<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Berbayar di Jakarta Disebut Efektif Atasi Kemacetan, Yakin Bisa?</title><description>Azas Tigor Nainggolan mendukung adanya penerapan jalan berbayar sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan di Ibu Kota Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa"/><item><title>Jalan Berbayar di Jakarta Disebut Efektif Atasi Kemacetan, Yakin Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2023 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/11/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa-95wSjn9o6L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Berbayar di Jakarta (Foto: Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/11/320/2744511/jalan-berbayar-di-jakarta-disebut-efektif-atasi-kemacetan-yakin-bisa-95wSjn9o6L.jpg</image><title>Jalan Berbayar di Jakarta (Foto: Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mendukung adanya penerapan jalan berbayar sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan di Ibu Kota Jakarta.
Dia berpandangan bahwa rencana tersebut dapat mengurangi masyarakat berpergian menggunakan kendaraan pribadi.
&quot;Saya mendukung upaya Jakarta, sebagaimana dicanangkan oleh PJ Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono menjadikan progam prioritasnya untuk Jakarta adalah mengatasi banjir dan kemacetan Jakarta,&quot; kata Tigor dalam keterangan tertulis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS8yMC8xNjA1MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tigor mengatakan bahwa sistem ERP sudah banyak digunakan oleh kota besar di beberapa negara seperti Stockholm Swedia, London Inggris serta Singapura, dan terbukti berhasil mengatasi memecahkan kemacetan.
&quot;Berdasarkan pengalaman, ERP lebih efektif dalam memecahkan kemacetan pada ruas jalan tertentu dibandingkan cara Ganjil Genap atau juga 3 in 1,&quot; katanya.Dalam raperda tersebut mencantumkan daftar 25 ruas jalan yang akan diterapkan ERP. Berikut ini daftarnya:
Baca Selengkapnya: Jalan Berbayar di Jakarta Dinilai Lebih Efektif Atasi Kemacetan Dibanding Ganjil Genap</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mendukung adanya penerapan jalan berbayar sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan di Ibu Kota Jakarta.
Dia berpandangan bahwa rencana tersebut dapat mengurangi masyarakat berpergian menggunakan kendaraan pribadi.
&quot;Saya mendukung upaya Jakarta, sebagaimana dicanangkan oleh PJ Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono menjadikan progam prioritasnya untuk Jakarta adalah mengatasi banjir dan kemacetan Jakarta,&quot; kata Tigor dalam keterangan tertulis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMS8yMC8xNjA1MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tigor mengatakan bahwa sistem ERP sudah banyak digunakan oleh kota besar di beberapa negara seperti Stockholm Swedia, London Inggris serta Singapura, dan terbukti berhasil mengatasi memecahkan kemacetan.
&quot;Berdasarkan pengalaman, ERP lebih efektif dalam memecahkan kemacetan pada ruas jalan tertentu dibandingkan cara Ganjil Genap atau juga 3 in 1,&quot; katanya.Dalam raperda tersebut mencantumkan daftar 25 ruas jalan yang akan diterapkan ERP. Berikut ini daftarnya:
Baca Selengkapnya: Jalan Berbayar di Jakarta Dinilai Lebih Efektif Atasi Kemacetan Dibanding Ganjil Genap</content:encoded></item></channel></rss>
