<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Mobil Tembus 1 Juta Unit berkat Diskon Pajak</title><description>Penjualan mobil tembus di atas 1 juta unit sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak"/><item><title>Penjualan Mobil Tembus 1 Juta Unit berkat Diskon Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2023 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak-hcXPq1zpOO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan mobil tahun 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745605/penjualan-mobil-tembus-1-juta-unit-berkat-diskon-pajak-hcXPq1zpOO.jpg</image><title>Penjualan mobil tahun 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan mobil tembus di atas 1 juta unit sepanjang 2022. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) senang angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 960 ribu unit.
BACA JUGA:Mengintip Penjualan Mobil SUV di Indonesia, Toyota Raize Memimpin

&quot;Semua pihak senang. Bukan hanya pengusaha otomotif tapi dealer-dealer juga senang, pemerintah pun juga ikut senang. Sampai hari ini belum ada yang menelepon marah marah ke Gaikindo itu,&quot; ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan saat berdialog di IDX Channel, Jumat (13/1/2023).
Jongkie mengatakan, pihaknya tidak mendapat keluhan dari pemerintah lantaran penjualan naik. Sebab, dengan begini artinya ada pemulihan pasar.
BACA JUGA:Penjualan Mobil Astra (ASII) Tembus 468 Ribu Unit, Naik 23%

Kemudian, alasan lainnya karena dari segi income baik itu bagi produsen, dealer maupun bagi pemerintah ada peningkatan.
&quot;Jadi makin tinggi angka penjualan maka makin besar pula pajak pajak yang disetor kepada pemerintah. Tentunya ini menjadi satu hal yang sangat menggembirakan walaupun kita tahu bahwa target kita di tahun 2022 itu 960000 unit sementara kita bisa mencapai 1.048.000 unit,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8yMi80LzEzOTQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jongkie menyebut, dengan kenaikan penjualan sebesar 18,1% di tahun  2022 tersebut menjadi bukti bahwa Gaikindo sudah berada di jalan yang  benar dalam meningkatkan penjualan mobil. Sehingga di harapkan tahun  2023 bisa lebih baik dari tahun 2022.
Lebih jauh ia menuturkan, pertumbuhan penjualan mobil yang melesat di  atas target itu tidak jauh berkat kebijakan insentif PPnBM DTP yang  diberikan pemerintah untuk kendaraan LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta.
Sebab, diketahui bersama pada 2021 yang lalu industri otomotif merosot tajam dan daya beli masyarakat menurun.
&quot;Sangat jelas insentif itu menjadi dorongan bagi kami. Waktu itu kan  di tahun 2021 kami memikirkan bersama sama bahwa bagaimana caranya untuk  meningkatkan angka angka penjualan ini. Salah satunya adalah usulan  kami kepada pemerintah pada saat itu adalah bagaimana kalau pemerintah  memberikan subsidi atau PPnBM DTP nah pemerintah kira menyetujui,&quot; kata  dia.
&quot;Bisa dilihat langsung bahwa angka penjualan langsung meningkat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan mobil tembus di atas 1 juta unit sepanjang 2022. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) senang angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 960 ribu unit.
BACA JUGA:Mengintip Penjualan Mobil SUV di Indonesia, Toyota Raize Memimpin

&quot;Semua pihak senang. Bukan hanya pengusaha otomotif tapi dealer-dealer juga senang, pemerintah pun juga ikut senang. Sampai hari ini belum ada yang menelepon marah marah ke Gaikindo itu,&quot; ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan saat berdialog di IDX Channel, Jumat (13/1/2023).
Jongkie mengatakan, pihaknya tidak mendapat keluhan dari pemerintah lantaran penjualan naik. Sebab, dengan begini artinya ada pemulihan pasar.
BACA JUGA:Penjualan Mobil Astra (ASII) Tembus 468 Ribu Unit, Naik 23%

Kemudian, alasan lainnya karena dari segi income baik itu bagi produsen, dealer maupun bagi pemerintah ada peningkatan.
&quot;Jadi makin tinggi angka penjualan maka makin besar pula pajak pajak yang disetor kepada pemerintah. Tentunya ini menjadi satu hal yang sangat menggembirakan walaupun kita tahu bahwa target kita di tahun 2022 itu 960000 unit sementara kita bisa mencapai 1.048.000 unit,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8yMi80LzEzOTQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jongkie menyebut, dengan kenaikan penjualan sebesar 18,1% di tahun  2022 tersebut menjadi bukti bahwa Gaikindo sudah berada di jalan yang  benar dalam meningkatkan penjualan mobil. Sehingga di harapkan tahun  2023 bisa lebih baik dari tahun 2022.
Lebih jauh ia menuturkan, pertumbuhan penjualan mobil yang melesat di  atas target itu tidak jauh berkat kebijakan insentif PPnBM DTP yang  diberikan pemerintah untuk kendaraan LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta.
Sebab, diketahui bersama pada 2021 yang lalu industri otomotif merosot tajam dan daya beli masyarakat menurun.
&quot;Sangat jelas insentif itu menjadi dorongan bagi kami. Waktu itu kan  di tahun 2021 kami memikirkan bersama sama bahwa bagaimana caranya untuk  meningkatkan angka angka penjualan ini. Salah satunya adalah usulan  kami kepada pemerintah pada saat itu adalah bagaimana kalau pemerintah  memberikan subsidi atau PPnBM DTP nah pemerintah kira menyetujui,&quot; kata  dia.
&quot;Bisa dilihat langsung bahwa angka penjualan langsung meningkat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
