622

&amp;ldquo;Pertama, karena nilai tukar dolar mulai mengalami pelemahan. Kemudian, China yang kembali membuka perbatasan, serta valuasi bursa saham kita yang lebih less expensive dibandingkan dengan negara developed market,&amp;rdquo; kata Adrian dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (10/1/2023).
BACA JUGA:135 Saham Lesu, IHSG Dibuka Melemah ke 6.671

Adrian menjelaskan sejumlah katalis yang mendorong optimisme pertumbuhan indeks tahun ini antara lain, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga acuan dengan agresif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, IHSG juga merupakan salah satu indeks dengan kinerja  terbaik. Di mana pada akhir 2022, IHSG tercatat tumbuh 4,1%. Menurut  Adrian, torehan kinerja positif IHSG turut ditopang oleh kuatnya kinerja  komoditas khususnya batu bara.
Namun, jika pada tahun 2022 sektor komoditas energi menjadi penopang  pertumbuhan ekonomi Indonesia dan IHSG, di tahun 2023 ini Adrian  mengatakan akan ada normalisasi harga komoditas. Adapun, tiga sektor  yang menjadi unggulan di tahun ini antara lain, sektor konsumer, sektor  poultry, dan sektor bahan baku semen.
&amp;ldquo;Itu tiga sektor unggulan kami kalau harga komoditas menurun. Tiga  sektor tersebut yang sejauh ini returnnya sudah baik,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
