<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023</title><description>Suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Day Reverse Repo Rate diperkirakan dinaikkan 50 bps</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023"/><item><title>Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023-2IzmeKO9M5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Diprediksi Masih Naikkan Suku Bunga Acuan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743644/suku-bunga-bank-indonesia-diprediksi-naik-ke-6-di-2023-2IzmeKO9M5.jpg</image><title>BI Diprediksi Masih Naikkan Suku Bunga Acuan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Day Reverse Repo Rate diperkirakan dinaikkan 50 basis poin (bps) menjadi 6,00% pada kuartal I-2023.
&amp;ldquo;Kita ekspektasikan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan di posisi 6%. Ada kenaikan lagi 50 basis poin (bps) yang di-front load di kuartal I 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy, dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (10/1/2022).&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Keyakinan Konsumen RI Naik, Ini Penyebabnya
Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6% sampai akhir 2023, lalu mulai menurun pada 2024. Perkiraan ini diukur dari inflasi yang diperkirakan telah mengalami penurunan menjadi sebesar 3,8% secara tahunan dari sebesar 5,5% pada 2023.
Di samping itu, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9% secara tahunan pada 2023 yang ditopang oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat sebesar 5,28%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cadangan Devisa RI Meningkat Jadi Rp2.140 Triliun di Desember 2022
Konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh karena inflasi yang menurun menjadi 3,8% pada 2023.
Sementara itu, current account (neraca transaksi berjalan) diperkirakan akan kembali mengalami defisit sebesar 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Imbal hasil obligasi nasional diperkirakan akan mencapai 6,9% atau masih lebih tinggi dari imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menurun menjadi sebesar 3,4% dari 3,8% di 2022.
Leo mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang memberikan insentif Giro Wajib Minimum (GWM) untuk mendorong penyaluran kredit perbankan kepada sektor-sektor prioritas di tengah peningkatan suku bunga acuan BI.
&amp;ldquo;Jadi Bank Indonesia memberikan insentif untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor tertentu. Karena kalau GWM diturunkan, ini akan berdampak ke semua sektor,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Day Reverse Repo Rate diperkirakan dinaikkan 50 basis poin (bps) menjadi 6,00% pada kuartal I-2023.
&amp;ldquo;Kita ekspektasikan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan di posisi 6%. Ada kenaikan lagi 50 basis poin (bps) yang di-front load di kuartal I 2023,&amp;rdquo; kata Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy, dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (10/1/2022).&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Keyakinan Konsumen RI Naik, Ini Penyebabnya
Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6% sampai akhir 2023, lalu mulai menurun pada 2024. Perkiraan ini diukur dari inflasi yang diperkirakan telah mengalami penurunan menjadi sebesar 3,8% secara tahunan dari sebesar 5,5% pada 2023.
Di samping itu, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9% secara tahunan pada 2023 yang ditopang oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat sebesar 5,28%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cadangan Devisa RI Meningkat Jadi Rp2.140 Triliun di Desember 2022
Konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh karena inflasi yang menurun menjadi 3,8% pada 2023.
Sementara itu, current account (neraca transaksi berjalan) diperkirakan akan kembali mengalami defisit sebesar 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Imbal hasil obligasi nasional diperkirakan akan mencapai 6,9% atau masih lebih tinggi dari imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menurun menjadi sebesar 3,4% dari 3,8% di 2022.
Leo mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang memberikan insentif Giro Wajib Minimum (GWM) untuk mendorong penyaluran kredit perbankan kepada sektor-sektor prioritas di tengah peningkatan suku bunga acuan BI.
&amp;ldquo;Jadi Bank Indonesia memberikan insentif untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor tertentu. Karena kalau GWM diturunkan, ini akan berdampak ke semua sektor,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
