<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Pengusaha Tekstil: Ekspor Susah, Jualan Dalam Negeri Saingannya Produk Impor Ilegal</title><description>Pengusaha Tekstil mengeluhkan produk impor ilegal membanjiri pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal"/><item><title>Curhat Pengusaha Tekstil: Ekspor Susah, Jualan Dalam Negeri Saingannya Produk Impor Ilegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2023 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal-6pvLaXwaaZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha tekstil kesulitan ekspor (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/12/320/2745011/curhat-pengusaha-tekstil-ekspor-susah-jualan-dalam-negeri-saingannya-produk-impor-ilegal-6pvLaXwaaZ.jpeg</image><title>Pengusaha tekstil kesulitan ekspor (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengusaha Tekstil mengeluhkan produk impor ilegal membanjiri pasar. Hal ini membuat pengusaha tekstil kesulitan dalam mencari pasar.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan saat ini industri tekstil dan produk tekstil kebingungan mencari pasar. Demand dari beberapa negara tujuan ekspor melemah, mau jualan di pasar domestik pun saingannya produk impor.
BACA JUGA:Produk Impor Jadi Biang Kerok PHK Massal Industri Tekstil

Menurutnya pemerintah perlu segera membatasi barang impor yang masuk, sebab pasar domestik menjadi salah satu tumpuan untuk industri dalam negeri survive dikala suramnya ekonomi yang sudah banyak diramalkan.
&quot;Pasar domestik ini kan jadi faktor utama, karena konsumsi masih cukup ada walaupun terdapat pelemahan sedikit,&quot; ujar Wirawasta dalam Market Review IDX Channel, Kamis (12/1/2/23).
BACA JUGA:Emiten Ever Shine Tex (ESTI) Ciptakan Inovasi di Industri Tekstil

Menurutnya, beberapa negara-negara yang menjadi tujuan ekspor mengalami pelemahan ekonomi yang membuat permintaannya menurun. Negara-negara di Asia Tenggara yang mempunyai populasi cukup besar, akhirnya menjadi pasar yang cukup seksi untuk berjualan.
&quot;Kita sangat berharap pemerintah perlu intervensi agar pasar kita tidak dipenuhi oleh produk impor,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC8yMC8xNTc3NjAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wirawasta menjelaskan bahwa saat beberapa negara di Asia Tenggara  seperti China, Pemerintahnya cukup agresif dan sangat mendukung agar  produknya di jual ke pasar ekspor. Hal itu yang seharusnya menjadi  pertimbangan pemerintah untuk menjaga pasar domestik agar pasar domestik  tidak dibanjiri oleh produk impor, dan produk lokal hanya jadi barang  pengadaan kementerian dan lembaga saja.
&quot;China sangat agresif, bahkan Pemerintah memfasilitasi jualan di  Indonesia, mereka juga memfasilitasi pengusaha untuk dagang di Vietnam  dan lainnya, kita kalah agresif untuk hal itu, bahkan kita cenderung  memfasilitasi mereka untuk berjualan disini (Indonesia),&quot; kata  Wirawasta.
&quot;Berikutnya memang jadi masalah peredaran yang semi ilegal, ini  sangat memukul kita, banyak produk yang tidak membayar bea masuk, tidak  bayar pajak, sedangkan kita (pengusaha dalam negeri) harus bayar PPN dan  pajak lainnya, ini yang kita minta pemerintah untuk menanggulangi  produk yang ilegal, jadi tidak fair untuk berkompetisi dalam negeri,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengusaha Tekstil mengeluhkan produk impor ilegal membanjiri pasar. Hal ini membuat pengusaha tekstil kesulitan dalam mencari pasar.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan saat ini industri tekstil dan produk tekstil kebingungan mencari pasar. Demand dari beberapa negara tujuan ekspor melemah, mau jualan di pasar domestik pun saingannya produk impor.
BACA JUGA:Produk Impor Jadi Biang Kerok PHK Massal Industri Tekstil

Menurutnya pemerintah perlu segera membatasi barang impor yang masuk, sebab pasar domestik menjadi salah satu tumpuan untuk industri dalam negeri survive dikala suramnya ekonomi yang sudah banyak diramalkan.
&quot;Pasar domestik ini kan jadi faktor utama, karena konsumsi masih cukup ada walaupun terdapat pelemahan sedikit,&quot; ujar Wirawasta dalam Market Review IDX Channel, Kamis (12/1/2/23).
BACA JUGA:Emiten Ever Shine Tex (ESTI) Ciptakan Inovasi di Industri Tekstil

Menurutnya, beberapa negara-negara yang menjadi tujuan ekspor mengalami pelemahan ekonomi yang membuat permintaannya menurun. Negara-negara di Asia Tenggara yang mempunyai populasi cukup besar, akhirnya menjadi pasar yang cukup seksi untuk berjualan.
&quot;Kita sangat berharap pemerintah perlu intervensi agar pasar kita tidak dipenuhi oleh produk impor,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC8yMC8xNTc3NjAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wirawasta menjelaskan bahwa saat beberapa negara di Asia Tenggara  seperti China, Pemerintahnya cukup agresif dan sangat mendukung agar  produknya di jual ke pasar ekspor. Hal itu yang seharusnya menjadi  pertimbangan pemerintah untuk menjaga pasar domestik agar pasar domestik  tidak dibanjiri oleh produk impor, dan produk lokal hanya jadi barang  pengadaan kementerian dan lembaga saja.
&quot;China sangat agresif, bahkan Pemerintah memfasilitasi jualan di  Indonesia, mereka juga memfasilitasi pengusaha untuk dagang di Vietnam  dan lainnya, kita kalah agresif untuk hal itu, bahkan kita cenderung  memfasilitasi mereka untuk berjualan disini (Indonesia),&quot; kata  Wirawasta.
&quot;Berikutnya memang jadi masalah peredaran yang semi ilegal, ini  sangat memukul kita, banyak produk yang tidak membayar bea masuk, tidak  bayar pajak, sedangkan kita (pengusaha dalam negeri) harus bayar PPN dan  pajak lainnya, ini yang kita minta pemerintah untuk menanggulangi  produk yang ilegal, jadi tidak fair untuk berkompetisi dalam negeri,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
