<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Investasi di Ibu Kota Baru Semakin Banyak dari Negara Tetangga</title><description>Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa potensi investasi di proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin dinilai menarik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga"/><item><title>Potensi Investasi di Ibu Kota Baru Semakin Banyak dari Negara Tetangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga</guid><pubDate>Rabu 11 Januari 2023 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga-sNgcFk0J3v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN Nusantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/11/470/2744517/potensi-investasi-di-ibu-kota-baru-semakin-banyak-dari-negara-tetangga-sNgcFk0J3v.jpg</image><title>IKN Nusantara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa potensi investasi di proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin dinilai menarik dari negara tetangga.
&quot;Potensi investasi IKN semakin hari negara-negara dari tetangga maupun negara lain semakin bagus barang ini. Jadi IKN ini seperti cewek cantik dari kampung yang belum dipoles pakai bedak,&quot; Bahlil dalam konferensi pers rapat terbatas di Kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/1/2023).
BACA JUGA:Temui Jokowi, PM Malaysia Bahas Investasi IKN Nusantara

Menurut Bahlil, negara-negara lain akan segera mengetahui bahwa IKN menjadi proyek yang menjanjikan sehingga semakin banyak yang berinvestasi.
Selain itu, Badan Otorita IKN bersama BKPM juga telah merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang insentif dan kemudahan berusaha untuk investor menanamkan modal di IKN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS8yMC8xNjA1MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;PP-nya sudah selesai tentang insentif dan kemudahan berusaha, yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Ada perlakuan khusus bagi investasi yang masuk di IKN,&quot; kata dia.
BACA JUGA:Kepala Otorita: Progres Pembangunan IKN Nusantara Berjalan Sesuai Jadwal

Ia menambahkan bahwa Pemerintah akan mempromosikan IKN pada World Economic Forum (WED) di Davos, Swiss, untuk semakin menarik investor.Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Otorita IKN Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menyebutkan sudah ada tiga investor dalam negeri dan asing yang siap membangun kawasan perumahan, termasuk hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN Nusantara.
&quot;Dari 59 LOI (letter of intent) sudah ada tiga yang kita proses maju dan ini akan diumumkan,&quot; kata Bambang.
Bambang menjelaskan ketiga investor tersebut terdiri dari dua perusahaan lokal dan satu asing, yakni PT Summarecon Agung, konsorsium lokal CCFG Corp - PT Risjadson Brunsfield Nusantara (CCFG-RBN) dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa potensi investasi di proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin dinilai menarik dari negara tetangga.
&quot;Potensi investasi IKN semakin hari negara-negara dari tetangga maupun negara lain semakin bagus barang ini. Jadi IKN ini seperti cewek cantik dari kampung yang belum dipoles pakai bedak,&quot; Bahlil dalam konferensi pers rapat terbatas di Kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/1/2023).
BACA JUGA:Temui Jokowi, PM Malaysia Bahas Investasi IKN Nusantara

Menurut Bahlil, negara-negara lain akan segera mengetahui bahwa IKN menjadi proyek yang menjanjikan sehingga semakin banyak yang berinvestasi.
Selain itu, Badan Otorita IKN bersama BKPM juga telah merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang insentif dan kemudahan berusaha untuk investor menanamkan modal di IKN.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS8yMC8xNjA1MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;PP-nya sudah selesai tentang insentif dan kemudahan berusaha, yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Ada perlakuan khusus bagi investasi yang masuk di IKN,&quot; kata dia.
BACA JUGA:Kepala Otorita: Progres Pembangunan IKN Nusantara Berjalan Sesuai Jadwal

Ia menambahkan bahwa Pemerintah akan mempromosikan IKN pada World Economic Forum (WED) di Davos, Swiss, untuk semakin menarik investor.Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Otorita IKN Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menyebutkan sudah ada tiga investor dalam negeri dan asing yang siap membangun kawasan perumahan, termasuk hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN Nusantara.
&quot;Dari 59 LOI (letter of intent) sudah ada tiga yang kita proses maju dan ini akan diumumkan,&quot; kata Bambang.
Bambang menjelaskan ketiga investor tersebut terdiri dari dua perusahaan lokal dan satu asing, yakni PT Summarecon Agung, konsorsium lokal CCFG Corp - PT Risjadson Brunsfield Nusantara (CCFG-RBN) dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).</content:encoded></item></channel></rss>
