<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingat Pesan Bung Karno, Jokowi Tolak Bergantung dengan Negara Manapun</title><description>Presiden Jokowi mengatakan bahwa hilirisasi dan industrialisasi menjadi  salah satu cara untuk mewujudkan harapkan Presiden Soekarno.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun"/><item><title>Ingat Pesan Bung Karno, Jokowi Tolak Bergantung dengan Negara Manapun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun-Up062KztB4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi tak ingin bergantung dengan negara lain (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743573/ingat-pesan-bung-karno-jokowi-tolak-bergantung-dengan-negara-manapun-Up062KztB4.jpg</image><title>Jokowi tak ingin bergantung dengan negara lain (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi mengatakan bahwa hilirisasi dan industrialisasi menjadi salah satu cara untuk mewujudkan harapkan Presiden Indonesia pertama Soekarno.
Jokowi mengatakan, Bung Karno pada 1965 menyampaikan menolak ketergantungan pada imperialisme, melihat kerjasama sederajat dan saling menguntungkan. Tidak bisa didikte dan tidak menggantungkan diri pada negara manapun.
BACA JUGA:Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Lanjutkan Hilirisasi dan Tidak Ciut Nyali

&quot;Inilah (hilirisasi) yang ingin kita lakukan, berdikari. Oleh sebab itu kita ditakut-takuti soal Freeport, kita terus. Masalah nikel digugat ke WTO kita terus,&quot; tegasnya di HUT ke-50 Tahun PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Menurut Jokowi, dampak hilirisasi dan industrialisasi sangat besar keuntungannya pada bangsa. Saat memutuskan ekspor nikel dihentikan, negara yang tadinya mendapat penerimaan Rp17 triliun meningkat menjadi Rp360 triliun.
BACA JUGA:Menteri Bahlil Heran Banyak Negara Maju Tolak Hilirisasi Indonesia 

Untuk itu, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mundur dengan kebijakan ini. Meski kalah gugatan dari Uni Eropa di WTO soal nikel, Indonesia akan terus mengajukan banding.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC80LzE1Nzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya sampaikan ke Menlu, jangan mundur. Karena ini yang jadi  lompatan besar peradaban bangsa kita. Saya meyakini itu, terus kita  banding, kalau banding nanti kalah, saya tidak tahu ada upaya apa lagi  yang bisa dilakukan. Tapi itulah sebuah perdagangan yang kadang menekan  negara agar mereka ikut aturan main yang dibuat negara besar, sehingga  kalau ekspor kirim bahan mentah sampai kiamat kita akan jadi negara  berkembang,&quot; tuturnya.
Bahkan, lanjut Jokowi, setelah memutuskan stop ekspor bauksit,  mungkin pertengahan tahun nanti Indonesia juga menghentikan ekspor  tembaga.
&quot;Kita tidak boleh mundur, tidak boleh mundur karena kekayaan alam ada  di Indonesia dan harus dinikmati masyarakat kita,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi mengatakan bahwa hilirisasi dan industrialisasi menjadi salah satu cara untuk mewujudkan harapkan Presiden Indonesia pertama Soekarno.
Jokowi mengatakan, Bung Karno pada 1965 menyampaikan menolak ketergantungan pada imperialisme, melihat kerjasama sederajat dan saling menguntungkan. Tidak bisa didikte dan tidak menggantungkan diri pada negara manapun.
BACA JUGA:Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Lanjutkan Hilirisasi dan Tidak Ciut Nyali

&quot;Inilah (hilirisasi) yang ingin kita lakukan, berdikari. Oleh sebab itu kita ditakut-takuti soal Freeport, kita terus. Masalah nikel digugat ke WTO kita terus,&quot; tegasnya di HUT ke-50 Tahun PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Menurut Jokowi, dampak hilirisasi dan industrialisasi sangat besar keuntungannya pada bangsa. Saat memutuskan ekspor nikel dihentikan, negara yang tadinya mendapat penerimaan Rp17 triliun meningkat menjadi Rp360 triliun.
BACA JUGA:Menteri Bahlil Heran Banyak Negara Maju Tolak Hilirisasi Indonesia 

Untuk itu, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mundur dengan kebijakan ini. Meski kalah gugatan dari Uni Eropa di WTO soal nikel, Indonesia akan terus mengajukan banding.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC80LzE1Nzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Saya sampaikan ke Menlu, jangan mundur. Karena ini yang jadi  lompatan besar peradaban bangsa kita. Saya meyakini itu, terus kita  banding, kalau banding nanti kalah, saya tidak tahu ada upaya apa lagi  yang bisa dilakukan. Tapi itulah sebuah perdagangan yang kadang menekan  negara agar mereka ikut aturan main yang dibuat negara besar, sehingga  kalau ekspor kirim bahan mentah sampai kiamat kita akan jadi negara  berkembang,&quot; tuturnya.
Bahkan, lanjut Jokowi, setelah memutuskan stop ekspor bauksit,  mungkin pertengahan tahun nanti Indonesia juga menghentikan ekspor  tembaga.
&quot;Kita tidak boleh mundur, tidak boleh mundur karena kekayaan alam ada  di Indonesia dan harus dinikmati masyarakat kita,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
