<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Ekspor dan Impor RI Diprediksi Naik Sepanjang 2022</title><description>Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad memproyeksikan kinerja ekspor dan impor Indonesia mengalami kenaikan pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022"/><item><title>Kinerja Ekspor dan Impor RI Diprediksi Naik Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022</guid><pubDate>Sabtu 14 Januari 2023 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022-RnaTIflHEl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor dan Impor RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746331/kinerja-ekspor-dan-impor-ri-diprediksi-naik-sepanjang-2022-RnaTIflHEl.jpg</image><title>Ekspor dan Impor RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad memproyeksikan kinerja ekspor dan impor Indonesia mengalami kenaikan pada 2022.
&quot;Ekspor bisa lebih dari USD 290 miliar dan Impor sekitar USD 235 miliar,&quot; kata Tauhid kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (14/1/2023).
BACA JUGA:Mendag Bakal Bongkar 55.000 Ton Kedelai Impor di Banten

Lebih lanjut ia menuturkan, faktor pendukung kinerja impor meninggi karena kebutuhan bahan bahku di di dalam negeri masih cukup besar. Maka dari itu banyak industri yang mengambil jalan alternatif dengan mengimpor bahan baku di negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;(Faktor impornya) karena kebutuhan bahan baku penolong untuk ekspor. Mengingat komponen impor dalam produk ekspor industri kita masih cukup tinggi,&quot; ungkap Tauhid.
Hal serupa juga dikatakakan Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira. Dia bilang, kebutuhan impor tahun 2022 mengalami kenaikan guna pemenuhan bahan baku industri dalam negeri di awal tahun 2023.
BACA JUGA:35 Ribu Beras Impor Maksimal Dijual Rp9.450 per Kg

&quot;Sementara itu dari sisi ekspor ada kecenderungan melemah karena moderasi harga komoditas terutama sawit dan batubara,&quot; tambah Bhima.Sekedar informasi pada Senin (16/1) pekan depan Badan Pusat Statistik akan mengumumkan kinerja ekspor - impor RI pada 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad memproyeksikan kinerja ekspor dan impor Indonesia mengalami kenaikan pada 2022.
&quot;Ekspor bisa lebih dari USD 290 miliar dan Impor sekitar USD 235 miliar,&quot; kata Tauhid kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (14/1/2023).
BACA JUGA:Mendag Bakal Bongkar 55.000 Ton Kedelai Impor di Banten

Lebih lanjut ia menuturkan, faktor pendukung kinerja impor meninggi karena kebutuhan bahan bahku di di dalam negeri masih cukup besar. Maka dari itu banyak industri yang mengambil jalan alternatif dengan mengimpor bahan baku di negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;(Faktor impornya) karena kebutuhan bahan baku penolong untuk ekspor. Mengingat komponen impor dalam produk ekspor industri kita masih cukup tinggi,&quot; ungkap Tauhid.
Hal serupa juga dikatakakan Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira. Dia bilang, kebutuhan impor tahun 2022 mengalami kenaikan guna pemenuhan bahan baku industri dalam negeri di awal tahun 2023.
BACA JUGA:35 Ribu Beras Impor Maksimal Dijual Rp9.450 per Kg

&quot;Sementara itu dari sisi ekspor ada kecenderungan melemah karena moderasi harga komoditas terutama sawit dan batubara,&quot; tambah Bhima.Sekedar informasi pada Senin (16/1) pekan depan Badan Pusat Statistik akan mengumumkan kinerja ekspor - impor RI pada 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
