<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Bapanas Kembangkan Komoditas Cabai</title><description>Strategi Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan mengapa harga cabai di Indonesia itu fluktuatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai"/><item><title>Strategi Bapanas Kembangkan Komoditas Cabai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2023 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai-QVKyITV0xq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Strategi Bapanas kembangkan komoditas cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/10/320/2743811/strategi-bapanas-kembangkan-komoditas-cabai-QVKyITV0xq.jpg</image><title>Strategi Bapanas kembangkan komoditas cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Strategi Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan mengapa harga cabai di Indonesia itu fluktuatif. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, hal itu salah satunya karena cabe hasil panen petani saat musim hujan banyak yang busuk sehingga mempengaruhi harga jual di pasaran.
BACA JUGA:Mendag Zulhas Sebut Harga Cabai Sudah Murah, Ini Buktinya

Maka tak ayal, para ibu rumah tangga mendapatkan harga selangit. Namun di sisi lain pihak petani juga merugi karena cabe-cabe yang semestinya bisa dijual justru membusuk tak ada nilai jual.
Oleh karena itu, Bapanas tengah mencoba membangun teknologi baru agar bisa memperpanjang umur simpan cabe.
BACA JUGA:Sempat Mahal, Harga Cabai Rawit Mulai Turun

&quot;Terkait cabai, selama kita belum menggunakan teknologi green house kemudian polybag, juga belum bisa mengatur pola tanam, kita harus menggunakan alat untuk memperpanjang umur simpan. Nah itu yang sekarang sedang kita lakukan walaupun secara bertahap,&quot; ujar Arief saat ditemui wartawan di Kantor Foodbank Indonesia, Selasa (10/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOC80LzE2MDM1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, dia juga membeberkan, saat ini Bapanas tengah  mempersiapkan teknologi heat pump dryer khusus cabe di beberapa daerah.  Dengan alat ini, cabe-cabe petani yang berair atau lembab bisa diolah  menjadi cabe kering dan bisa dikonsumsi masyarakat.
&quot;Heat pump dryer itu pengering cabai. Jadi kalau di Malaysia cabai  nya bukan cabai fresh tapi cabenya cabai kering. Kemudian ada juga teman  teman kita yang paham cabai kering kemudian nanti di rendam lagi  kemudian dicampur dengan cabai yang fresh itu sebenarnya juga rasanya  sama,&quot; terang Arief.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Strategi Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan mengapa harga cabai di Indonesia itu fluktuatif. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, hal itu salah satunya karena cabe hasil panen petani saat musim hujan banyak yang busuk sehingga mempengaruhi harga jual di pasaran.
BACA JUGA:Mendag Zulhas Sebut Harga Cabai Sudah Murah, Ini Buktinya

Maka tak ayal, para ibu rumah tangga mendapatkan harga selangit. Namun di sisi lain pihak petani juga merugi karena cabe-cabe yang semestinya bisa dijual justru membusuk tak ada nilai jual.
Oleh karena itu, Bapanas tengah mencoba membangun teknologi baru agar bisa memperpanjang umur simpan cabe.
BACA JUGA:Sempat Mahal, Harga Cabai Rawit Mulai Turun

&quot;Terkait cabai, selama kita belum menggunakan teknologi green house kemudian polybag, juga belum bisa mengatur pola tanam, kita harus menggunakan alat untuk memperpanjang umur simpan. Nah itu yang sekarang sedang kita lakukan walaupun secara bertahap,&quot; ujar Arief saat ditemui wartawan di Kantor Foodbank Indonesia, Selasa (10/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOC80LzE2MDM1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, dia juga membeberkan, saat ini Bapanas tengah  mempersiapkan teknologi heat pump dryer khusus cabe di beberapa daerah.  Dengan alat ini, cabe-cabe petani yang berair atau lembab bisa diolah  menjadi cabe kering dan bisa dikonsumsi masyarakat.
&quot;Heat pump dryer itu pengering cabai. Jadi kalau di Malaysia cabai  nya bukan cabai fresh tapi cabenya cabai kering. Kemudian ada juga teman  teman kita yang paham cabai kering kemudian nanti di rendam lagi  kemudian dicampur dengan cabai yang fresh itu sebenarnya juga rasanya  sama,&quot; terang Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
