<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Telepon Sri Mulyani Tanya Jumlah Pasien IMF, Begini Jawabannya!</title><description>Presiden Jokowi menelepon Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menanyai  jumlah negara yang telah menjadi pasien Dana Moneter Internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya"/><item><title>Jokowi Telepon Sri Mulyani Tanya Jumlah Pasien IMF, Begini Jawabannya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya-RoBVKYtzFm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi telepon Sri Mulyani tanya soal pasien IMF (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743528/jokowi-telepon-sri-mulyani-tanya-jumlah-pasien-imf-begini-jawabannya-RoBVKYtzFm.jpg</image><title>Jokowi telepon Sri Mulyani tanya soal pasien IMF (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi menelepon Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menanyai jumlah negara yang telah menjadi pasien Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Pasalnya, 2023 menjadi tahun ujian di mana sepertiga ekonomi dunia akan mengalami resesi.
BACA JUGA:Di Depan Megawati, Jokowi Pamer Keberhasilan Ambil Alih Blok Rokan hingga Freeport

&quot;Baru saja tadi pagi saya telepon Menkeu berapa pasien IMF per hari ini? 16 negara jadi pasien IMF karena ambruk ekonominya. 36 negara antre depan pintu IMF karena sudah tidak ada kekuatan ekonomi di dalam negerinya,&quot; ujar Jokowi di HUT ke-50 Tahun PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (10/1/2022).
Jokowi pun memberi peringatan kepada semua pihak untuk waspada dan berhati-hati dalam mengarungi 2023. Pasalnya negara yang tidak mengalami resesi juga akan merasakan dampaknya.
BACA JUGA:Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Lanjutkan Hilirisasi dan Tidak Ciut Nyali

&quot;Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan 2023 sepertiga ekonomi dunia diprediksi akan alami resesi dan untuk negara-negara tidak terkena resesi, ratusan juta penduduk akan merasakan sedang dalam keadaan resesi,&quot; tuturnya.
Menurut Jokowi, turbulensi ekonomi di 2022 masih berlanjut hingga tahun baru 2023. Untuk itu, pada tahun ujian ini semua harus waspada dan hati-hati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1Njg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tidak menakut-nakuti. Tapi kita semua harus hati-hati dan  waspada jangan keliru kebijakan sehingga membawa kita pada kekeliruan  besar dan itu harus dijaga,&quot; ujarnya.
Meski demikian, Kepala Negara mengaku bersyukur bahwa 2022 telah dilewati dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.
&quot;2022 kemarin adalah tahun yang sangat sulit bagi dunia maupun  seluruh negara yang ada di dunia ini. Tapi kita sepertinya tidak  merasakan, karena ekonomi kita masih tumbuh normal,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi menelepon Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menanyai jumlah negara yang telah menjadi pasien Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Pasalnya, 2023 menjadi tahun ujian di mana sepertiga ekonomi dunia akan mengalami resesi.
BACA JUGA:Di Depan Megawati, Jokowi Pamer Keberhasilan Ambil Alih Blok Rokan hingga Freeport

&quot;Baru saja tadi pagi saya telepon Menkeu berapa pasien IMF per hari ini? 16 negara jadi pasien IMF karena ambruk ekonominya. 36 negara antre depan pintu IMF karena sudah tidak ada kekuatan ekonomi di dalam negerinya,&quot; ujar Jokowi di HUT ke-50 Tahun PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (10/1/2022).
Jokowi pun memberi peringatan kepada semua pihak untuk waspada dan berhati-hati dalam mengarungi 2023. Pasalnya negara yang tidak mengalami resesi juga akan merasakan dampaknya.
BACA JUGA:Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Lanjutkan Hilirisasi dan Tidak Ciut Nyali

&quot;Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan 2023 sepertiga ekonomi dunia diprediksi akan alami resesi dan untuk negara-negara tidak terkena resesi, ratusan juta penduduk akan merasakan sedang dalam keadaan resesi,&quot; tuturnya.
Menurut Jokowi, turbulensi ekonomi di 2022 masih berlanjut hingga tahun baru 2023. Untuk itu, pada tahun ujian ini semua harus waspada dan hati-hati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1Njg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya tidak menakut-nakuti. Tapi kita semua harus hati-hati dan  waspada jangan keliru kebijakan sehingga membawa kita pada kekeliruan  besar dan itu harus dijaga,&quot; ujarnya.
Meski demikian, Kepala Negara mengaku bersyukur bahwa 2022 telah dilewati dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.
&quot;2022 kemarin adalah tahun yang sangat sulit bagi dunia maupun  seluruh negara yang ada di dunia ini. Tapi kita sepertinya tidak  merasakan, karena ekonomi kita masih tumbuh normal,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
