<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Punya 'Kuda-Kuda' Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi Global</title><description>Indonesia memiliki kuda-kuda yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global"/><item><title>Indonesia Punya 'Kuda-Kuda' Kuat Hadapi Tantangan Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2023 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global-rj72naE005.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia siap hadapi tantangan ekonomi 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745890/indonesia-punya-kuda-kuda-kuat-hadapi-tantangan-ekonomi-global-rj72naE005.jpg</image><title>Indonesia siap hadapi tantangan ekonomi 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memiliki kuda-kuda yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan APBN 2022 telah bekerja keras sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Kinerja positif APBN 2022 akan menjadi modal kuat menghadapi ketidakpastian situasi global dan konsolidasi fiskal tahun 2023.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Didorong Optimisme Ekonomi Global

&amp;ldquo;Kita keluar dari periode pandemi dan kita memiliki ketahanan yang cukup kuat. Ibaratnya, kuda-kuda kaki kita itu cukup kuat untuk masuk ke 2023,&amp;rdquo; ujar Suahasil di Jakarta, Jumat (13/1/2023).
Hal tersebut dapat dilihat dari indikator-indikator ekonomi yang memberikan optimisme, seperti indikator permintaan listrik, ritel, dan lain sebagainya. Namun, dirinya mengingatkan bayang-bayang dari ketidakpastian global juga harus terus diwaspadai.
BACA JUGA:Perppu Ciptaker Dibutuhkan Antisipasi Krisis Ekonomi Global

&amp;ldquo;Sepertiga dunia akan ada di dalam periode yang sangat sulit, bahkan dikatakan resesi. Yang dua pertiga pasti kena dampak, tetapi dampaknya hampir pasti berbeda-beda. Untuk Indonesia, kita minimalkan dengan fundamental domestiknya yang kuat. Itu yang sumber optimismenya,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.
Untuk mengantisipasi dampak resesi yang sudah terjadi di negara maju, dia mengungkapkan bahwa Indonesia perlu untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, yakni dengan melanjutkan hilirisasi sumber daya alam, menggunakan produk dalam negeri, mendorong UMKM, dan melakukan transisi menuju ekonomi hijau.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini sudah mulai digaungkan dan kita terus lakukan dengan disiplin  karena akan menciptakan banyak sekali multiplier effect di dalam negeri.  Empat ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan itu  didorong oleh fundamental kita,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.
Lebih lanjut, ketika dunia mengalami resesi, dia menekankan bahwa  yang langsung terdampak adalah sektor-sektor yang memiliki eksposur ke  global yang tinggi, seperti sektor keuangan.
&amp;ldquo;Pasti kita harus sangat sangat waspada bagaimana hubungan financial sector kita dengan global,&amp;rdquo; kata Suahasil.
Sektor lainnya yang juga terdampak resesi adalah sektor-sektor  manufaktur yang melakukan ekspor. Menurutnya, ketika pendapatan di  negara-negara tujuan ekspor menurun, permintaan barang dan jasa ke  Indonesia juga ikut menurun. Untuk itu, perlu meningkatkan  competitiveness dan memperbaiki efisiensi.
&amp;ldquo;Dunia usaha kemudian meningkatkan penggunaan input yang efisien  sehingga produknya itu menjadi kompetitif harganya. Ini mesti  diterjemahkan ke setiap dunia usaha. Teman-teman di asosiasi sekarang  saya rasa sudah cukup mendalami ini dan kita tentu akan men-support dari  pemerintah seperti apa yang harus kita lakukan untuk menjaga  competitiveness kita terhadap barang-barang yang kita ekspor ke luar,&amp;rdquo;  pungkas Suahasil.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memiliki kuda-kuda yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan APBN 2022 telah bekerja keras sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Kinerja positif APBN 2022 akan menjadi modal kuat menghadapi ketidakpastian situasi global dan konsolidasi fiskal tahun 2023.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Didorong Optimisme Ekonomi Global

&amp;ldquo;Kita keluar dari periode pandemi dan kita memiliki ketahanan yang cukup kuat. Ibaratnya, kuda-kuda kaki kita itu cukup kuat untuk masuk ke 2023,&amp;rdquo; ujar Suahasil di Jakarta, Jumat (13/1/2023).
Hal tersebut dapat dilihat dari indikator-indikator ekonomi yang memberikan optimisme, seperti indikator permintaan listrik, ritel, dan lain sebagainya. Namun, dirinya mengingatkan bayang-bayang dari ketidakpastian global juga harus terus diwaspadai.
BACA JUGA:Perppu Ciptaker Dibutuhkan Antisipasi Krisis Ekonomi Global

&amp;ldquo;Sepertiga dunia akan ada di dalam periode yang sangat sulit, bahkan dikatakan resesi. Yang dua pertiga pasti kena dampak, tetapi dampaknya hampir pasti berbeda-beda. Untuk Indonesia, kita minimalkan dengan fundamental domestiknya yang kuat. Itu yang sumber optimismenya,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.
Untuk mengantisipasi dampak resesi yang sudah terjadi di negara maju, dia mengungkapkan bahwa Indonesia perlu untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, yakni dengan melanjutkan hilirisasi sumber daya alam, menggunakan produk dalam negeri, mendorong UMKM, dan melakukan transisi menuju ekonomi hijau.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini sudah mulai digaungkan dan kita terus lakukan dengan disiplin  karena akan menciptakan banyak sekali multiplier effect di dalam negeri.  Empat ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan itu  didorong oleh fundamental kita,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.
Lebih lanjut, ketika dunia mengalami resesi, dia menekankan bahwa  yang langsung terdampak adalah sektor-sektor yang memiliki eksposur ke  global yang tinggi, seperti sektor keuangan.
&amp;ldquo;Pasti kita harus sangat sangat waspada bagaimana hubungan financial sector kita dengan global,&amp;rdquo; kata Suahasil.
Sektor lainnya yang juga terdampak resesi adalah sektor-sektor  manufaktur yang melakukan ekspor. Menurutnya, ketika pendapatan di  negara-negara tujuan ekspor menurun, permintaan barang dan jasa ke  Indonesia juga ikut menurun. Untuk itu, perlu meningkatkan  competitiveness dan memperbaiki efisiensi.
&amp;ldquo;Dunia usaha kemudian meningkatkan penggunaan input yang efisien  sehingga produknya itu menjadi kompetitif harganya. Ini mesti  diterjemahkan ke setiap dunia usaha. Teman-teman di asosiasi sekarang  saya rasa sudah cukup mendalami ini dan kita tentu akan men-support dari  pemerintah seperti apa yang harus kita lakukan untuk menjaga  competitiveness kita terhadap barang-barang yang kita ekspor ke luar,&amp;rdquo;  pungkas Suahasil.</content:encoded></item></channel></rss>
