<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenparekraf Bakal Bawa 4 Perusahaan Binaannya IPO</title><description>Kemenparekraf bakal membawa empat perusahaan binaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo"/><item><title>Kemenparekraf Bakal Bawa 4 Perusahaan Binaannya IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2023 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo-FAxt7WhJp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO di Bursa Efek Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/13/278/2745747/kemenparekraf-bakal-bawa-4-perusahaan-binaannya-ipo-FAxt7WhJp5.jpg</image><title>IPO di Bursa Efek Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kemenparekraf bakal membawa empat perusahaan binaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku industri kreatif memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
BACA JUGA:Saham Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Masuk Pantauan BEI

Bahkan disampaikannya, setidaknya empat perusahaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan melantai di Bursa tahun ini. Sandiaga menyebutkan, awal tahun ini perusahaan binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) seperti PT Hatten Bali Tbk. (WINE) dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) telah berhasil melantai di Bursa.
&quot;IPO ada dua, Jobubu dan Hatten Wine yang ada dalam ekosistem Parekraf. Ada 4 yang lagi quite period,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (13/1/2023).
BACA JUGA:Perusahaan Teknologi Ini Siap IPO di BEI, Incar Dana Rp100 Miliar

Dia menuturkan, di tahun ini dari 50 lebih perusahaan yang mendaftar IPO, sebanyak 20 perusahaan berasal dari sektor parekraf. Sementara Ernst and Young (EY) mencatat jumlah IPO Indonesia tertinggi di Asia Tenggara pada 2022. Indonesia mencatatkan 60 IPO pada 2022 lalu. Meski demikian, jumlah pendanaan yang diperoleh perusahaan baru di Indonesia mengisi posisi kedua di Asia Tenggara, dengan jumlah USD2,2 miliar, berada di bawah Thailand yang sejumlah USD3,1 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada kuartal IV 2022, aktivitas Indonesia justru melambat dengan satu  IPO pada Oktober. Namun, tambahan 10 listing tercatat pada bulan  November, justru menghasilkan 30% dari total hasil IPO tahun 2022.  Sebagian besar disebabkan oleh IPO e-commerce Indonesia, Blibli senilai  US$510 juta. Hal ini diikuti oleh lima listing lainnya pada Desember,  sehingga jumlah IPO Q4 ditutup dengan tercatatnya 16 perusahaan.
Disampaikannya, Indonesia mengalami musim IPO terbaik dalam hal  perolehan pendanaan di tahun 2021 lalu, ketika 54 perusahaan  mengumpulkan total pendanaan sebesar USD4,7 miliar. Dengan kinerja  positif tersebut EY optimis kinerja IPO Indonesia akan meningkat pada  paruh pertama tahun 2023. Strategy and Transactions Partner EY, Sahala  Situmorang memperkirakan Indonesia akan mencatatkan jumlah IPO sekitar  50-60 perusahaan pada 2023.
&quot;Dipimpin oleh rencana listing beberapa perusahaan milik negara, dan  perusahaan yang berencana merebut kesempatan penggalangan dana pada  paruh pertama tahun 2023, sebelum pemilihan presiden pada tahun 2024,&quot;  kata Sahala.
Sahala menyebut beberapa perusahaan kemungkinan mengambil pendekatan  wait and see setelah pemilihan umum dan pembentukan pemerintahan baru  pada 2024. Sementara itu, pembentukan papan pencatatan baru Bursa Efek  Indonesia (BEI) yang disebut papan ekonomi baru diharapkan dapat  mendorong lebih banyak perusahaan berbasis teknologi untuk  mempertimbangkan IPO. Hal ini meski situasi saat ini dinilai sebagai  masa pendanaan yang sulit bagi perusahaan start-up.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kemenparekraf bakal membawa empat perusahaan binaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku industri kreatif memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
BACA JUGA:Saham Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Masuk Pantauan BEI

Bahkan disampaikannya, setidaknya empat perusahaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan melantai di Bursa tahun ini. Sandiaga menyebutkan, awal tahun ini perusahaan binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) seperti PT Hatten Bali Tbk. (WINE) dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) telah berhasil melantai di Bursa.
&quot;IPO ada dua, Jobubu dan Hatten Wine yang ada dalam ekosistem Parekraf. Ada 4 yang lagi quite period,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (13/1/2023).
BACA JUGA:Perusahaan Teknologi Ini Siap IPO di BEI, Incar Dana Rp100 Miliar

Dia menuturkan, di tahun ini dari 50 lebih perusahaan yang mendaftar IPO, sebanyak 20 perusahaan berasal dari sektor parekraf. Sementara Ernst and Young (EY) mencatat jumlah IPO Indonesia tertinggi di Asia Tenggara pada 2022. Indonesia mencatatkan 60 IPO pada 2022 lalu. Meski demikian, jumlah pendanaan yang diperoleh perusahaan baru di Indonesia mengisi posisi kedua di Asia Tenggara, dengan jumlah USD2,2 miliar, berada di bawah Thailand yang sejumlah USD3,1 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada kuartal IV 2022, aktivitas Indonesia justru melambat dengan satu  IPO pada Oktober. Namun, tambahan 10 listing tercatat pada bulan  November, justru menghasilkan 30% dari total hasil IPO tahun 2022.  Sebagian besar disebabkan oleh IPO e-commerce Indonesia, Blibli senilai  US$510 juta. Hal ini diikuti oleh lima listing lainnya pada Desember,  sehingga jumlah IPO Q4 ditutup dengan tercatatnya 16 perusahaan.
Disampaikannya, Indonesia mengalami musim IPO terbaik dalam hal  perolehan pendanaan di tahun 2021 lalu, ketika 54 perusahaan  mengumpulkan total pendanaan sebesar USD4,7 miliar. Dengan kinerja  positif tersebut EY optimis kinerja IPO Indonesia akan meningkat pada  paruh pertama tahun 2023. Strategy and Transactions Partner EY, Sahala  Situmorang memperkirakan Indonesia akan mencatatkan jumlah IPO sekitar  50-60 perusahaan pada 2023.
&quot;Dipimpin oleh rencana listing beberapa perusahaan milik negara, dan  perusahaan yang berencana merebut kesempatan penggalangan dana pada  paruh pertama tahun 2023, sebelum pemilihan presiden pada tahun 2024,&quot;  kata Sahala.
Sahala menyebut beberapa perusahaan kemungkinan mengambil pendekatan  wait and see setelah pemilihan umum dan pembentukan pemerintahan baru  pada 2024. Sementara itu, pembentukan papan pencatatan baru Bursa Efek  Indonesia (BEI) yang disebut papan ekonomi baru diharapkan dapat  mendorong lebih banyak perusahaan berbasis teknologi untuk  mempertimbangkan IPO. Hal ini meski situasi saat ini dinilai sebagai  masa pendanaan yang sulit bagi perusahaan start-up.</content:encoded></item></channel></rss>
