<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Insentif Investor Kendaraan Listrik Masih Digodok, Menteri Bahlil Tak Ingin Kalah dari Thailand</title><description>Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus menyusun formulasi nsentif bagi investor kendaraan listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand"/><item><title>Insentif Investor Kendaraan Listrik Masih Digodok, Menteri Bahlil Tak Ingin Kalah dari Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2023 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand-WSfU9uN8Z5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/13/320/2745960/insentif-investor-kendaraan-listrik-masih-digodok-menteri-bahlil-tak-ingin-kalah-dari-thailand-WSfU9uN8Z5.JPG</image><title>Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus menyusun formulasi yang pantas dan kompetitif terkait pemberian insentif bagi investor untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)

Dia mengatakan Indonesia tidak boleh kalah dengan Thailand yang sudah banyak memberikan insentif untuk pengembangan kendaraan listrik.

&quot;Karena hari ini kita tahu beberapa negara lain, seperti Thailand, itu banyak sekali memberikan sweetener yang kemudian merangsang untuk industrinya dibangun dalam negara mereka dan Indonesia enggak boleh kalah,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangannya, usai mengahadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2023).
BACA JUGA:RI Targetkan Produksi Baterai Kendaraan Listrik pada 2024
Bahlil menyampaikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik diperlukan untuk menjaga agar pasar besar yang dimiliki oleh Indonesia tidak dipenetrasi dengan produk-produk dari luar negeri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOC80LzE1NzE0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, lanjut Bahlil, produksi dalam negeri juga berpotensi untuk mengisi pasar di negara lain.

&amp;ldquo;Kita juga mampu melakukan penetrasi pasar ekspor. Terkait dengan hal itu, BUMN juga tadi disampaikan untuk melakukan penyiapan infrastruktur yang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus menyusun formulasi yang pantas dan kompetitif terkait pemberian insentif bagi investor untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)

Dia mengatakan Indonesia tidak boleh kalah dengan Thailand yang sudah banyak memberikan insentif untuk pengembangan kendaraan listrik.

&quot;Karena hari ini kita tahu beberapa negara lain, seperti Thailand, itu banyak sekali memberikan sweetener yang kemudian merangsang untuk industrinya dibangun dalam negara mereka dan Indonesia enggak boleh kalah,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangannya, usai mengahadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2023).
BACA JUGA:RI Targetkan Produksi Baterai Kendaraan Listrik pada 2024
Bahlil menyampaikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik diperlukan untuk menjaga agar pasar besar yang dimiliki oleh Indonesia tidak dipenetrasi dengan produk-produk dari luar negeri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOC80LzE1NzE0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, lanjut Bahlil, produksi dalam negeri juga berpotensi untuk mengisi pasar di negara lain.

&amp;ldquo;Kita juga mampu melakukan penetrasi pasar ekspor. Terkait dengan hal itu, BUMN juga tadi disampaikan untuk melakukan penyiapan infrastruktur yang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
