<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Mau Ekspor 200.000 Ton Jagung ke Vietnam hingga Malaysia</title><description>Indonesia mau ekspor jagung ke 3 negara yakni Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam 3 bulan pertama di tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia"/><item><title>Indonesia Mau Ekspor 200.000 Ton Jagung ke Vietnam hingga Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia-qPs5l3cgoo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia ekspor jagung (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743687/indonesia-mau-ekspor-200-000-ton-jagung-ke-vietnam-hingga-malaysia-qPs5l3cgoo.jpg</image><title>Indonesia ekspor jagung (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mau ekspor jagung ke 3 negara yakni Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam 3 bulan pertama di tahun 2023. Adapun jumlah jagung ekspor sebanyak 200.000 ton.
BACA JUGA:Jokowi Bakal Hentikan Ekspor Tembaga di Pertengahan 2023

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat ditemui wartawan usai melepas mobil logistik pangan bersama Foodbank Indonesia di Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Arief menuturkan, pihaknya sejauh ini sudah bertemu dengan para Duta Besar (Dubes) dari beberapa negara tersebut untuk membahas lebih dalam terkait proses ekspor jagung. Selain itu, Bapanas juga sudah bertemu dengan para pengusaha jagung di Malaysia.
BACA JUGA:Pesan Jokowi: Kalau Hanya Ekspor Barang Mentah sampai Kiamat Kita Jadi Negara Berkembang

Di samping itu, ia mengatakan untuk mempercepat proses ekspor, pihaknya telah menyiapkan teknologi canggih terbaru berbentuk belalai panjang, yang berfungsi untuk memindahkan jagung tersebut dari satu kapal ke kapal lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Arief bilang, untuk membangun teknologi tersebut, pihaknya akan mengeluarkan dana sebesar Rp 200 triliun.
&quot;Dengan menggunakan teknologi berbentuk belalai. Jadi belalainya akan  memindahkan jagung dari kapal ke kapal. Tidak seperti sekarang pakai  terpal, pakai jaring dan itu itu harus kita lakukan khusus jagung, dan  teknologinya bisa dipakai untuk green lainnya yang biji-bijian,&quot; beber  dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mau ekspor jagung ke 3 negara yakni Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam 3 bulan pertama di tahun 2023. Adapun jumlah jagung ekspor sebanyak 200.000 ton.
BACA JUGA:Jokowi Bakal Hentikan Ekspor Tembaga di Pertengahan 2023

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat ditemui wartawan usai melepas mobil logistik pangan bersama Foodbank Indonesia di Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Arief menuturkan, pihaknya sejauh ini sudah bertemu dengan para Duta Besar (Dubes) dari beberapa negara tersebut untuk membahas lebih dalam terkait proses ekspor jagung. Selain itu, Bapanas juga sudah bertemu dengan para pengusaha jagung di Malaysia.
BACA JUGA:Pesan Jokowi: Kalau Hanya Ekspor Barang Mentah sampai Kiamat Kita Jadi Negara Berkembang

Di samping itu, ia mengatakan untuk mempercepat proses ekspor, pihaknya telah menyiapkan teknologi canggih terbaru berbentuk belalai panjang, yang berfungsi untuk memindahkan jagung tersebut dari satu kapal ke kapal lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Arief bilang, untuk membangun teknologi tersebut, pihaknya akan mengeluarkan dana sebesar Rp 200 triliun.
&quot;Dengan menggunakan teknologi berbentuk belalai. Jadi belalainya akan  memindahkan jagung dari kapal ke kapal. Tidak seperti sekarang pakai  terpal, pakai jaring dan itu itu harus kita lakukan khusus jagung, dan  teknologinya bisa dipakai untuk green lainnya yang biji-bijian,&quot; beber  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
