<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekosistem E-Money Dinilai Jangkau Masyarakat yang Unbankable</title><description>Ekosistem e-Money di Indonesia dinilai mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh bank atau unbankable.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable"/><item><title>Ekosistem E-Money Dinilai Jangkau Masyarakat yang Unbankable</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable</guid><pubDate>Sabtu 14 Januari 2023 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable-aX85e4z2d0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MotionPay (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746338/ekosistem-e-money-dinilai-jangkau-masyarakat-yang-unbankable-aX85e4z2d0.jpg</image><title>MotionPay (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ekosistem e-Money di Indonesia dinilai mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh bank atau unbankable
Commercial Partnership Div. Head MotinPay, Wendy Warisman mengatakan, jika melihat perpindahan yang terjadi dari cash menuju cashless terutama di kota-kota besar di Indonesia, prosesnya sangat cepat sekali.
BACA JUGA:Intip Beragam Promo dari Kartu Kredit MNC Bank Yuk!

&quot;Kita melihat di kita itu shiftingnya sudah jauh banget terutama di wilayah ibu kota dan 10 kota besar. Itulah yang sebenarnya e-money ini lah yang lebih agile untuk masuk ke area yang unbank,&quot; kata Wendy dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk Cashless Sociaty, Aman atau Rawan? Yang disiarkan melalui channel YouTube Partai Perindo, Sabtu (14/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan untuk menjadi nasabah bank sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi, selain itu literasi terkait perbankan juga masih belum terlalu maksimal.
BACA JUGA:Ahli Waris Karyawan The Westin Resort Terima Klaim Asuransi MNC Life

&quot;Kalau bicara nasabah bank kan harus persyaratannya lengkap banget, sedangkan di Indonesia piramid paling bawah besarnya itu sebenarnya banyak yang enggak punya kelengkapan dan literasinya masih kurang secara banking,&quot; ujarnya.Wendy menuturkan, hadirnya e-money sebenarnya merupakan long tail menuju ke banking.
&quot;Jadi memang e-money mau nge-grab yang unbank, sehingga pada saat di satu daerah misalnya di wilayah pedalaman, yang sulit dijangkau oleh ATM. Disitulah hadirnya e-money,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekosistem e-Money di Indonesia dinilai mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh bank atau unbankable
Commercial Partnership Div. Head MotinPay, Wendy Warisman mengatakan, jika melihat perpindahan yang terjadi dari cash menuju cashless terutama di kota-kota besar di Indonesia, prosesnya sangat cepat sekali.
BACA JUGA:Intip Beragam Promo dari Kartu Kredit MNC Bank Yuk!

&quot;Kita melihat di kita itu shiftingnya sudah jauh banget terutama di wilayah ibu kota dan 10 kota besar. Itulah yang sebenarnya e-money ini lah yang lebih agile untuk masuk ke area yang unbank,&quot; kata Wendy dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk Cashless Sociaty, Aman atau Rawan? Yang disiarkan melalui channel YouTube Partai Perindo, Sabtu (14/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan untuk menjadi nasabah bank sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi, selain itu literasi terkait perbankan juga masih belum terlalu maksimal.
BACA JUGA:Ahli Waris Karyawan The Westin Resort Terima Klaim Asuransi MNC Life

&quot;Kalau bicara nasabah bank kan harus persyaratannya lengkap banget, sedangkan di Indonesia piramid paling bawah besarnya itu sebenarnya banyak yang enggak punya kelengkapan dan literasinya masih kurang secara banking,&quot; ujarnya.Wendy menuturkan, hadirnya e-money sebenarnya merupakan long tail menuju ke banking.
&quot;Jadi memang e-money mau nge-grab yang unbank, sehingga pada saat di satu daerah misalnya di wilayah pedalaman, yang sulit dijangkau oleh ATM. Disitulah hadirnya e-money,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
