<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Diprediksi Dapat 'Durian Runtuh' dari Harga Komoditas di 2023</title><description>Indonesia diprediksi masih akan menerima berkah dari adanya lonjakan harga komoditas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023"/><item><title>Ekonomi RI Diprediksi Dapat 'Durian Runtuh' dari Harga Komoditas di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023</guid><pubDate>Sabtu 14 Januari 2023 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023-iM4HuFYDwz.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/14/320/2746379/ekonomi-ri-diprediksi-dapat-durian-runtuh-dari-harga-komoditas-di-2023-iM4HuFYDwz.jfif</image><title>Ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia diprediksi masih akan menerima berkah dari adanya lonjakan harga komoditas yang akan berimbas pada pendapatan negara.
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah mengatakan, meskipun harga komoditas sedang mengalami tren penurunan, namun harganya masih berada di level yang cukup tinggi.
BACA JUGA:Peringatan IMF, Bank Dunia dan Kekuatan Ekonomi RI di 2023

&quot;Harga komoditas diperkirakan akan mulai menurun di tahun 2023, walaupun secara level masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan level tahun 2018-2019 sebelum boom harga komoditas,&quot; kata Piter kepada MPI, Sabtu (14/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun harga komoditas seperti batu bara, mineral dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) masih bertengger di harga yang cukup tinggi meskipun terjadi sedikit penurunan di 2022.
Piter menjelaskan, dengan adanya tren penurunan harga komoditas, maka akan berdampak pada nilai ekspor Indonesia yang juga akan turut terdegradasi.
BACA JUGA:Periskop 2023: Mengukur Laju Ekonomi RI di Tengah Ancaman Resesi

&quot;Tetapi indonesia diyakini masih akan mengalami surplus neraca perdagangan,&quot; ujarnya.Piter menambahkan, penurunan ekspor tersebut akan menurunkan nilai surplus perdagangan di 2023, nilainya diprediksi tidak akan lebih besar dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.
&quot;Nilai surplus neraca perdagangan tahun 2023 akan jauh lebih rendah bila dibandingkan surplus neraca dagang tahun 2022 yg diperkirakan mencapai 50-55 miliar dollar,&quot; ucap Piter.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia diprediksi masih akan menerima berkah dari adanya lonjakan harga komoditas yang akan berimbas pada pendapatan negara.
Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah mengatakan, meskipun harga komoditas sedang mengalami tren penurunan, namun harganya masih berada di level yang cukup tinggi.
BACA JUGA:Peringatan IMF, Bank Dunia dan Kekuatan Ekonomi RI di 2023

&quot;Harga komoditas diperkirakan akan mulai menurun di tahun 2023, walaupun secara level masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan level tahun 2018-2019 sebelum boom harga komoditas,&quot; kata Piter kepada MPI, Sabtu (14/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy80LzE2MDczNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun harga komoditas seperti batu bara, mineral dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) masih bertengger di harga yang cukup tinggi meskipun terjadi sedikit penurunan di 2022.
Piter menjelaskan, dengan adanya tren penurunan harga komoditas, maka akan berdampak pada nilai ekspor Indonesia yang juga akan turut terdegradasi.
BACA JUGA:Periskop 2023: Mengukur Laju Ekonomi RI di Tengah Ancaman Resesi

&quot;Tetapi indonesia diyakini masih akan mengalami surplus neraca perdagangan,&quot; ujarnya.Piter menambahkan, penurunan ekspor tersebut akan menurunkan nilai surplus perdagangan di 2023, nilainya diprediksi tidak akan lebih besar dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.
&quot;Nilai surplus neraca perdagangan tahun 2023 akan jauh lebih rendah bila dibandingkan surplus neraca dagang tahun 2022 yg diperkirakan mencapai 50-55 miliar dollar,&quot; ucap Piter.</content:encoded></item></channel></rss>
