<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Kumpulkan OJK hingga BEI, Bahas Penguatan Industri Keuangan</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan sejumlah pejabat yang  mengelola industri keuangan Indonesia pada hari ini, Senin (16/1/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan"/><item><title>Presiden Kumpulkan OJK hingga BEI, Bahas Penguatan Industri Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2023 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan-mc9asEDPc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi kumpulkan OJK hingga BEI (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/16/320/2747117/presiden-kumpulkan-ojk-hingga-bei-bahas-penguatan-industri-keuangan-mc9asEDPc3.jpg</image><title>Jokowi kumpulkan OJK hingga BEI (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah pejabat yang mengelola industri keuangan Indonesia pada hari ini, Senin (16/1/2023). Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta jajarannya, serta perwakilan industri jasa keuangan yakni, perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank (IKNB).
BACA JUGA:OJK: Waspada Investasi Bodong Itu Seperti Bunglon

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan terkait persiapan pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang akan digelar pada awal Februari 2023 mendatang. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan perkembangan terakhir sektor jasa keuangan.
&amp;ldquo;Pada kesempatan itu pula, kami dan para pimpinan asosiasi industri jasa keuangan menyampaikan bagaimana rencana, prospek, dan tantangan ke depan yang perlu diantisipasi dimitigasi dan ditangani dengan sebaik-baiknya sekalipun kondisi ekonomi  global penuh tantangan,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA:OJK Terbitkan Aturan soal Perusahaan Pialang Asuransi, Berikut Isinya

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga membahas persiapan menuju masa pemilihan umum dan pemilihan presiden pada 2024 mendatang. Juga, berdialog mengenai kinerja dan kondisi, serta pertumbuhan dari sektor jasa keuangan dalam mendukung dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap terjaga dengan baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mahendra menjelaskan, Jokowi memberikan arahan yang sangat jelas  kepada para perwakilan industri jasa keuangan untuk bersama-sama menjaga  momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2022 dan seterusnya.  Jokowi juga berpesan agar industri jasa keuangan dapat belajar dari  pengalaman sebelumnya untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang berat  selama pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Untuk bisa dilaksanakan ke depan dengan lebih kuat lagi, sehingga  tidak ada alasan bagi kita untuk tidak optimistis dalam menghadapi 2023  ini,&amp;rdquo; ujar dia.
Pertumbuhan yang lebih baik di tahun ini, kata Mahendra, dapat  dicapai dengan sinergi, koordinasi, kerja sama dan upaya bersama antara  pemerintah, OJK, kementerian/lembaga terkait, termasuk anggota Komite  Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kementrian Keuangan, Bank Indonesia,  dan Lembafa Penjamin Simpanan (LPS).
&amp;ldquo;Serta yang lebih penting lagi, seluruh pemangku kepentingan, pelaku  usaha, investor, dan industri jasa keuangan, yang akan menentukan bahwa  tahun 2023 ini setidaknya akan sama baiknya, atau lebih baik lagi dari  tahun 2022,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah pejabat yang mengelola industri keuangan Indonesia pada hari ini, Senin (16/1/2023). Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta jajarannya, serta perwakilan industri jasa keuangan yakni, perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank (IKNB).
BACA JUGA:OJK: Waspada Investasi Bodong Itu Seperti Bunglon

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan terkait persiapan pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang akan digelar pada awal Februari 2023 mendatang. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan perkembangan terakhir sektor jasa keuangan.
&amp;ldquo;Pada kesempatan itu pula, kami dan para pimpinan asosiasi industri jasa keuangan menyampaikan bagaimana rencana, prospek, dan tantangan ke depan yang perlu diantisipasi dimitigasi dan ditangani dengan sebaik-baiknya sekalipun kondisi ekonomi  global penuh tantangan,&amp;rdquo; kata Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA:OJK Terbitkan Aturan soal Perusahaan Pialang Asuransi, Berikut Isinya

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga membahas persiapan menuju masa pemilihan umum dan pemilihan presiden pada 2024 mendatang. Juga, berdialog mengenai kinerja dan kondisi, serta pertumbuhan dari sektor jasa keuangan dalam mendukung dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap terjaga dengan baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Mahendra menjelaskan, Jokowi memberikan arahan yang sangat jelas  kepada para perwakilan industri jasa keuangan untuk bersama-sama menjaga  momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2022 dan seterusnya.  Jokowi juga berpesan agar industri jasa keuangan dapat belajar dari  pengalaman sebelumnya untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang berat  selama pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Untuk bisa dilaksanakan ke depan dengan lebih kuat lagi, sehingga  tidak ada alasan bagi kita untuk tidak optimistis dalam menghadapi 2023  ini,&amp;rdquo; ujar dia.
Pertumbuhan yang lebih baik di tahun ini, kata Mahendra, dapat  dicapai dengan sinergi, koordinasi, kerja sama dan upaya bersama antara  pemerintah, OJK, kementerian/lembaga terkait, termasuk anggota Komite  Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kementrian Keuangan, Bank Indonesia,  dan Lembafa Penjamin Simpanan (LPS).
&amp;ldquo;Serta yang lebih penting lagi, seluruh pemangku kepentingan, pelaku  usaha, investor, dan industri jasa keuangan, yang akan menentukan bahwa  tahun 2023 ini setidaknya akan sama baiknya, atau lebih baik lagi dari  tahun 2022,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
